Materi Diskusi Pendalaman Alkitab Kaum Bapak

children Archives - JumpIntoTheWord

Disadur dari:

"KAUM BAPAK BERDISKUSI 2: Materi Diskusi Kaum Bapak"

Penulis : Pengurus Kaum Bapak Marturia (GMIT Marturia Oesapa Selatan)

Editor   : Alfred Kalatau


  MENDERITA KARENA INJIL
 

Bahan Alkitab  : 2 Timotius 2:8-13

PENGANTAR

     Surat 2 Timotius ditulis oleh Paulus sekitar tahun 67 ZB  pada saat berada dalam tahanan di Roma.Paulus dianggap penjahat dan tanpa harapan dibebaskan dari pemenjaraan tersebut.Disinilah paulus memulai suratnya dengan meyakinkan Timotius akan kasih karunia dan doanya yang terus berkelanjutan.

     Timotius adalah seorang hamba Tuhan yang masih muda.Ia dikenal karena ketekunannya untuk setia melayani Tuhan.Ketekunan inilah yang dipuji oleh Paulus, karena meskipun ia masih muda namun ia memiliki semangat yang kuat untuk melayani Tuhan.Timotius menjaga relasinya dengan Tuhan dengan tetap rajin berdoa dan membaca firman Tuhan.Rasul Paulus membekali Timotus dengan nasehat-nasehat dan juga pengalaman dalam pemberitaan Injil.Secara umum, memberi semangat dan pengajaran kepada gembala yang masih muda dalam pekerjaan pelayanannya,Paulus kembali mendorong Timotius yang dikasihnya agar menjadi kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

PEMAHAMAN TEKS.

Dalam 2 Timotius Paulus bermaksud memberikan prinsip mengenai bagaimana memiliki kemenangan iman di tengah kehidupan yang begitu sulit.Untuk dapat mencapai kemenangan diperlukan kualitas.Ada 3 kualitas yang Paulus ajarkan,yaitu:

·         kualitas seorang atlet,yaitu orang yang betul-betul berjuang untuk mencapai juara,orang perlu berlatih keras,diet makanan,harus mempunyai banyak kapasitas agar dapat menjadi juara.

·         Kualitas seorang prajurit,yaitu orang yang tidak mempedulikan dirinya,hanya demi untuk menyenangkan komandannya,rela berkorbn,taat luar biasa.

·         Kualitas seorang petani,yaitu orang yang sabar,orang yang bekerja tanpa tahu hasilnya akan bagaimana,tetapi tetap bersemangat bekerja.

     Setiap orang Kristen harus dipersiapkan untuk memiliki kualitas seperti diatas karena kita harus menang.Pada perikope ini nampaknya paulus telah mewaspadai satu hal penting,yaitu Kristus ,sang Berita Injil itu terlupakan.Hal ini ditampilkan Paulus pada ayat 8,”ingatlah ini:Yesus Kristus yang telah….”.Paulus mengingatkan Timotius bahwa pusat pemberitaannya dalam pelayanan melanjutkan tongkat estafet berita Injil,adalah Kristus.Dia yang telah berkarya,mati dan bangkit untuk umat manusia, harus terus didengungkan karya dan penebusan-Nya bagi semua orang.

     Memang untuk semua itu ada konsekuensi atau harga yang harus dibayar,yaitu rela berkorban dan rela menderita.Paulus mencontohkan pengalaman hidupnya yang mengalami penderitaan karena terus menjadikan Kristus pusat pelayanan dan pemberitaannya :2:9.Seperti yang sudah dikatakan dalam 2 Tim.1:11-12,bahwa karena pemberitaan Injil itulah paulus menderita baahkan dipenjara dan dibelenggu seperti seorang penjahat,demikianlah setiap orang percaya dipanggil untuk ikut menderita bersama Kristus dan untuk Kristus.Oleh karena itu Pdt.Dr.Eka Darmaputera mengatakan bahwa kita kita dipanggil  tidak saja untuk menjadi pemberita Injil,tetapi untuk menjadi penderita Injil.Disinilah justru kita memahami bahwa dalam penderitaan tersebut tidak hanya semakin menyadari arti dipilih sebagai umat pilihan-Nya,tetapi juga arti bersatu bersama Kristus:2:10.

     Dalama keadaannya yang terbelenggu dan menderita,Paulus sepertinya kalah di mata dunia,tetapi pada akhirnya kemenangan itu akan nyata,yaitu selaku umat pilihan Allah akan dimuliakan dan mengalami kekekalan.Hal itu sesuai dengan apa yang diungkapkan Paulus,”jika kita mati dengan Dia,kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun,kitapun akan ikut memerintah dengan Dia;jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita”.Semua prinsip tersebut merupakan prinsip yang bersifat linier.Tetapi kalau kita berhenti hanya sampai bagian ini sesungguhnya dasar iman kita belum nyata.Dalam keyakinan Paulus,Tuhan begitu responsif terhadap setiap tindakan kita,sehingga Paulus mengungkapkan puncaknya di ayat 13, yaitu: ”jika kita setia,Dia tetap setia,karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya”.Prinsip ini justru prinsip paradox atau berlawanan,namun sangat memberi harapan.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Apabila sebagai orang Kristen yang percaya,saat ini atau pernah mengalami penderitaan yang hebat,apakah penderitaan yang kita alami murni oleh karena peemberitaan Injil yang kita lakukan dan kesetiaan kita pada Kristus,atau oleh karena hal lain?Jelaskan.

2.    Dalam hal dan bidang apa saja dapat kita wujudkan menjadi pemberita Injil sekaligus penderita Injil dalam kehidupan sehari-hari?Jelaskan

3.    Apa dasar dan pemahaman yang mesti ditanamkan dalam diri kita supaya sanggup dan mampu menjadi pemberita Injil sekaligus penderita Injil?

 

RELEVANSI DAN PENERAPAN.

     Seseorang bisa saja mengalami penderitaan yang bukan karen kesetiaan dan ketekunannya dalam memberitakan Injil,tetapi sebagai akibat dosa yang diperbuat. Setiap orang yang tertangkap tangan melakukan korupsi kemudian masuk penjara,orang yang kecanduan judi kemudian jatuh miskin,dan yang menyeleweng kemudian keluarganya hancur.Penderitaan yang dialami sebagai akibat dari dosa tertentu menurut bacaan kita,bukanlah sesuatu yang wajar,justru memalukan.

     Disinilah Paulus mengingatkan sekaligus menguatkan Timotius,oleh karena Yesus Kristus mati dan bangkit untuk orang percaya harus terus didengungkan karya dan keberadaan-Nya kepada semua orang.Memang untuk semua ini harus ada konsekuensinya atau harga yang harus dibayar,yaitu rela berkorban dan rela menderita. Paulus mencontohkan pengalaman hidupnya yang mengalami penderitaan karena terus menjadikan Kristus pusat pelayanan dan pemberitaannya. Sebab sebagai orang percaya kita tidak hanya dipanggil untuk menjadi pemberita Injil,tetapi juga penderita Injil.Jadi bila kita menderita walau kita berbuat baik,yaitu karena menjadi pemberita Injil dan menjadi berkat,lewat seluruh hidup kita yang bersaksi dan sesuai dengan pesan firman Tuhan,mestinya kita boleh berbangga dan inilah penderitan yang terpuji.

    Diakui juga bahwa terpanggil untuk setia menderita sebagai pemberita Injil, bukanlah sesuatu yang mudah,karena kalau kita dipanggil untuk pesta atau untuk mengalami sukses asal percaya Yesus pastilah akan banyak yang tertarik.Karena itu kita jarang menyaksikan bagaimana pemberitaan Injil dibuat menarik dengan segala kemeriahannya,dan ditekankan bahwa kalau percaya Yesus semuanya pasti beres.Ini yang dapat menyesatkan kita.Sebab Yesus sendiri menekankan:”setiap orang yang mau mengikut Aku,ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.Untuk itulah kita harus mengikut jejak Yesus.

    Meski kita mengalami masa-masa yang berat dalam hidup kita,bahkan saat rasanya tidak ada lagi iman yang tersisa,tetaplah teguh dan setia!Ia menjanjikan upah berupa masa depan yang baik bagi orang yang setia.

·         ZB = Zaman Bersama sama dengan AC atau After Christ artinya Sesudah Kristus.


MENGEJAR KEBENARAN DAN KASIH.

 

Bahan Alkitab  : Amsal 21:20-21

PENGANTAR.

     Kitab Amsal adalah bagian dari kanon kitab suci dan karena itu seluruh pengajarannya mengandung penyataan Allah,di dalamnya terkandung kesaksian tentang Allah dan kehendak-Nya.Amsal mengandung nilai-nilai theologis dan praktis. Amsal menjadi tuntunan yang penting dalam kehidupan umat Israel tetapi juga bagi umat percaya zaman ini.

     Mulai dari Amsal pasal 1-9 berisi uraian theologia sistematis dan kerap berisi ulasan etis dan pada Asmasl pasal 10-31 lebih bersifat teknis dan praktis,didasarkan pada pengalaman sehari-hari berguna untuk mencapai keberhasilan hidup. Penyusunan pasal 1-9 yang dianggap lebih muda waktu penyusunannya dan bermuatan theologis bertujuan agar makna kitab Amsal pasal 10-31 menjadi lebih theologis.

     Kumpulan Amsal memiliki pemahaman yang dilatarbelakakngi oleh keyakinan masyarakat Timur Tengah Kuno,bahwa pada alam semesta terdapat tata tertib ilahi yang ditanamkan oleh Allah sejak penciptaan.Di Mesir,Mesopotamia dan Israel,tata tertib ilahi ini dikenal dengan nama Maat,Mea dan Tsaddiq.Tata tertib itu mengandung aturan-aturan yang berlaku berulang-ulang dan konsisten dalam alam, kehidupan sosial politik dan ekonomi.Kemudian guru-guru hikmat mengobservasi, merumuskan dan menuliskannya menjadi pengajaran hikmat bagi murid-muridnya agar murid-murid menaatinya dan memperoleh kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan.Kebaikan bagi kehidupan manusia terhadap alam,dalam relasi sosial, politik dan ekonomi yang akan diperoleh manusia yang taat terhadap aturan-aturan tersebut,bila tidak manusia akan menerima beraneka ragam malapetaka dalam hidupnya.Dan takut akan Tuhan menjadi dasar permulaan pengetahuan:1:7a dan orang bijak berusaha mencari hikmat dengan sungguh-sunggh:1:5,mencarinya dalam sikap takut akan Tuhan.

 

TELAAH PERIKOPE

     Ayat 21 :”perolehan orang bijak dan orang bebal dalam ayat ini sangat kontradiktif. Orang bijak berkelimpahan dan juga dapat menyelenggarakan pesta: 21;17,namun tidak kehilangan hartanya karena dia apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.Dia mampu mengontrol dirinya sehingga tidak bersikap berlebihan dalam menggunakan hartanya.Hal ini kontras dengan apa yang dilakukan oleh orang bebal,orang bebal menghabiskannya.Orang bebal sama dengan orang bodoh,ia tidak mau menerima didikan hikmat atau masukan dalam mencarinya, berbeda dengan orang bijak,yang memahami fungsi harta dan mengumpulkannya dengan sabar dan benar.makna kata “menghabiskannya” menunjukan kerakusan orang bebal,ia menikmati tindakannya dalam tak menyadari kecepatannya dalam menghabiskan harta,ia tidak tahu mengurus hartanya dan tanpa berpikir panjang menghabiskan apa yang mereka punya.

     Ayat 21 :”Mengejar kebenaran,kasih dan memperolehnya”.mengejar adalah usaha yang dilakukan oleh orang-orang benar dengan bersusah payah,ia akan berusaha maju dan takut kalau sampai tertinggal.Orang benar akan berlaku adil dan mencintai kesetiaan dan berusaha melangkah dan maju terus di dalamnya.Dan apa yang didapat orang benar dengan tindakannya itu,Amsal mengatakan bahwa orang yang mengejar kebenaran akan memperoleh kebenaran.Allah akan memberi mereka anugerah untuk berbuat baik,dan mereka akan mendapatkan kesenangan dan penghiburan dalam melakukannya.Orang benar akan mendapatkan kehidupan maupun kehormatan, sekarang dan kekal yakni mahkota kebenaran.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Apa yang dimaksud dari perbandingan sikap hidup orang benar dan orang bebal dalam nas ini?

2.    Mengapa mengejar kebenaran dan kasih menjadi penting dalam kesaksian hidup orang percaya?

3.    Mengapa mengelola dan mengurus harta benda menjadi penting bagi orang benar,menurut Anda bagaimana bersaksi dan melayani melalui harta benda: 21:20-21?

 

APLIKASI DAN PENERAPAN

     Wejangan hikmat ini menuntun kita mengelolah kehidupan kita layaknya orang benar dan bukan orang bebal dalam hal mengelola harta benda.Allah memberkati usaha-usaha orang bijak sehingga mereka dapat menikmati hidupnya dan semua perolehannya.Hikmat mengajari orang benar untuk menyeimbangkan pengeluaran dan pendapatan mereka tetap memiliki persediaan.Persediaan untuk kelangsungan hidupnya dan dapat melakukan kebenaran Tuhan untuk menolong sesama.

     Amsal juga menasehatkan memberi apa yang ada padamu dan bukan apa yang tidak ada padamu.Hidup orang bijak bukan untuk dirinya sendiri.Sementara orang bebal hidup untuk dirinya sendiri,menghabiskan apa yang ia miliki dan memuaskan hawa nafsunya dengan demikian menghabiskan seluruh persediaan mereka.Ini dapat terjadi pada orang tua maupun anak-anak,dapat terjadi orang tua bijak yang mengumpulkan harta dan anak-anak mereka bertindak untuk menghabiskannya, contoh seperti perumpamaan si anak yang terhilang.

     Penting untuk mengejar kebenaran dan kasih.Sang Kebenaran dan Kasih adalah Allah,sehingga belajar dari Tuhan melalui tuntunan firman-Nya dalam kepatuhan dan ketaatan maka hidup kita akan diberkati.Diberkati bukan hanya dengan maksud memperoleh sesuatu tetapi lebih kepada dapat melakukan kebenaran dan kasih bagi sesama dan alam lingkungan di mana kita hadir.Itu yang kemudian dikatakan memuliakan Allah.Sekolah yang utama adalah di rumah bersama keluarga, kemudian di rumah Tuhan yakni gereja-Nya.


 JALAN YANG MENUJU KEHIDUPAN

 

Bahan Alkitab : Matius 7:12-14

PENGANTAR

     Matius 7;12-14 merupakan bagian dari Matius pasal 5 sampai dengan pasal  7 yang mana sejak tahun 392 ZB dikenal dengan istilah Khotbah Di Bukit. (diperkenalkan oleh bapak gereja Agustinus).Berdasarkan urutan kisah,Matius menempatkan Khotbah Di Bukit pada tahun pertama Yesus melayani orang banyak,segera setelah Yesus memilih 12 orang menjadi murid-murid-Nya.Khotbah Di Bukit termasuk dalam pelayanan Yesus di Galilea,berisi ucapan-ucapan Yesus yang dikategorikan dengan pengajaran,nasehat dan peringatan.Melalui pengajaran,nasehat dan peringatan yang diucapkan-Nya pada Khotbah Di Bukit,Yesus menghendaki agar murid-murid-Nya hidup secara berkualitas atau hidup dengan standar yang mengacu pada nilai-nilai Kerajaan Allah di dalam  dunia.

     Secara keseluruhan,pasal 7 ditempatkan sebagai akhir dari Khotbah Di Bukit. Setelah sebelumnya Yesus banyak menyampaikan tentang beberapa peringatan. Menariknya sekalipun Yesus menyampaikan peringatan namun Yesus menyampaikan peringatan itu dengaan menyodorkan 2 pilihan yang kontras seperti “Jalan”:7:12-14, ”Pohon”:7:15-20, dan Dasar Bangunan:7:24-27.Dengan menyampaikan 2 pilihan yang kontras,Yesus menghendaki agar murid-murid-Nya tidak salah atau tidak ragu dalam hal menentukan pilihan.Seperti yang disampaikann Yesus dalam Matius 7::12-14,tentang Pintu dan Jalan yang menuju kebinasaan dan kehidupan ( hidup kekal). Ada kesan penyampaian Yesus ini untuk menjawab pertanyaan “apakah hanya sedikit orang yang diselamatkan?” atau “Bagaimana caranya untuk mengalami kehidupan (yang kekal)?.

 

PEMAHAMAN TEKS.

     Ayat 12  : Mengawali peringatan-Nya diakhir Khotbah Di Bukit,Yesus secara khusus menekankan tentang relasi atau hubungan diantara sesama manusia.Bagi Yesus hidup bersama dengan orang lain itu penting,sebab hidup dan kehidupan itu Tuhan yang ciptakan.Jika murid-murid mau hidup damai,tenteram dan sukacita maka dalam hubungan dengan orang lain mereka harus saling menghargai, menghormati, menerima dan mengakui.

     Sebaliknya para murid harus menghindar dari pola dan sikap hidup egois,curiga dan mau seenaknya sendiri.Dalam ayat 12 ini Yesus mengajarkan tentang prinsip keadilan dan keseimbangan.Ajaran ini yang ditekankan oleh Hukum Taurat dan Kitab para Nabi.Catatan: sebenarnya apa yang dikatakan oleh Yesus ini ( ada yang menyebut “peraturan emas-golden role atau peraturan dasar-foundation role”),bukan ajaran baru.Sebelumnya orang-orang Yahudi bahkan bangsa-bangsa di luar Israel telah mengenal petunjuk ini.Oleh Hillel,Rabbi Yahudi dan Herodutus,pengarang Yunani yang hidup tahun 450 BC disampaikan dalam bentuk negatif:”Jangan lakukan apa yang tidak ingin orang lain lakukan padamu”.

     Ayat 13  : Pintu yang lebar dan jalan yang luas.Yesus mengawali peringatan-Nya dengan menyampaikan istilah pintu yang lebar dan jalan yang luas.Bagi orang-orang Yahudi,gambaran tentang pintu bagi mereka merupakan gambaran yang mudah dipahami.Orang-orang Yahudi bila hendak memasuki kotanya maka dipastikan mereka akan melalui pintu yang ada di dalam tembok yang mengelilingi kota.Sebesar apapun pintu itu jika yang melewatinya banyak orang(melewati kapasitas pintu),maka yang terjadi setiap orang yang memasukinya pasti merasa sesak,setelah itu mereka akan diperhadapkan dengan jalan yang luas.Untuk tiba pada satu tempat atau tujuan maka harus melewati jalan yang mengarah pada tempat dan tujuan yang mau dituju.Umumnya orang akan memilih jalan yang luas atau lebar.Pintu yang lebar dan jalann yang luas dalam arti jalan yang mudah dilewati merupakan pintu dan jalan yang populer karena banyak orang memilih untuk memasuki dan melewatinya. Padahal pintu yang lebar dan jalan yang luas atau mudah dilewati tersebut justru menuju kebinasaan..Pintu yang dilalui banyak orang menuju kebinasaan kekal itu lebar dan jalan yang menuju kesana luas atau mudah dilalui.

     Ayat 14  : Pintu yang sesak dan jalan yang sempit.Pintu dan jalan itu bukanlah populer karena tidak banyak orang yang memilih untuk memasukinya.Alasan utamanya adalah karena banyak kesukaran,kesulitan dan ketidaklegaan yang akan dialami oleh orang yang memasuki dan melewatinya.Sekalipun demikian justru pintu yang sesak dan jalan yang sempit inilah yang akan membawa seseorang kepada kehidupan atau menuju hidup kekal didalam Yesus Kristus.Hanya sedikit orang yang menemukannya.Kemampuan serta keberhasilann berjalan dan melewati jalan yang sempit tidak terlepas dari karunia dan penyertaan Tuhan Yesus.

 

PENDALAMAN PERCAKAPAN

1.    Berdasarkan gambaran yang disampaikan Yesus,mengapa pintu yang lebar dan jalan yang luas lebih populer atau dipilih olehn banyak orang?

2.    Apa yang dimaksud Yesus dengan pintu yang sesak dan jalan yang sempit?dan mengapa hanya sedikit orang yang mendapatinya?

3.    Sebagai gereja-Nya,apa yang harus kita lakukan untuk tetap berad pada jalan yang menuntun kita menuju pada kehidupan yang kekal/Percakapkanlah.

 

RELEVANSI DAN REFLEKSI

     Gambaran Yesus tentang ‘pintu dan jalan’ ini mau menyatakan bahwa mengikut Yesus sebagai sumber kebenaran dan jalan menuju hidup kekal serta menaati Yesus bukanlah suatu hal yang mudah.Banyak tantangan dan kesulitan yang akan dialami dan dihadapi termasuk didalamnya penyangkalan diri.Pintu yang harus dilalui penuh dengan kesukaran.Godaan,hambatan,ancaman dan lain-lain pasti dihadapi dan dialami oleh setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus.Sebagai contoh:karena iman kepada Yesus Kristus kita sering mengalami ketidak-adilan baik di rumah,tempat kerja dan di masyarakat. Contoh lain,faktanya tidaklah  mudah mengasihi sesama apalagi sesama itu telah mengecewakan kita dan lain-lain.Karena itu yang harus kita lakukan agar kita mampu berjalan di jalan yang sempit adalah “menghadirkan” Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat berkuasa atau hidup kita.Tanpa Yesus kita akan mengalami kesulitan melewati jalan yang sempit.Selain itu Yesus berkata,’sedikit orang yang mendapatinya…’Itu berarti,jalan sempit yang,menuju pada kehidupan kekal itu menuntut juga adanya kesungguhan hati dalam hal percaya kepada-Nya. Dengan kesungguhan hati dan penyertaan Tuhan Yesus kita dapat dimampukan menghadapi berbagai macam tantangan,hambatan yang menyulitkan sekalipun

  TUHAN MAHA PENOLONG

 

Bahan Alkitab : Mazmur 124:1-8

LATAR BELAKANG

     Mazmur 124 disebut sebagai ‘mazmur nyanyian ziarah Daud’,artinya merupakan refleksi pengakuan iman yang disampaikan Daud dalam bentuk doa terkait dengan pergumulan umat di Yerusalem sesudah masa pembuangan di Babel: Neh. 2:19. Lahirnya sebuah kesadaran”jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita”:124:1 dan diulangi di ayat 2, hendak mengungkapkan betapa Daud bergumul dengan kolonisasi atau penjajahan bangsa-bangsa lain terhadap Israel.tekanjan kaum penjajah digambarkan sedemikiann hebatnya,membuat umat Israel berada dalam posisi tertekan bagaikan air yang telah menghanyutkan tanpa dapat dibendung. Bahaya yang mengancam umat itu menyebabkan umat pasrah dan tidak dapat berbuat apa-apa,kecuali satu hal,datang kepada Tuhan Allah dan memohon pertolongan-Nya

 

TELAAH ISI

     Sekali pun benar,umat berada pada posisi terjepit akibat kuatnya bangsa penjajah menelan dengan amarah yang menyala-nyala dan bagaikana air telah menghanyutkan serta melingkupi umat,tetapi umat pun diajak bersyukur.Mengapa bersyukur?. Sebab Tuhan tidak menyerahkan umat-Nya menjadi mangsa bagi gigi mereka dan meluputkan umat-Nya dari jerat penangkap burung dan jerat itu pun putus dan umat pun terluput:124:6-7

     Ini adalah gambaran yang merefleksikan kekuatan kuasa Tuhan  yang bekerja untuk menyelamatkan umat dari ancaman penghancuran bangsa-bangsa lain. Dengan dua kali mengulang kalimat “jikalau bukan Tuhan yang memihak atau membela umat”,pemazmur hendak menegaskan,sebesar apa pun kuasa kerajaan dunia menekan kehidupan umat,adalah Tuhan yang hadir membela umat-Nya yang kudus.Itulah sebabnya lahir pernyataan,”pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan ..”Ketika umat tak berdaya,maka Tuhan bertindak menolong dan membebaskan dari bahaya ancaman.

 

 

PERNYATAAN DAN PERTANYAAN DISKUSI.

1.    Masalah dalam bentuk apapun,dapat dengan mudah ditaklukkan atau dipatahkan oleh Tuhan,namun mengapa masih sering kita ragu,cemas bahkan takut menghadapi masalah.Apa sebabnya?

2.    Pertolongan Tuhan menjadi kekuatan pendorong semangat atau motivasi sekaligus pemicu tekat untuk terus mengandalkan Tuhan.Bagaimana caranya itu diwujudkan dan factor apa yang meyakinkan saudara untuk berani menghadapi masalah apapun bentuk dan pengaruhnya?

 

RELEVANSI ATAU MAKNA

     Makna atau relevansi pembahasan kita saat ini adalah: dengan kasih setia-Nya lah, umat dlindungi dari ancaman,dan tanpa pertolongan Tuhan,maka pastilah kebinasaan dan penderitaan yang dialami.Meyakini kuasa Tuhan yang pada satu pihak membela umat,tetapi sekaligus menghancurkan kuasa dunia yang menakutkan adalah bukti keampuhan dan kedasyhatan Tuhan yang menyelamatkan.

 

SERAHKAN KUATIRMU

 

Bahan Alkitab  : Mazmur 55:17-24

LATAR BELAKANG KONTEKS

     Mazmur 55 merupakan pengalaman pemazmur yang dimusuhi orang kafir karena kesetiaannya kepada TuhanTidak itu saja,sahabatnya pun menyerahkannya kepada lawan atau musuhnya yang kafir itu.Mereka yang memusuhi pemazmur berteriak, mencela dan menganiaya dirinya.karena situasi yang dihadapinya itu menyebabkan pemazmur menjadi pengembara,hidup dengan perasaan susah, cemas, sedih, gelisah, penuh tangisan,takut,gentar dan seram.Lawan-lawan atau musuh pemazmur adalah para penguasa,pemimpin yang menyalahgunakan kepemimpinannya untuk menekan orang kecil yang tak berdaya.

     Dalam perkembangannya bukan hanya pemazmur yang mengalami aniaya dan ketidak-adilan tetapi seluruh kota tempat kediaman pemazmur,mengalami ketakutan dan kekacauan sehingga kedamaian dan ketenteraman jauh dari kenyataan.Dimana-mana terjadi kekerasan,kemalangan dan bencana,penindasan dan penipuan akibat ulah para pemimpin yang kafir itu.

     Mengalami saat-saat yang berat dan sulit,awalnya Pemazmur ingin lari dari kenyataan yang sedang dihadapinya.Ia ingin memiliki sayap seperti merpati agar dapat terbang keluar mencari tempat yang tenang.Bahkan ia ingin lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun serta mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai.Namun akhirnya ,iman pemazmur menuntunnya untuk mengandalkann Tuhan dengan cara berdoa kepada Allah.Ia dengan jujur mengungkapkan perasaan hatinya serta situasi yang dialami dan ketakutan yang menguasainya dan Tuhan mengabulkan doanya dengaan melepaskan dirinya dari situasi yang sulit dan mencekam itu.

    

PENJELASAN NAS.

     Ayat 17-20a  : Sebanyak tiga kali dalam sehari yaitu pagi,tengah hari dan petang pemazmur berdoa dengan perasaan cemas disertai tangisan tetapi tetap dalam keyakinan bahwa Tuhan akan menyelamatkannya.TUhan mendengar permohonannya dan melepaskan pemazmur dari serangan yang menganacam serta memberikan “hidup sejahtera”( bahasa asli PL yang diterjemahkan dengan rasa aman, adalah: ”hidup sejahtera”).Allah tidak hanya menolong pemazmur tetapi Ia juga akan merendahkan lawan pemazmur yang selama ini selalu mengganggu dan mengusik hidupnya.Melalui tindakan-Nya ini,Tuhan secara jelas menyatakan diri-Nya sebagai “hakim yang adil yang bersemayam sejak purbakala” sampai selama-lamanya.

     Ayat 20b-22  : Hukuman Tuhan yang merendahkan para lawan pemazmur yang kafir itu dijatuhkan,karena mereka tidak menunjukkan perubahan yang baik dalam hidup mereka.Mereka enggan untuk meninggalkan sikap takut akan Tuhan dan hukum-Nya.Sebagai teman atau sahabat mereka berbuat curang dan tidak menyesal karena telah melanggar janji atau lebih tepat “memutuskan perjanjian damai”.Melalui perkataan  yang manis tapi penuh tipu muslihat alias licik,mereka mengakibatkan luka yang lebih parah daripada luka yang disebabkan oleh pedang yang terhunus.

     Ayat 23-24 : Pengalaman bahwa Allah mengabulkan doanya,mendorong pemazmur untuk menguatkan iman orang lain yang sedang mengalami kisulitan. Pemazmur berkata:”Serahkanlah(harafiahLlemparkanlah) kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau”.Artinya,Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan (kebutuhan pokok).Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Allah tidak akan dibiarkannyan goyah,tetapi oranjg fasik (baca: kafir) akan mati sebelum waktunya.

 

ARAHAN UNTUK DISKUSI

1.    Mengapa pemazmur memberi nasehar kepada umat untuk menyerahkan segala kekuatiran mereka kepada Tuhan sepertiyanga terdapat dalam ayat 23?Jelaskan pendapat saudara!

2.    Menurut saudara,apa yang kerapkali membuat kita merasa kuatir? Sampaikan pengalaman saudara.

3.    Sebagai orang percaya,apa yang harus kita lakukan ketika merasa kuatir? Jelaskan!

 

RELEVANSI/PENERAPAN

     Hidup ini tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan kita.Pergumulan,kesulitan bahkan ancaman yang ,mengusik keamanan dan ketenteraman hidup bisa saja kita alami.Ketakutan,kekuatiran dan kesedihan bisa menjadi bagian hidup kita.Semua perasaan dan pengalaman yang tidak menyenangkan itu bisa saja disebabkan  oleh perbuatan orang-orang yang tidak menyukai kita.Tanpa sebab yang jelas membenci dan memusuhi kita bahkan melakukan tindakan-tindakan yang tak terpuji terhadap kita.

     Pada saat-saat sulit dan penuh kekuatiran seperti itu,kita diajak untuk mengandalkan Tuhan karena Tuhan itu penolong yang sejati.Dalam doa dan permohonan kita meenyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan dengan harapan Tuhan segera bertindak menyelamatkan kita.dengan menyerahkan kekuatiran kita kepada-Nya,maka kita akan bebas dari rasa kuatir yang berlarut-larut yang akan menggerogoti kehidupan kita lahir dan batin.Rasul Petrus menegaskan:”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,sebab Ia yang memelihara kamu”:1 Pet.5:7.Pernyataan Petrus hendak memanggil kita untuk tidak boleh menyimpan kekuatiran tetapi dengan iman kita bawa dan serahkan semua pergumulan atau persoalan hidup kita pada Kristus yang pasti menolong kita.Selain dari itu,langkah penting yang layak kita lakukan adalah meminta agar Tuhan memberikan hikmat supaya kita dimampukan menjadikan kekuatiran yang kita rasakan sebagai faktor pendorong untuk kita lebih maju,lebih produktif dan lebih bijak dalam menjalani hidup.

 

MULAI DARI NOL LAGI

 

Bahan Alkitab : Yeheskiel 36:1-7.

PENGANTAR

     Yeheskiel adalah nabi yang tinggal di tanah pembuangan di babel,baik sebelum maupun sesudah jatuhnya Yerusalem di tangan Nabukadnezar pada tahun 586 BC.Pesannya ditujukan kepada orang-orang Israel yang ditawan,juga kepada mereka yang masih tinggal di Yerusalem.Yeheskiel adalah seorang yang taat sejak masa mudanya.Ia dididik sebagai calon imam,tetapi Tuhan memanggilnya untuk menjangkau lebih luasdari sekadar tugas-tugas imam di Bait Allah.Ia diberi karunia khusus untuk melihat masa depan alias tokoh visioner,dari sana Yeheskiel menekankan kasih karunia Allah yang melebihi perbuatan dosa Israel.Apa yang tergambar di masa depan ialah restorasi total yang akan dilakukan Allah bagi orang Israel,dan itu terjadi semata-mata karena Ia mau melakukannya.Bukan karena mereka bertobat,bukan karena mereka telah berhasil merubah hati Allah,tapi karena Allah menghendakinya.

 

PENJELASAN PERIKOP

     Bagi orang Israel tanah bukan hanya tempat berpijak,tapi juga tempat mempertaruhkan kehidupan.Kalau kemudian disebut “tanah suci” itu karena mereka percaya Tuhanlah yang memberikannya dan menjadi milik pusaka turun temurun. Tanah tidak hanya berfungsi sebagai sebagai tempat untuk didiami dan menerima berkat-berkat ilahi,tapi juga untuk menghayati relasi antara Allah dengan umat-Nya. Bagi Israel,tanah bukanlah sekadar tanah,tapi juga symbol yang menjelaskan keistimewaan mereka sebagai umat pilihan.Lalu ketika tanah Israel diporak porandakan oleh bangsa asing,rusaklah penghayatan itu.Tanah itu menjadi tidak suci lagi karena telah dijamah oleh oleh para pembenci dan meninggalkan noda yang memalukan.Sekalipun penyebabnya adalah karena dosa umat Israel sendiri,hal ini tidak mudah untuk diterima.Terusirnya mereka dari tanah air sama dengan terusirnya mereka dari hadapan Allah.Penderitaan ganda yang dirasakan orang Israel dijawab melalui perikope ini.

     Kali ini Yeheskiel disuruh berbicara kepada gunung,bukit,sungai dan lembah. Kondisinya,tanah dan negeri Israel telah dihancurkan oleh musuh-musuh mereka. Kota-kota telah menjadi reruntuhan dan habis dijarah.Yang tersisa ialah penghinaan terhadap tanah suci.Ini pukulan besar terhadap orang Israel.Psikologi rohani yang ada dibalik ini ialah Tuhan ingin memulihkan penghayatan iman orang Israel yang rusak tadi.Ia memastikan bahwa bila nanti mereka kembali darim pembuangan,tanah itu akan disucikan dari noda bangsa-bangsa dan mereka layak mendiaminya lagi.Apa yang pernah disentuh oleh tangan-tangan najis,disentuh lagi oleh tangan Tuhan yang Mahakudus agar menjadi kudus.Kaqlau tidak demikian,tang itu akan selamanya dianggap najis oleh mereka,dan apa yang najis tidak pernah akan bisa menjadi berkat.

     Tuhan mau memulihkan segalanya,dan cara memulihkan adalah sempurna.Bumi tempat berpijak pun dijamah oleh-Nya.Ia mengembalikan semuanya seperti semula agar kembali menjadi berkat bagi anak-anak-Nya.Apa yang diperbuat oleh Tuhan ini sama denggan mengembalikan segala-galanya ke titik nol,agar dari sana umat Tuhan memperoleh hidup baru yang jauh lebih baik dan terhormat.Ia ingin membuka sejarah baru bagi Israel dengan bersih,tanpa noda sedikitpun,dan karena itu semua yang nantinya akan menjadi tempat berlangsungnta harus ikut disentuh-Nya.Kembali ke titik nol membutuhkan sikap batin yang tepat,yakni mengakui bahwa sesungguhnya Israel sudah mati.terputus dari tanah airnya sendiri dan terputus dari Tuhan itu sama dengan mati.Ia mengangkat mereka dari lobang kubur dengana cara memulangkan mereka ke negerinya.Ia memberi masa depan bagi mereka sekaligus memulihkan kota-kota dan seluruh negeri yang sudah rusak dan najis.Ia menghidupkan,Ia membangun kehidupan,dan Ia menata semua hal yang berkaitan dengan kehidupan agar terjalin baik satu dengan yang lainnya.

     Cara Tuhan memulihkan begitu indah.Ia mengembalikan segala-galanya seperti baru lagi,bahkan lebih baik dari yang pernh ada.Ia melupakan apa yang sudah berlalu dan memandang ke depan.Ia bergerak dari titik nol,semakin lama semakin baik dan sempurna.Mari renungkan seberapa besar kerelaan kita untuk mulai lagi dari titik ini bila Allah menghendakinya.Pasti ada begitu banyak alasan yang membuat kita tidak mau beranjak dari titik dimana kita ada sekarang.Mungkin itu yang menyebabkan hidup kita tidak lebih baik dari sebelumnya.Kembali ke titik nol memang butuh keberanian untuk meninggalkan yang lama dan memulai lagi dengan cara yang baru.

 

PERTANYAAN REFLEKTIF

1.    Mengapa banyak orang lebih suka bertahan dengan kondisi yang ada:sifat dan karakter,kebiasaan dan cara pandang atas kehidupan padahal ia tahu semua itu tidak membuat hidupnya baik?

2.    Bagaimana caranya agar kita mau kembali ke titik nol lagi dan dari sana kita bergerak ke masa depan yang baru?

 

MEMBANGUN RASA PEDULI

 

Bahan Alkitab : Nehemia 5;1-13

PENGANTAR

     Nehemia bin ( anak ) Hakhalya berasal dari suku Yehuda dan dibesarkan di tanah pembuangan.Pada masa mudanya ia bekerja sebagai pegawai istana kerajaan Persia dengan jabatan selaku juru minum raja Arthsasta.Menjadi seorang juru minum raja bukan jabatan sembarangan dan sungguh-sungguh merupakan pilihan raja.Dengan kata lain,Nehemia merupakan orang kepercayaan raja dan sekaligus ia punya peluang untuk melakukan sesuatu pendekatan pada raja,jika memang ia pandang penting.Nehemia memperoleh perkenan raja,ketia ia mengungkapkan pergumulan dia dan bangsanya atas kehancuran tembok Yerusalem dan pintu-pintu gerbangnya yang terbakar.Oleh karena itu,kerinduannyan untuk membangun tembok Yerusalem dan memohon perkenan raja untuk memperoleh kayu bagi pembangunan pintu gerbang tembok Yerusalem dapat dipenuhi raja.Bahkan ia memperoleh pasukan pengawal. Berdasarkan data arkheologi,bahwa kehancuran Yerusalem oleh tentara Babel tahun 587 sangat parah.

 

PENJELASAN TEKS

     Pada sisi lain,sesuai dengan misi yang diembannya,ia diangkat menjadi Bupati Yehuda untuk mengawasi pembangunan tembok-tembok kota Yerusalem,sekaligus menghadapi gangguan dan tantangan dari wilayah sekitarnya.Nehemia yakin,sesuai dengan pergumulan doanya,bahwa Tuhan akan menolong dan menuntun tugas dan panggilannya selaku abdi Allah dam membangun tembok Yerusalem.Dalam misi pembangunannya,ia sempat kembali ke Persia dan kembali lagi ke Yerusalem.

     Bangsa Yahudi rupanya ada juga yang hidup tamak atau serakah,sehingga tega mempraktekan gaya rentenir atau makan riba terhadap saudara sebangsanya dan menimbulkan kesengsaraan.Beban berat itu akhirnya dikemukakan juga oleh rtakyat pada Nehemia berupa keluhan mereka dan mengharapkan dapat solusi bagi kebaikan dan kesejahteraan hidup mereka.Betapa kaget dan marahnya Nehemia ketika mendapat laporan tentang kesusahan rakyatnya.Ada beberapa golongan masyarakat yang berkeluh kesah,yaitu:

·         Anak-anak mereka banyak,tapi mereka tidak punya gandum untuk dimakan,

·         Mereka terpaksa menggadaikan ladang,kebun anggur dan rumah untuk mendapatkan gandum pada waktu kelaparan,

·         Mereka meminjam uang untuk membayar pajak sesuai ketentuan raja atas ladang dan kebun anggur mereka,

·         Anak-anak mereka terpaksa menjadi budak dan keluarga pun tidak bisa berbuat apa-apa.

     Perilaku buruk dan tidak ada rasa senasib-sepenanggungan terhadap saudara sebangsanya,membuat Nehemia marah.Sebab Nehemia telah menunjukkan rasa peduli dan rela berkorban dalam membela rakyatnya.Tetapi mengapa ada orang yang tega menyusahkan saudara sebangsanya.Dalam dialog terbuka dihadapan rakyat, Nehemia mengeritik sikap hidup yang buruk sebagai yang tidak patut. Dengan begitu, timbul rasa takut mereka akan hukuman Allah dan mereka pun berjanji untuk mengembalikan tanah milik saudara sebangsanya dan sekaligus menghapus hutang mereka.Nehemia tidak mau percaya begitu saja,sebab itu mereka diminta untuk bersumpah.Siapa yang tidak menepati sumpahnya akan dihukum Tuhan.Jalan keluar diambil oleh Nehemia mendatangkan sukacita rakyat dan mereka memuji-muji Tuhan.

 

PERTANYAAN UNTUK  DISKUSI

1.    Pelajaran iman yang bagaimanakah dapat kita petik dalam diri Nehemia selaku hamba Tuhan?

2.    Tipe kepemimpinan yang bagaimanakah,yang ditampilkan oleh Nehemia dalam bergumul dan dan melakukan tugas bersama?

3.    Dalam setiap pekerjaan pembangunan Gereja,selalu ada hambatan baik ekstern maupun intern.Bagaimanakah cara kita mengatasinya?

 

  KUASA ALLAH ATAS SEMESTA ALAM

 

Bahan Alkitab : Yosua 3:7-13

PENGANTAR

Kitab Yosua mengisahkan perjalanan bangsa Israel ke negeri Kanaan dibawah pimpinan Yosua penganti Musa:Bil.27:18-23.Karena itu Yosua adalah pemimpin bangsa Israel yang berhasil mengalahkan orang Kanaan,orang Het,orang Hewi,orang Feris,orang Gergasi,orang Amori dan orang Yebus.:Yos.3:10.Yosua bukan keturunan Musa dan tidak dipilih oleh bangsa Israel,ia diutus oleh Allah sendiri:Ul.31:14-23. Dalam kitab ini,Yosua dilukiskan sebagai orang sangat taat kepada Allah,sehingga ia berhasil dalam segala pekerjaannya.Tuhan meminta Yosua agar kuat dan teguh hatinya,jangan kecut dan tawar hati.Bila ia mulai kecut dan tawar hati,berarti ia mulai meragukan kuasa dan kebenasar Tuhan,akibatnya fatal bagi dirinya dan bangsa yang dipimpinya.

     Dalam bahasa Ibrani nama Yosua sebenarnya adalah “Yehosua”,yang berarti “Tuhan (YHWH) adalah keselamatan”.Dalam bahasa Yunani nama tersebut menjadi YESUS-Yesus

 

TELAAH AYAT.

     Ayat 7-8 : Peristiwa menyeberangi sungai Yordan ini menggaambarkan kewibawaan Yosua sebagai pemimpin bangs Israel-penganti Musa.Yosua adalah seorang pemimpin yang kharismatis atau yang berkharisma,sebab ia mempunyai kedudukan bukan karena silsilah atau karena dipilih oleh segenap rakyat tetapi ia dipilih oleh Tuhan.Sebagaimana Tuhan menyertai Musa dalam kepemimpinannya, demikian juga Tuhan akan menyertai Yosua.Ia tidak akan melupakan janji penyertaan-Nya itu,sampai bangsa Israel memasuki negeri perjanjian.Jika dahulu Musa memimpin penyeberangan bangsa Israel yang keluar dari Mesir menyeberang laut Teberau,maka sekarang Yosualah yang dipercayakan Tuhan memimpin bangsa pilihan-Nya itu untuk menyeberangi sungai Yordan menuju negeri Kanaan.tentu hal tersebut terjadi karena Musa dan Yosua adalah orang-orang yang taat kepada perintah Allah.Bukan pemimpin yang suka nertindak semaunya saja.

     Yosua dalam hal ini disuruh Tuhan memberi perintah kepada para imam yang mengangkat tabut perjanjian supaya mereka berdiri tegak di sungai Yordan,setelah mereka sampai ke tepi air sungai itu.Perintah ini tentu menuntut iman,sikap rendah hati dan patuh atau taat dari para imam.Bukan saja karena mereka akan masuk ke sungai yang dalam itu kurang lebih 3-4 meter,tetapi mereka harus tetap  berdiri tegak ditengah-tengah sungai itu tanpa rasa takut.Mereka harus yakin sepenuhnya kepada perintah Tuhan melalui hamba-Nya Yosua,agar mujizat itu sungguh-sungguh terjadi.

     Ayat 9-11 : Yosua selanjutnya memberi penjelasan kepada bangsa Israel tentang mujizat yang akan terjadi.Bangsa itu disuruh “datang mendekat” dan “mendengar’ firman Tuhan,yang patut diperhatikan.Firman Tuhan dan tindakan-Nya tidak dapat dilepaskan satu sama lain.Bangsa Israel diingatkan bahwa Allah yangb hidup ada ditengah-tengah mereka dan akan menghalau bangsa-bangsa yang menghadang mereka.Tabut perjanjian Tuhan sebagai symbol kehadiran Tuhan sendiri akan berjalan di depan bangsa Israel ketika mereka menyeberang sungai Yordan.

     Ayat 12-13  : Duabelas orang mewakili setiap suku Israel disuruh menjadi saksi atas mujizat Tuhan yang luar biasa itu.Ketika kaki para imam yang mengangkat tabut perjanjian itu masuk ke sungai Yordan,air sungai itupun terputus di tengah-tengahnya.Dengan demikian ada daerah yang kering tengah-tengah sungai itu sehingga bangsa Israel bisa lewat dengan mudah tanpa harus memakai perahu,tali tambang atau perlengkapan lainnya.Cukup dengan memanggul tabut perjanjian Tuhan di tengah sungai itu maka sungai itu pun terputus dan kering sehingga bangsa itu dapat menyeberang dengan leluasa.

     Jadi dapat disimpulkan bahwa tabut perjanjian Tuhan itu memang bukanlah suatu benda keramat,sakti atau gaib.Benda tersebut hanya merupakan simbol kehadiran Tuhan ditengah-tengah umat-Nya.Ketika para imam disuruh mengangkat tabut perjanjian itu selama bangsa Israel menyeberang,mereka melakukannya dengan iman.Pada saat itulah kuasa Tuhan menyatakan kebesaran-Nya ditengah-tengah umat-Nya.Mujizat pun terjadi justru dalam kepemimpinan Yosua,yang dipilih Tuhan bukan karena ia pintar,kuat dan perkasa tetapi karena sikapnya yang sungguh-sungguh taat kepada Tuhan,Allah Israel.Tidak ada kuasa apapun yang mampu mengalahkan kuasa Tuhan.Sebab kuasa Tuhan Allah itulah yang mengatasi segala kuasa yang ada di dalam dunia ini termasuk alam semesta.


PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Kepada siapakah Tuhan mempercayakan kepemimpinan bangsa Israel termasuk negeri perjanjian

2.    Sikap apakah yang patut kita teladani dari Yosua,yang berdampak pada keberhasilan pada setiap perjuangannya?

3.    Menurut saudara,apakah kita boleh meragukan kuasa Tuhan dalam menjalani hidup ini?Mengapa?

4.    Coba rumuskan dalam satu atau dua kata saja,menurut saudara,pokok terpenting apakah yang saudara pelajari dalam bacaan Alkitab dan diskusi kita saat ini?


UMAT MEMUJI ALLAH

 

Bahan Alkitab : Zefanya 2:1-3

PENGANTAR :

     Zefanya adalah kitab yang digolongkan pada nabi-nabi kecil.Ia bekerja di zaman pemerintahan Yosia bin (anak) Amon raja Israel Selatan atau Yehuda.Secara etimologis,kata “zefanya” yang berasal dari bahasa Ibrani,berarti “Tuhan telah bersembunyi” atau “Penjaga bagi Tuhan”.Hal ini menunjuk pada peran dan fungsinya selaku nabi yang menyampaikan pesan-pesan Tuhan bagi umat.Selanjutnya dari penelusuran kitab,Zefanya pada intinya menyampaikan dua pesan,yaitu :

·         Pertama,tentang Hari Tuhan yang akan segera tiba dimana Yehuda berkuasa atas musuh.Untuk itu dibutuhkan kesetiaan penuh pada Tuhan.

·         Kedua,nabi menyampaikan kehendak Tuhan yang menghendaki kehidupan baru yang diwarnai pola hidup yang benar,baik dan suci.Tidak menyembah Baal,menyucikan Bait Allah,menghormati Taurat dan menyembah hanya kepada Allah saja.

PEMAHAMAN TEKS.

     Pasal 1 dan pasal 3 berisi ancaman penghukuman,sedangkan pasal 2 justru berisi ajakan dan dorongan untuk melakukan yang benar,yang baik dan sweharusnya dilakukan oleh umat.Hal ini nampak dalam kata-kata “bersemangatlah dan berkumpullah…Carilah Tuhan hai semua orang yang rendah hati di negeri,yang melakukan hukum-Nya,carilah keadilan,carilah kerendahan hati…”:2:3.Ditengah penolakan umat terhadap perintah Tuhan dan ketetapan-ketetapan Tuhan dan sikap acuh tak acuh,sesunggunya Allah penuh dengan kasih sayang ingin merangkul dan mengarahkan umat untuk hidup yang benar,baik dan suci dihadapan-Nya.Yang Ia kehendaki adalah kesadaran atas kesalahan atau dosa yang dilakukan lalu berbalik kepada-Nya.Dan “kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan”:2:2-3. Selanjutnya isi pernyataan di pasal 3:20 lebih menegaskan  janji keselamatan yang dipersiapkan Tuhan,”sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian diantara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu  di depan mata mereka”.Artinya kehidupan baru yang dilandasi kasih Allah membentuk pola hidup yang baru yang diharapkan mengalirkan berkat,baik bagi kehidupan umat itu sendiri tetapi sekaligus bagi bangsa-bangsa yang ada dan hidup disekitarnya.

     “Sekalipun dosamu dosamu merah seperti kermizi akan menjadi putih seperti salju”:Yes.1-18.Itulah gambaran sikap yang ditunjukkan Tuhan Allah bagi umat. Berbuat salah,tentu patut dihukum,tetapi Allah kita di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang baik,penuh kasih setia dan selalu mau merangkul kembali umat yang bersalah.Dan ini adalah kesempatan atau peluang kita.Fungsi hukuman adalah mendidik dan mengajar kita untuk kembali bersikap benar,baik dan kudus,sekaligus membuka pintu pengampunan atas dasar rahmat-Nya yang besar.Inilah undangan terbuka yang disediakann Tuhan bagi kita yang bersalah.Ini juga menjadi pendorong untuk kembali mengingat segala kebaikan yang telah dinyatakan Tuhan bagi kita. Anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus sudah dinyatakan diatas kayu salib. Hal ini menjadi kesempatan bagi kita menata kehidupan yang kotor dan rusak oleh keinginan duniawi untuk kembali ke jalan yang benar.Marilah kita menjawab kasih sayang Tuhan,”Aku mengangkat malapetaka  dari padamu,sehingga oleh karenanya  engkau tidak lagi menanggung cela”.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

     Ajakan bertobat,kembali hidup dalam tuntunan dan arahan Tuhan,pada akhirnya mengantar umat pada harapan hidup yang lebih aman,damai dan sejahtera.

1.    Kehidupan rumah tangga yang baik,tercermin dari perilaku semua anggotanya: ayah,ibu dan anak-anak.Seluruh anggota keluarga mampu menjalankan perannya masing-masing dan tentu saling mendorong untuk menciptakan harmoni,rukun dan damai,sekali pun banyak tantangannya.Persoalannya,jika timbul maqsalah dalam interksi suami istri atau kakak beradik atau otang tua anak,faktor apa yang paling sering menjadi penyebabnya dan apa akibatnya jika tidak terselesaikan?

2.    Mengacu pada penelusuran kitab Zefanya,hal apa saja yang menjadi hambatan atau kendala dalam mewujudkan cinta kasih dan damai sejahtera di dalam keluarga?

3.    Dibalik berbagai persoalan rumah tangga,tentu terbersit harapan ke depan lebih baik dan berkualitas.Bagaimana hal itu dibangun di dalam keluarga dan cara apa saja yang hendak dilakukan agar tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis?

 

PERCAYA DITENGAH KESULITAN

 

Bahan Alkitab : Habakuk 1:2-11

PENGANTAR

     Bersikap benar di tengah keadaan yang tidak benar sangatlah sulit.Diperlukan ketahanan spiritual yang luar biasa.Ketika kebenaran dianggap tidak waras dan kejahatan dianggap biasa,hidup orang benar menjadi sangat tidak mudah.Situasi yang tidak mencerminkan identitas sebagai umat Tuhan memang bisa menimbulkan rangkaian frustrasi.keadaan inilah yang terbergema dalam nurani Habakuk.Dalam kepekaannya ia terusik atas kepedulian Tuhan.Habakuk mempertanyakan kepedulian Allah ditengah situasi yang dialami uamt waktu itu,karena ia sendiri berada ditengah kesulitan yang terjadi.Ia bisa saja menghindarkan diri dari realitas yang buruk demi kepentingan diri sendiri.Namun yang ia lakukan justru sebaliknya, ia menjadikan dirinya sebagai ‘wakil’ atas mereka yang tertindas dan teraniaya.

     Pemerintah Yoyakim disat Habakuk berkarya memperlihatkan buruknya keadaan Yehuda pada waktu itu (band.2 Raja-raja23:36-4:7).Yoyakim melakukan apa yang jahat dengan memutar kebenaran menjadi kesalahan melalui hukum yang diselewengkan (Hab.1:4).kebenaran pun menjadi bagaikan uap ditengah hari.dalam keadaan demikian Habakuk kepada Allah.Ia meyakini Allah sebagai Allahn yang tidak pernah berkompromi dengan kejahatan,namun mengapa Allah diam meloihat keburukan umat Tuhan.Secara internal kondisi  Yehuda yang memprihatinkan menjadi kepedulian Habakuk sebab guncangan terhadap kebenaran merupakan ancaman terhadap identitas umat Allah,Allah tidak lagi disapa dalam keramahan sosial tetapi disudutkan melalui pribadi kefasikan.Inilah pergumulan Habakuk yang tetap berusaha waras sekalipin situasinya tidak waras.

     Tanggapan Allah akhirnya diperoleh justru membuat Habakuk semakin pusing karena yang menjadi alat penghukuman adalah bangsa Kasdim.Bangsa yang digambarkan bergerak dasyhat dan menakutkan:1:7.Jawaban yang tidak sesuai dengan pikiran Habakuk sebab jika Kasdim atau Babel yang menyerang Yehuda, bukankah mereka akan ,menyengsarakan,baik orang fasik maupun orang benar.Jika Kasdim menyerang Yehuda,mereka tidak akan pilih kasih sebab semuanya akan dihancurkan.Keadaan inilah yang semakin mencemaskan Habakuk sebagai nabi yang menanti-nantikan jawaban dari Allah.Jika akhirnya tiba pada kesimpulan sebagai tertera dalam pasal.3:17,kesimpulan itu melalui sebuah proses pergumulan yang luar biasa.

 

TELAAH PERIKOP

Ayat 2-4  : Pada bagian ini kepada kita diperlihatkan seruan Habakuk sebagai nabi yang tidak bisa berdiam diri melihat keadaan yang buruk.Seruan nabi kepada Allah sekaligus menunjukkan bahwa kejahatan terjadi karena hukuman Tuhan diabaikan. Aliran ketidakiadilan telah menjadi sungai kejahatan yang berujung pada bencana. Kelaliman,kekerasan,perbantahan,pertikaian,ketidakadilan menjadi peristiwa biasa dalam lingkungan umat.Seluruh kesadaran Habakuk sebagai nabi Allah mengalami benturan keras oleh kenyataan itu

     Ayat 5-11  : Pada bagian ini jawaban Allah kepada Habakuk adalah jawaban yang tidak sesuai dengan nalar.Bagaimana mungkin Allah memakai bangsa Kasdim yang dikenal dengan kejahatan mereka:1:6?Seluruh perlengkapan perang yang dimiliki bangsa Kasdim jelas mewakili kekejian mereka:1:8.Para tawanan yang ditaklukkan bahkan tidak terhitung:1:9,sehingga menjadi gambaran kokohnya kejahatan mereka. Namun dari kalimat akhir di 1:15….”demikianlah mereka bersalah dengan mendewakan kekuatannya” seolah nyala lilin ditengah kegelapan malam.Dengan pernyataan Allah bahwa mereka akan dipadamkan.Artinya,ditengah kesulitan yang berlangsung dengan luar biasa,karya Allah harus bisa dihayati dalam peristiwa yang paling kecil sekalipun.Inilah yang menimbulkan percaya,inilah yang memunculkan harapan

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Sudahkan kita hadir sebagai pembawa suara pengharapan ditengah ketidakadilan yang terjadi?Ungkapkanlah hal-hal yang harus dilakukan gereja menyikapi suasana di luar yang diliputi kejahatan ekonomi,kejhatan politik, kejahatan dalam keluarga,kejahatan hak asasi manusia.

2.    Sebagai umat Tuhan,kita perlu memiliki kepekaan menghayati kehadiran Allah di tengah-tengah situasi sulit melalui peristiwa yang paling kecil sekalipun. Ungkapkanlah pengalaman saudara.

 

 

TUHAN SUMBER SUKACITA DAN KEKUATAN

 

Bahan Alkitab  : Habakuk 3:17-19

PENGANTAR

     Kehidupan ada saatnya pasang dan ada pula masa surutnya.Kadang usaha kita sukses,tetapi bisa juga gagal total.Di kala kesuksesan tercapai,kita menimati kondisi fisik dan psikis menggembirakan.Sebaliknya,jika usaha kita kurang menguntungkan, ketahanan fisik menurun ditambah pula keputusasaan melanda batin,lalu kehidupan menjadi runyam.Untuk segala sesuatu ada masanya.

 

MENDALAMI PESAN HABAKUK.

1.     Habakuk menubuatkan suatu keadaan akan terjadi ketika Allah menghukum orang-orang fasik.Menurut nabi,0rang fasik itu tidak hanya tersebar pada bangsa-bangsa yang tidak menyembah TUHAN atau YHWH,akan tetapi dapat ditemukan juga pada anggota-anggota persekutuan seiman.

Sesungguhnya,Allah ingin menghukum orang fasik,tetapi karena mereka itu   ada di dalam persekutuan orang beriman,maka penghukuman itupun menimpa saudara-saudara yang suci hidupnya di hadapan Allah.Dengan demikian, semua orang merasakan hukuman—baik orang saleh maupun orang jahat—pada masa penghukuman.Benarlah pepatah :”nila setitik rusak msusu sebelanga”.

2.    Bagaimana orang-orang saleh menghadapi hari Penghukuman itu?

·         Hidup oleh sukacita Allah,bukan karena harta benda.

     Acapkali orang berpikir,kebahagiaan bisa dinikmati jika orang memiliki banyak   harta benda.Pandangan ini belum tentu benar,sebab kepuasan manusia bukan saja bersifat lahiriah tapi batiniah juga.Pada kenyataannya orang kaya juga mengalami stres,bahkan ada yang mengalami depresi mendalam.Mengapa? Sebab harta kekayaan tidak dapat menyelesaikan masalah kejiwaan.Kekayaan material bisa saja dapat membuat orang semakin bermasalah.

    Habakuk meemberikan contoh untuk menjelaskan tentang hari penghukuman atau Yom YHWH.Pada saat itu,harta benda tidak dapat menyelamatkan pemiliknya dari murka Allah.Dan orang yang mengandalkan kekayaan akan hancur,tetapi mereka yang percaya kepada Allah akan diselamatkan.Allah adalah sumber sukacita. Mengapa orang saleh bersukacita dalam masa kesusahan?Sebab,mereka berharap kepada Allah.Dialah Harta Terindah,Dialah Sumber Sukacita yang menghidupkan semua orang saleh.Sukacita bagi orang saleh terletak pada keyakinan iman,bahwa Allah turut bekerja melepaskan mereka dari penderitaan.

·         Allah adalah Sumber Kekuatan.

      Kekuatan yang dimaksudkan adalah energi,sesuatu yang dapat mendukung  kehidupan.Allah adalah Sumber Daya Abadi yang taak akan habis terkuras dan luntur dimakan waktu.Menurut Habakuk,meskipun peristiwa kehidupan silih berganti,dan kesusahan selalu melanda orang percaya,akan tetapi keyakinan iman kepada Allah akan selalu menjadi energi yang menghidupkan orang saleh. Kekuatan untuk bertahan hidup di dalam masa sulit tidak terletak pada harta benda,tetapi ada di dalam tangan kasih Allah.(band.1 Kor.10:13;Pil.4-13,19)

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Ceritakanlah kesusahan atau kemalangan yang pernah menimpa kehidupan pribadi atau keluarga saudara.

2.    Apakah penderitaan itu disebabkan penghukuman Allah,ataukah disebabkan ulah kita sendiri?

3.    Bagaimanakah saudara menyiasati kesulitan yang melilit?

 

KESETIAAN TUHAN DALAM JANJINYA

 

Bahan Alkitab : Mazmur 132:11-18

PENGANTAR

Kitab Mazmur disebut sebagai doa dan pujian yang diilhamkan Roh.Ditulis secara umum untuk mengungkapkan perasaan mendalam hati sanubari manusia dalam hubungan dengan Allah.Mazmur 132 merupakan bagian dari kumpulan nyanyian ziarah.Mazmur ini termasuk dalakumpulan tersebut karena cirinya sebagai nyanyian arak-arakan yang sangat mungkin dibawakan secara antyphonis.Pada dasarnya Mazmur 132 adalah nyanyian tentang Sion terkait tindakan Daud membawa Tabut Perjanjian ke Yerusalem.Mazmur 132  ditulis sebagai seruan permohonan agar Tuhan mengingat kembali umat-Nya dibawah kepemimpinan dinasti Daud sesuai dengan janji-Nya kepada Daud

 

MEMAHAMI NAS

     Ayat 11-13 :

     Tuhan mengetahui dalamnya kasih Daud kepada-Nya.Tuhan berjanji akan membalas kesetiaan Daud yang besar serta ditetapkan-Nya keturunan Daud sebagai raja sepanjang sejarah Israel,termasuk Salomo.Kita mempelajari dua hal: 132:14-16 – Tuhan adil dan bijaksana karena Ia tidak pernah melupakan kasih dan kesetiaan anak-Nya.Kesetiaan pengabdian daud kepada Tuhan adalah teladan bagi generasi selanjutnya.Tuhan adil dan bijaksana;Ia tidak pernah melupakan kasih dan kesetiaan anak-Nya yang berseru kepada-Nya.Suatu kerajaan yang kokoh akan digenapi pada saat kedatangan Yesus Kristus sebagai Raja.Dialah yang diurapi oleh Allah.Semua musih-Nya akan ditaklukkan-Nya dan semua umat-Nya beroleh kemenangan. Sambutlah kedatangan-Nya.

     Ayat 17-18 :

     Tuhan telah memilih Sion.Karena pilihan ilahi ini akan ada berkat-berkat rohani maupun materi bagi Sion dan keturunan Daud.Sementara itu musuh-musuh Israel akan mendapat malu.Demikianlah Allah mengangkat sederetan keturunan Daud,dan mencapai puncaknya melalui Yesus Kristus,Terang DuniaDan ini juga merupakan respon Allah dari apa yang sudah dibuat Daud tentang ketaatannya.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Kemegahan,Keagungan dan kedasyhatan Tuhan tidak tergambarkan dari kacamata manusia.Dia selalu setia kepada umat pilihan-Nya.Mengapa terkadang kita sebagai orang percaya masih cenderung meragukan kesetiaan-Nya.

2.    Renungkanlah dalam kehidupan saudara setia dan taat dalam tugas dan tanggungjawab selaku warga gereja?

 

REFLEKSI

     Ketaatan dalam kehidupannya membuat Daud menjadi orang yang berkenan di hati Allah.Meskipun dia sudah menjadi Raja,dia tetap menjadi orang yang rendah hati,dan tetap merendah dihadapan Allah.Hatinya fokus pada Allah,dan Allah menjadi prioritas dalam hidupnya sehingga berkatnya sampai kepada keturunannya selama-lamanya yang berpuncak pada Mesias.Jika kita memprioritaskan Allah,dalam kerendahan hati,berkat yang datang pada kitapun akan terus mengalir sampai anak-anak cucu kita.Allah tidak pernah berdusta.Apapun yang dijanjikan itu pasti akan ditepati.Untuk itu kita harus belajar mempercayai janji-janji Allah.Dan untuk mengetahui janji-janji Allah bagi hidup kita ini,kita harus rajin membaca Kitab Suci dan merenungkannya setiap saat.Kita harus meyakini dengan pasti bahwa semuanya yang dijanjikan Allah itu pasti digenapi jika kita memiliki iman,memiliki kasih kepada Allah dan memiliki kerendahan hati seperti Daud.Dengan demikian kita belajar untuk tidak kuatir akan apapun dalam kehidupan ini, karena ada Allah yang telah berjanji untuk kebaikan kita serta menjamin janji-Nya itu akan digenapi.Allah itu setia. Meskipun Daud mengalami jatuh bangun dalam hidupnya,dan meskipin keturunannya mengalami jatuh bangun dalam sejarah mereka.Allah tak pernah mengkhianati perjanjian-Nya yang telah diberikan kepada Daud.Sampai kapanpun nama Daud disebut,dan janji-jani-nya selalu diingat terutama di dalam penggenapannya di dalam keturunannya:”Yoshua Hamashiakh”,Yesus Kristus itu. Kiranya kita makin kokoh dalam iman kita.

KEMENANGAN YANG BERESIKO 

Bahan Alkitab : 2 SamuEl 8:1-14

PENGANTAR

     Semua orang mengenal Daud.Kita mengenal dia ketika Tuhan Allah memilih dia. Barangkali banyak orang sampai hari ini masih bertanya-tanya apa yang Tuhan Allah lihat pada diri Daud?Ketika dia berhadapan dengan Goliat yang raksasa itu,ternyata Daud menang.Ketika ia terlibat dalam tarikan cinta erotis bersama Barseba,Tuhan masih memberi keampunan.Doa minta ampun yang sangat terkenal itu membuat kita kadang-kadang terheran-heran,sebab Daud diampuni dosa-dosanya.Mazmur 51memberi pada kita kisah seorang yang minta ampun karena telah melakukan perbuatan seksual yang hampir menjerumuskan dia dalam jurang dosa yang terampuni.

     Untung Tuhan Allah segera mendengar luapan hati berdosa ketika Daud berkata: ”kasihanilah aku ya Tuhan menurut kasih setia-Mu,hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar”.Bersihkanlah aku dari kesalahan dan tahirkanlah aku dari dosa-dosaku”.Kita menemukan disini acuan pikiran manusia yang tahu diri dan segera menghadap Allah untuk mohon belas kasihan. Banyak sekali aspek pengampunan yang muncul di dalam doa ini.Dan yang sedang kita kejar dalam mengenal Daud dan kisah hidupnya ialah mengapa justru Allah mempkenkan dia terus menang bahkan bukan saja ditempat pertempuran yang terjadi,tapi kemanapun ia pergi.

     Penulis kita Samuel yang kembali memunculkan ide kenangan Daud peroleh dengan begitu jelas.Jika kita renungkana baik-baik,menurut saudara-saudara mengapa Tuhan memberi kemenangan kepada Daud “kemana saja ia pergi”.Ada apa dibalik kalimat ini?Apa ukuran kemenangan Daud dilihat dari pengalaman kita selaku orang-orang biasa?Bukan saja karena Daud taat,tetapi karena Tuhan sendiri yang berkenan dan ingin membuat dia kokoh dan keturunannya bertambah-tambah:7:23-26.Janji Tuhan ini berdampak luas dalam karya dan pekerjaannya. Itulah yang kita temui dalam 2 Samuel 8:1-14.

PEMAHAMAN DAN PENDALAMAN TEKS.

      Ayat 1 :Daud mengalahkan orang Filistin dengan cara memudarkan dan  mengambil kendali pemerintahan bhaik atas kota-kotanya juga atas seluruh rakyat.

     Ayat  2 :Mengalahkan orang Moab dengan cara menyuruh menyuruh mereka berbaring di tanah.Tali yang digunakan untuk mengukur itu dengan tujuan mengetahui seberapa banyak orang yang nanti dan sudah mati dan sebera lagi yang dibiarkan hidup.Selain itu Moab harus membayar upeti kepada Daud.

     Ayat 3-6 : Mengalahkan raja Zoba yaitu Hadadezer bin Rehob serta ditawannya 1.700 pasukan berkuda dan 20.000 orang pasukan berjalan kaki.Bersama dengan ia menawan 20.000 orang Aram yang datang menolong raja Zoba.Mereka juga diharuskan membayar upeti kepada Daud.

     Ayat 7-8:Segala milik terutama perisai-perisai emas dari pasukan Hadadezer dibawanya ke Yerusalem.

     Ayat 9-12 : raja dari negeri Hamat yaitu Tou turut mengunjungi Daud untuk mengucapkan selamat atas kemenangan Daud. Anaknya, Yoram, menghadiahkan kepada Daud sejumlah hadiah antara lain emas dan perak. Segala pemberian bersama-sama dengan hasil rampasan dari Aram, Moab,Amon,Amalek dan Falistin diangkut semua ke Yerusalem.

    Ayat 13-14 : mengalahkan 18.000 orang Edan.Ini bukti bahwa Daud menghampiri seluruh negeri-negeri asing.Puncak dari semua peperangan ini tidak lain ialah Tuhan memberi kemampuan kepada Daud kemanapun ia pergi berperang.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Hal-hal apa dalam diri anda yang membuat anda selalu berhasil atau sukses? Bagaiman anda mengungkapkan peran Tuhan di dalamnya?

2.    Dalam hal apa kisah Daud yang pergi berperang dan selalu menang itu mencerminkan kisah anda dan kisah keluarga anda sendiri?

3.    Apakah keyakinan anda berubah ketika anda tidak berhasil dalam pekerjaan anda.Jika ya,dalam hal apa?Jika tidak,mengapa?

 

APLIKASI

     Tentu Daud tidak sendiri melakukan peperangan yang begitu banyak dan besar.Indikasi menunjukkan bahwa ia berdiri dihadapan Tuhannya dengan penyerahan diri meminta restu untuk apa yang dia lakukan termasuk berperang sekalipun.Ia berdoa minta Tuhan menunjuk jalan terbaik kepadanya,dan Tuhan melakukannya.Terbayangkan oleh kita bagaimana dan cara apa Daud berdoa.Dan kita melihat apa yang Tuhan lakukan terhadap Daud.Keluarganya diberkati, keturunannya sendiri diberkati,kerajaannya diberkati:7:27-29.Doa-doanya yang Daud ungkapkan kepada Tuhan dapat juga kita lakukan.Lihat kondisi kita sendiri saat kita berdoa.Kita tidak mungkin membeberkan semua hal tentang kita,atau mengatakan betapa baik dan benar kita,namun betapa baiknya Allah.Mungkin kita tidak memohon pertolongan tetapi bantuanlah dan jalan keluarlah yang kita peroleh.Ketika kita berkata seperti Daud:”Engkau telah menjanjikan perkara yang baik bagi hamba-Mu”,peganglah dan yakinlah.Ketika kita berkata seperti Daud:”Kiranya sekarang Engkau membuktikan hambaMu supaya tetap ada dihadapan-Mu untuk selama-lamanya”,lakukanlah itu dengan sebenar-benarnya.Karena Tuhan kenal siapa kita dan Ia sempurnakan itu.

 

 JANJINYA : MELINDUNGI DAN MENJAGA

 

Bahan Alkitab : Ulangan 7:12-16

PENGANTAR

     Kitab Ulangan diartikan sebagai ungkapan “inilah perkataan-perkataan itu”.Perkataan-perkataan” dari pidato Musa sebelum ia meninggal.Secara umum,kitab Ulangan mengisahkan pengulangan akan janji Allah kepada kepada umat Israel pada waktu mereka berkemah disisi timur sungai Yordan sebelum memasuki tanah Kanaan.Adapun pengulangan janji Allah yang diungkapkan tersebut berkaiatan dengan janji atas nenek moyang Israel,daftar kewajiban selaku umat, berkat dan kutuk serta aturan penyimpanan dan pembacaan dokumen perjanjian. Semuanya itu mengingatkan agar umat menyadari arti penting menjadi umat Tuhan.Jadi “perkataan-perkataan” Musa menjadi sangat penting karena mendorong umat untuk menyerahkan diri kepada Allah agar hidup “berbahagia” dengan segala berkat-Nya dan menerima akibat jika mengingkari perjanjian tersebut.

     Ulangan 7 menjadi bahagian dari kitab Ulangan yang merupakan kitab kelima dan terakhir dari kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.Secara garis besar Ulangan 7 dibagi menjadi dua bagian:

·         Pertama,Ulangan 7:1-11 menceritakan bagaimana sikap terhadap penduduk tanah Kanaan,

·         Kedua,Ulangan 7:12-26  menceritakan tentang janji berkat Allah kepada umat Israel.

     Ada empat hal yang menjadi penekanan dalam Ulangan 7,yaitu:

·         Kekuasaan Allah.

Kekuasaan Allah pada otoritas janji yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang Israel.Allah memiliki kuasa untuk melaksanakan janji-janji-Nya

·         Kesetiaan Allah.

Kesetiaan Allah menjadi dasar bahwa Allah dapat diandalkan dalam setiap aspek kehidupan.Kesetiaan dalam menyertai dan membawa umat menuju tempat terbaik yaitu tanah perjanjian membuat umat tidak takut dan gelisah,karena Allah selalu menjaga dan melindungi.

·         Kasih Allah.

Kasih-Nya menjadi dasar untuk memulai dan mengenapi semua janji-janji Tuhan.Oleh karena itu harapan utama  dari umat adalah umat harus mengasihi Allah.Tanpa kasih,hubungan dengan Allah tidak mungkin terwujud.

·         Penyerahan diri umat kepada Allah.

Akhirnya bagaimana umat menyerahkan diri seluruhnya pada otoritas kehendak Allaj,kehendak nAllah dalam setiap segi kehidupan seperti diatur dalam perintah-perintah di dalam perjanjian.

 

PENJELASAN NAS

     Ayat 12 :

     Tuhan ingat dan menyatakan kembali janji-janji-Nya kepada umat Israel sebagaimana yang Tuhan nyatakan kepada nenek moyang mereka.Namun ditekankan adanya relasi timbal balik dari umat…”karena kamu mendengarkan…” maka pengenapan janji Tuhan itu akan nyata.Ada syarat timbal balik dalam menerima berkat Tuhan.Jika umat mendengarkan dan melakukan kehendak Tuhan,maka berkat itu akan diberikan.Jika umat menolak melakukan kehendak-Nya,maka berkat itu tidak diperoleh.

     Ayat 13-15

     Janji berkat yang akan diberikan Tuhan kepada umat Israel,yaitu:

·         Mengasihi engkau,

·         Memberkati engkau,

·         Membuat engkau banyak,

·         Memberkati buah kandunganmu,

·         Memberkati hasil bumimu :gandum,anggur,minyak.

·         Memberkati ternak,

·         Tidak ada kemandulan manusia dan hewan

·         Tidak ada penyakit.

     Semuanya itu akan diberikan dengan konsekuensi jika umat setia dan taat kepada Tuhan.Semua berkat tersebut menjadi wujud penjagaan dan perlindungan Tuhan dalam memasuki dan menempati tanah perjanjian.Tuhan ingin umat-Nya damai dan tenteram taanpa takut dan gelisah.Tuhan ingin umat-Nya berada dalam kenyamanan hidup di tempat yang baru

 

     Ayat 16 “.

     Allah memberi jaminan bahwa selama mereka setia kepada-Nya dan mematuhi perjanjian anugerah yang telah disepakati itu,maka Allah juga akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya.Satu perkara harus dicegah,yaitu: tidak ada ilah lain kecuali Allah sendiri.Jadi,janji dan berkat Tuhan itu jelas.janji-janji dan berkat-berkat Allah hanya tersedia bagi umat-Nya Israel yang setia,-percaya dan taat.Jikalau umat Israel tidak mampu menjalankan kesetiaan dan ketaatan,akan membelenggu dan menjerat mereka sendiri.Segala berkat akan diambil dari kereka.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI.

1.    Banyak pengalaman hidup yang dilalui: suka duka,keberhasilan kegagalan dan sebahgainya.Coba ungkapkan kenyataan saat kita menghadapi pengalaman tersebut.

2.    Apa yang membuat kita merasa ragu dan takut dalam menghadapi kehidupan ini?

3.    Bagaimana cara kita meyakini bahwa Tuhan melindungi dan menjaga kita?.

 

 BERHATI-HATILAH DENGAN HATIMU

 

Bahan Alkitab : Pengkhotbah 9:13-18

PENGANTAR

     Kitab Pengkhotbah dalam PL tergolong dalam kitab-kitab hikmat.Dan hikmat diperoleh dari dua sumber utama,yaitum”pengalaman dan pemikiran”.Setiap orang walaupun tidak berpendidikan dapat memperoleh hikmat dari pengalaman hidup sehari-hari dan hikmat itu sering diungkapkan dalam bentuk peribahasa atau perumpamaan.

    Jenis hikmat kedua memang lebih teoritis yang diperoleh melalui pemikiran. Berdasarkan pelajaran di sekolah atau tuturan guru atau hasil penelitian para ahli dalam bidang tertentu.Hikmat yang teoritis  itu dapat kita temukan dalam wejangan hikmat seperti Amsal,masalah penderitaan semisal Ayub dan renungan tentang makna hidup manusia seperti Pengkhotbah.

     Dalam Pengkhotbah 1:1-3,pengkhotbah merenungkan tujuan hidup manusia yang fana bahwa segala sesuatu adalah sia-sia.Untuk apa hidup ini,tidak ada gunanya. Namun dia tidak berputusasa dan berusaha tetap memahami suatu patokan hidup yang berarti.Dia membulatkan hatinya untuk memeriksa dan menyelidiki dengan hikmat segala yang terjadi dibawah langit seperti memiliki pekerjan, kesenangan, kemakmuran,kehormatan dan juga hikmat itu sendiri.Pengkhotbah menyimpulkan bahwa semuanya itu tidak memuaskan hati manusia.tetapi dia tetap percaya kepada Allah dan yakin bahwa rencana Allah akan dilaksanakan pada waktunya.

     Pengkhotbah senantiasa melihat hidup ini apa adanya agar ia tidak frustrasi, putus harap dan kecewa.karena memang kenyataan seringkali tidak sesuai dengan harapan,bahkan tampak jelas ada yang kontraditif dalam hidup ini..”ada orang-orang benar,yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik,dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang ;ayak untuk perbuatan orang benar..”

    Banyak juga orang yang memandang orang lain dan hidup ini sepesimis Pengkhotbah,melainkana memandang orang lain dan kehidupan ini baik adanya. Akan tetapi,betapa kagetnya mereka jika yang dipandang baik itu melakukan sesuatu yang buruk padanya dan kehidupan yang dipandang tidak sesuai fakta.

PEMAHAMAN PERIKOP

     Dalam pasal 9:13-16,Pengkhotbah kembali mengungkapkan ironi kehidupan.Ayat 14-15 dikisahkan bahwa ada sebuah kota kecil yang dikepung dengan peralatan militer.Di kota itu ada orang miskin dan rendah yang dibanding dengan raja yang besar,namun berhikmat.Dengan siasat yang cukup jitu,si orang miskin yanng berhikmat itu telah berjasa menyelamatkan sebuah kota itu dari pengepungan dan penghancuran oleh seorang raja besar dengan peralatan militernya.Biasanya yang besar dan kuat menang terhadap yang kecil dan lemah,tetapi disini tidak demikian halnya.Namun setelah keadaan menjadi aman karena bahaya sudah lewat, tidak ada orang yang mengingat si miskin daan dia dilupakan begitu saja.Seolah-olah jasa-jasanya tak bermakna,Jangankan diberi penghargaan,diingat saja pun tidak.Sungguh malang.Nampakanya  adalah hal yang biasa dalamm kehidupan kalau manusia itu mudah melupakan,suka pandang bulu dan tidak tahu berterima kasih.

     Karenanya bersikap realistis jauh lebih baik agar orang tidak kecewa terhadap kehidupan yang demikian.Itulah yang tergambar dalam ayat 17-18,Pengkhotbah mengatahan bahwa pada satu sisi memang betul kalau hikmat itu bermanfaat jika direnungkan dengan sungguh-sungguh.Jauh lebih baik dari teriakan keras dan berwibawa daripada penguasa.Namun walaupun demikian,pada ayat 18,Pengkhotah tidak hanya memperlihatkan keunggulan dari hikmat,”Hikmat lebih baik dari alat-alat perang,tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik”,tetapi juga keterbatasan dari hikmat itu sendiri.Meskipun hikmat pada satu pihak lebih baik dari alat-alat perang,namun satu orang yang keliru dapat merusak banyak hal yang baik.Dengan kata lain,orang boleh berbuat baik sepanjang hidupnya,orang boleh berhikmat,banyak berjasa sepanjang hidupnya,,akan tetapi sekali saja dia melakukan kekeliruan,keteledoran atau kesalahan,maka semua yang baik,semua jasa yang sudah ditorehkannya akan rusak dan hancur.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Apakah ada Presbyter Jemaat kita yang adalah orang miskin?

2.    Apakah Gereja lebih sering mendengarkan orang-orang yang lebih menguntung gereja?

3.    Apakah akibat yang diterima oleh Gereja karena lebih sering bersikap lebih baik dan santun kepada orang-orang yang menguntungkan gereja?

4.    Mengapa manusia sering,mudah dan sengaja melupakan kebaikan orang lain?

5.    Apa sesungguhnya motif mereka yang suka menilai negatif orang lain,padahal kekeliruannya  masih bisa dimaklumi?

6.    Bagaimana caraanya agar kita tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif kepada orang lain yang melakukan sebuah kekeliruan?

 

APLIKASI ATAU PENERAPAN

     Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita peroleh dari perikope ini,antara lain:

·         Pengkhotbah mengatakan bahwa hikmat lebih baik daripada kekuatan dan keperkasaan:9:16.Karena yang berhikmat adalah orang miskin,maka ia tidak mendapat perhatian dari masyarakat.Manusia sering memandang rendah orang lain dari penampilannya.Disini sepertinya ada kritik bagi kita bukankah ukuran yang demikian yang biasa kita pakai dalam mendengarkan orang lain. Kalau ada seseorang yang mengungkapkan pendapat,orang cenderung untuk tidak menganalisa pendapatnya tetapi mempertanyakan”siapa sih orang itu”? Dikiranya siapa dia?”.Di dalam persekutuan gereja tepatnya GMIT Marturia dapat dipertanyakan apakah orang miskin didengarkan?Memang orang miskin diperhatikan ,diberi diakonia,tetapi apakah didengarkan?Apakah mereka juga dihadirkan dalam rapat-rapat gereja?

·         Manusia cenderung untuk melupakan kebaikan dan pertolongan orang lain, apabila dia sudah keluar dari lilitan masalah yang dihadapi,atau ketika dia sudah mendapat apa yang diharapkannya?

·         Manusia cenderung juga untuk menilai atau memperbandingkan dan mempertandingkan dan menyimpulkan sebuah perbuatan keliru jauh lebih berat  nilainya dengan begitu banyak perbuatan baik.Sehingga perbuatan keliru itu yang belum tentu fatal dijadikan kacamata untuk menilai seseorang.

MENJADI ORANG YANG DIPERCAYA

 

Bahan Alkitab : Efesus 4:25-32

PENGANTAR

     Menjadi orang Kristen berarti kita mengenal Tuhan Yesus Kristus yang kita imani. Mengenal Tuhan berarti pula kita hidup di dalam Dia dan melakukan kehendak-Nya. Inilah kehidupan orang percaya yang sudah ditebus dan kehidupan sebagai manusia baru.Selanjut kehidupan orang Kristen adalah menunjukkan cara nyata sebagai orang tebusan Allah,yang oleh Paulus disebut sebagai manusia baru.Jika hidup sebagai manusia baru maka kehidupan sebagai manusia lama harus ditanggalkan dan ditinggalkan,di buang dari kehidupan,karena manusia lama bertentangan dengan manusia baru.Dalam tulisannya,Paulus memberikan nasehat praktis untuk mereka yang hidup sebagai manausia haru.

PENJELASAN NAS.

     Ayat 25 :

     Paulus memulai bagian ini dengan menulis,”Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain,karena kita adalah sesama anggota”. Kehidupan sebagai manusia baru harus dimulai dengan pengertian bahwa ia ada untuk membangun kehidupan dalam ketulusan dan kejujuran.Ia harus menyatakan kehidupan dan melakukan apa yang baik dan benar,maka tepatlah jika pertama-tama yang dilakukan tidak berdusta kepada orang lain,tetapi berkata benar.Dusta, kebohongan dan ketidakbenaran mengakibatkan kekacauan.Apapun akan kacau jadinya jika dibangun diatas dasar dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain.Dari kebenaranlah terciptakan kebaikan dan kedamaian.

     Ayat 26

     Dalam relasi dengan orang lain,bisa saja terjadi kemarahan.Tetapi harus pula diingat bahwa kemarahan dengan mengumbar emosi itu berbeda.Ada yang disebut dengan kemarahan yang benar.Artinya,marah karena kepedulian untuk memperbaiki yang tidak baik.Marah karena menentang keburukan,ketidakbaikan,ketidakadilan dan jenis kejahatan lainnya serta semua hal yang berdampak buruk bagi manusia dann sekitarnya.tetapi sebaliknya mengumbat emosi yang berlebihan dan tidak terkendali hanya karena tersinggung,tidak menerima keadaan dan situasi atau kondisi yang tidak sesuai dan tidak memenuhi keinginan.Paulus katakan:”Apabila kamu menjadi menjadi marah,janganlah kamu berbuat dosa..”.Jangan kemarahan kita justru berdampak sangat buruk:terjadi perselisihan, perseteruan, permusuhan, percekcokan dan perkelahian.Jika hidup kita begini maka kita masih hidup dalam dosa,hidup manusia lama.

     Ayat 27-31

     Jika kita membiarkan diri kita melakukan hal-hal yang jahat,maka sesungguhnya kita memberi kesempatan kepada iblis untuk menguasai kita.Jangan memberi peluang kepada iblis untuk menguasai hati dan pikiran kita sehingga ia berkesempatan untuk mengintervensi tindakan-tindakan kita.Kita akan melakukan apa yang ia katakan untuk kita lakukan.Dalam penjelasan kehidupan sebagai manusia baru,Paulus mengingatkan secara tegas,..”jangan beri kesempatan kepada iblis”.Jangan coba-coba.Jangan menguji kekuatan iman dengan bernegosiasi terhadap kejahatan.Sedikit saja kita beri peluang kepada iblis,maka kita akan jatuh. Benar-benar tidak memberi kesempatan kepada iblis untuk mengobok-obok hati kita dan pikiran kita.

 

     Bagian nas ini mengingatkan :

·         Jangan mencuri.

Yang harus dilakukan adalah hidup jujur.Bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik.dengan demikian ia akan diberkati dan ia akan diberikan kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang lain.Hal ini menunjuk kepada kehidupan yang berguna untuk berbagi dengan sesama.

·         Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulut.

Perkataan kotor berarti perkataan yang tidak baik.Perkataan yang tidak baik adalah penghujatan terhadap Allah,dampaknya adalah mengacaukan kehidupan.Setiap perkataan yang lahir dari manusia baru haruslah perkataan yang baik,yang positif, memuliakan Allah,membangun kehidupan dan mereka yang mendengar akan beroleh kasih karunia.Mereka merasakan kedamaian, hidup damai dan sukacita.

·         Perkataan dan perbuatan jahat yang kita lakukan akan mendukakan Roh Kudus.Perbuatan yang jahat hanya akan menunjukkan betapa kita adalah orang-orang yang tidak tahu bersyukur,padahal kehidupan kita sedemikian dipenuhi dengan kebaikan Tuhan.

·         Yang harus dibuang oleh orang percaya yang hidup sebagai manusia baru adalah semua bentuk kesia-siaan hidup: kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah serta segala jenis kejahatan.

     Ayat 32 :

     Bagiana nas ini menjadi suartu kesimpulan dari Paulus,setelah ia menjelaskan secara detail apa yang harus ia lakukan dan apa yang tidak boleh ia lakukan.Apa yang menyukakan hati Tuhan apa yang mendukakan Roh Kudus Allah.Simpulan Paulus,orang Kristen itu harus baik hati.Semua yang dilakukan berangkat dari hati yang tulus dan penuh kasih.Orang Kristen itu harus ramah,penuh kasih dan pengampunan.hanya mereka yang mengenal Kristus dan hidup di dalam Dia saja dapat hidup sebagai manusia baru,dan selalu berbuat baik tanpa menyerah.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Apa arti manusia baru bagi saudara?

2.    Apa kendala yang sering saudara temukan dalam kehidupan saudara yang membuat saudara menjadi orang yang masih menunjukkan kehidupan sebagai manusia lama?

3.    Apa yang seharusnya saudara lakukan supaya dapat hidup dalamm ketaatan sebagai manusia baru?

 

MULIAKAN TUHAN DENGAN TULUS.

 

Bahan Alkitab : Mazmur 96:1-13

PENGANTAR

     Kata “Mazmur” berasal dari bahasa Ibrani “Mizmor”,yang artinya “nyanyian yang diiringi dengan alat musik”.Dalam PL bahasa Ibrani,”Kitab Mazmur” disebut “Tehillim”, yang artinya “Puji-pujian”.Kitab Mazmur sebagai Kitab puji-pujian untuk ibadah Israel yang isinya menyaksikan kebesaran Tuhan dan kemahakuasaan-Nya.bahkan sebagaian besar berisi kebenaran firman Tuhaan bagi kehidupan Israel.Karena itu, oleh gereja di zaman modern,Kitab Mazmur juga dijadikan dasar untuk pemberitaan firman Tuhan dan perenungan tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan ajaib bagi umat-Nya disegala abad.

    Hari ini,kita menerima kesaksian Mazmur 96:1-13.Mazmur ini tidak menyebut nama penulisnya.Mungkin secara historis,Mazmur ini umumnya sudah terlalu tua sehingga tidak dikenal lagi siapa penulisnya atau anonim.Tetapi Mazmur ini kesaksian dianggap sebagai penting,karena isinya tentang :keselamatan,kebesaran dan kemuliaan Allah.

     Mazmur ini digunakan dalam ibadah Israel untuk menghormati Allah yang dinubuatkan akan datang sebagai Hakim atas kehidupan umat manusia yang tidak tulus kepada-Nya.Mazmur 96:1-13 ini,sifatnya kesaksian tentang kebesaran Allah yang tidak sama dengan para ilah bangsa-bangsa di sekitar Israel.Semua hanya patung yang tidak punya mata untuk melihat dan berbuat apa-apa seperti yang dipikirkan bangsa itu.Tetapi Tuhan Israel adalah hidup,tidak bisa diperlakukan secara tidak adil dan tidak terhormat oleh siapapun akibatnya bisa fatal.

 

PENJELASAN NAS

     Mazmur 96:1-13 ini terdiri atas dua rumpun,dan masing-masing dengan pokok kesaksian tersendiri.Namun,keduanya terikat pada satu tema,yaitu ;’KEMULIAAN TUHAN”.

·         Rumpun pertama : 1-6

Mengungkapkan bahwa Tuhan bertakhta di atas puji-pujian umat-Nya. Pemazmur mengatakan:”Nyanyikanlah nyanyian baru” bagi Tuhan:96:1 dan “Pujilah Tuhan:96:2.Pada:96:3,pemazmur mengajak semua orang untuk menceritakan kemuliaan Tuhan dalam perbuatan-Nya yang ajaib,dasyhat dan agung.Tuhan beda dari ilah yang tidak bisa apa-apa.

·         Rumpun kedua : 96:7-13.

Pemazmur mengajak umat untuk menghormati Tuhan sesuai kemuliaan-Nya. Dalam ibadah kepada Tuhan,gemetarlah karena kekudusan-Nya yang dasyhat. Pemazmur menyinggung persembahan dalam ibadah bagi hormat dan kemuliaan Tuhan.menurut aturan Taurat,bila mempersembahkan domba sembelihan harus tidak cacat,bila mempersembahkan sembako harus yang terbaik,dan bila bermazmur harus dengan segenap hati,mempersembahkan puji-pujian harus memberitakan Tuhan sebagai Raja dan Juruselamat.

Artinya,memuliakan Tuhan harus dengan hati yang tulus dan penuh sukacita Bukan semaunya atau seenaknya atau dengan terpaksa.Sebagai contoh misalnya,Tuhan sudah melepaskan kita dari penderitaan atau kesusahan, maka syukur kita nyatakan dengan tetap percaya dan setia beribadah.Jika kita malas beribadah,kita tidak menghormati dan tidak memuliakan Tuhan.Tuhan yang sudah memberkati kita dengan limpah dan sukses,bawalah persembahan yang sesuai dengan kelimpahan berkat itu.Tuhan sangat sedih bila merasa berat dan mengerutu ketika memuliakan Tuhan dengan memberi persembahan.Dompet, pada umumnya terdiri dari tiga bagian,maka kita atur isinya sebagai berikut:

·         Bagian pertama (di depan),berisi uang seribuan buat kolekte

·         Bagian kedua(di tengah)berisi uang lima ribuan.

·         Bagian ketiga(paling belakang,pakai retsleting)berisi uang lima puluh ribuan dan seratusan ribu,buat ke mall.

     Kasihan,Tuhan sumber hidup dan sumber berkat kebagian nilai yang kecil.Ini tidak tulus, ini bulus,tidak sesungguhnya memuliakan Dia dengan persembahan,dan tidak adil.Karena sikap kita itu,maka Tuhan akan datang dan mengadili kita yang tidak tulus dan tidak adil kepad Tuhan.Tuhan berhak bertindak demikian untuk mengganjar sikap yang tidak pantas terhadap Tuhan itu

    Pada akhirnya,Maz.96:1-13 ini mempunyai dua sisi berita:

·         Bersifat pengajaran bagi umat Tuhan,dan

·         Sambutan bagi kedatangan Tuhan dengan sikap hidup yang kudus.


PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

     Marilah kita bersama masuk dalam percakapan kritis melalui diskusi dengan berpedoman denhgan pertanyaan pengarah sebagai berikut:

1.    Saudara selalu membawa persembahan dalam ibadah,baik ibadah Minggu maupun ibadah di kelompok kategorial serta ibadah Keluarga di Rayon . Cobalah jelaskan bagaimana seharusnya kita memuliakan Tuhan dengan persembahan?

2.    Menurut pendapat saudara,apakah sebenarnya yang menyebabkan sikap ketidak-tulusan umat kepada Tuhan?

3.    Apa yang harus kita benahi dalam hidup beriman yang btulus dan adil?

 

KESAKSIAN SAUDARA SEIMAN YANG MEMBERKATI

 

Bahan Alkitab : Ibrani 11:32-34

     Penulis surat Ibrani dengan mahir menggunakan bahan Perjanjian Lama dengan menyebut para tokoh iman,misalnya Habel, Nuh, Abraham, Isak, Yakob, Yusuf, Musa, Rahab, Gideon,Barak,Simson,Yefta,Daud,Samuel dan para nabi.Kesaksian hidup beriman mereka di masa lampau menjadi contoh bagi umat sampai hari ini.Para tokoh Alkitab itu menjalani hidup beriman mereka dengan penyerahan diri meskipun sering jatuh dalam kelemahan.

     Kesalahan itu manusiawi tetapi bukan untuk dilakukan pembiaran yang tidak bertanggungjawab.Allah menggunakan pribadi-pribadi ini dan berbicara dengan mereka perihal kehendak-Nya bagi manusia.Kita diingatkan bahwa kesaksian iman saudara-saudara kita yang mengasihi Tuhan Yesus dapat menjadi berkat untuk meneguhkan iman dan memperkaya wawasan iman kita tentang kuasa Allah dan pertolongan-Nya yang ajaib bagi setiap orang yang berseru dalam nama Yesus.

 

PENDALAMAN NAS

     Kesukaran yang dihadapi banyak orang Kristen bahwa mereka sering melihat masalah dengaan kacamata pembesar kekuatiran dan ketakutan.Cara seperti ini tidak menghasilkan solusi  memuaskan.Kita bisa berhadapan dengan masalah baru yang tak kalah peliknya.Tanpa hikmat Tuhan,kita bisa terbelenggu dalam pelbagai masalah yang tak mudah dipercahkan.Jika tak kuat menghadapi,orang bisa frustrasi dan gelap mata.Mereka bisa melakukan tindakan kriminalitas dan jadi penyembah berhala yang memuja uang,seks bebas,alkohol dan jabatan.Alkitab memuat kisah para tokoh Alkitab yang dalam kondisi tertentu,Tuhan berbicara dan menyatakan kehendak-Nya.Persoalan mereka sendiri dijawab Allah sampai akhirnya mereka dipakai Tuhan sebagai alat penyelamatan.

     Beberapa tokoh iman patut ditiru perilakunya.Misalnya Gideon dengan pasukan 300 orang,mengalahkan orang Midian dan orang Amalek yang jumlahnya seperti belalang banyaknya:Hak.7:7-12.Bukan 20.000 0rang,bukan pula 10.000 ortang,tetapi 300 orang yang dikehendaki Allah supaya bangsa Israel bersyukur kepada-Nya.Tidak hanya Gideon,ada juga Barak,Simson,Yefta,Daud,Samuel dan para nabi yang melakukan perintah Tuhan dengan iman teguh.Mereka melakukan perkara besar dan ajaib sebab hidup dalam ketaatan mutlak kepada Allah.Mereka senantiasa berkomunikasi dan membaharui persekutuan dengan Allah tiap-tiap hari.

     Kita sepakat bahwa tidak ada seorangpun yang hidup tanpa masalah.Para tokoh Alkitab seperti Samuel:1Sam.3:7-18,dan Daud :2 Sam.12:11-14 diperhadapkan dengan masalah.Ternyata mereka peka terhadap kehendak Tuhan dan taat melakukan apa yang Tuhan minta.kerendahan hati dan penundukan diri pada otoritas Ilahi menjadikan mereka layak diposisikan sebagai panutan bagi semua orang percaya agar tidak hidup dalam kefasikan.

     Coba perhatikan saudara seiman dalam hidup persekutuan.Saya percaya dalam persekutuan ini terdapat orang-orang yang mengasihi Tuhan Yesus.Kisah mereka sama menariknya dengan pertobatan Daud dan ketaatan Samuel.Kita selalu dapat mengucap syukur jika setiap orang dapat mengalami berkat dalam kehidupan rohaninya.Pertolongan Tuhan bukan sebuah kebetulan biasa.Kita perlu mengimani bahwa kuasa Tuhan Yesus itu benar-benar terjadi dan memberkati orang-orang yang kita kasih;memberkati keluargta kita;memberkati gereja kita dan memberkati negara dan bangsa kita.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Ceritakan kisah iman saudara yang menurut saudara bersesuaian dengan pengalaman para tokoh dalam Alkitab.Sunggukah kisah iman itu membarui dan memperdalam kasih saudara kepada Tuhan Yesus?

2.    Bagaimana saudara dapat membantu anggota jemaat yang tak dapat bersaksi tentang kebaikan Tuhan setiap hari?Apakah benar bahwa kesaksian iman itu harus diceritakan untuk soal-soal yang besar seperti sembuh dari sakit kanker atau selamat dari kecelakaan maut?Bagaimana seharusnya?

 

JEMAAT DITENGAH MASYARAKAT

 

Bahan Alkitab : Roma 13:1-7

PENGANTAR

     Nasehat Paulus di dalam surat Roma 13:1-7 ini,menekankan bahwa jemaat di Roma ini berada ditengah masyarakat dan berada dibawah pemerintahan dan militer Romawi.Paulus memulai tulisannya di pasal 13 ini dengan mengatakan tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah,termasuk dirinya.Kemudian Paulus juga mengatakan bahwa pemerintah adalah hamba Allah.Alkitab Edisi Study mengatakan LMenaati pemerintah berarti membayar pajak untuk mendukung pemerintah dan militer Romawi.Hal ini sulit bagi pengikut Kristus karena mereka menganggap pajak-pajak itu sebagai penopang para kaiser yang tidak percaya kepada Allah dan bahkan menyatakann diri sebagai ilah)

    Lebih dalam lagi,Paulus mengatakan bahwa barangsiapa melawan pemerintah,ia melawan ketetapan Allah.Pokok-pokok pikiran ini kiranya dapat menuntun kita bersama ketika gereja berada ditengah masyarakat.

 

PERENUNGAN DAN CATATAN.

     Dalam kehidupan bermasyarakat,kita menghormati orang-orang yang ditempatkan Allah di dalam pemerintahan ini.Kita juga punya kewajiban-kewajiban sebagai warga negara yang harus ditaati.Kalau pelayanan pemerintah itu buruk bukan berarti kita tidak usah menaatinya

     Dapatlah dibayangkan,seorang Paulus tetap menempatkan dirinya sebagai seorang yang taat kepada pemerintah dan yang takut akan Tuhan.Bukankah ia juga berhadapan dengan pemerintah Romawi yang mencurigai dan mengancam dirinya?Di salah satu buku tafsiran,kata ”pemerintah” lebih cocok kalau digunakan “penguasa”, Karena pemerintah itu luas dan abstrak tetapi penguasa adalah jajaran orang yang berwenang.Mereka,dikatakan “berada diatas kita” dan karena itu kita harus “takluk” kepada mereka.

     Catatan 1:

     Paulus mengatakan bahwa tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah.Artinya,kita harus takluk kepada penguasa karena ia hamba Allah.Ketika kita berhadapan dengan penguasa,secara tidak langsung kita berhadapan dengan Allah.Para penguasa seyogianya menyadari bahwa mereka harus melaksanakan kehendak Allah.

     Sebagai penguasa,yaitu para penguasa Romawi   mulai dari kaiser sampai aparat pemerintahan di propinsi dan kotapraja,sekalipun mereka menyembah dewa dan kadang-kadang merugikan orang Kristen,mereka harus dianggap sebagai pemerintah yang ditetapkan oleh Allah.

     Catatan 2 :

     Dikatakan oleh Paulus,barangsiapa melawan pemerintah,ia melawan ketetapan Allah.Orang demikian mendatangkan hukuman atas dirinya.Hukuman siapa?Tentu dari penguasa tetapi yang lebih parah hukuman itu juga dari Allah.

     Paulus meletakkan satu patokan sikap orang-orang Kristen terhadap pemerintah. Gereja harus menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga yang ada dilingkungannya. Gereja harus mengikuti aaturan-aturan yang ada,melaksanakan kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya.tetapi gereja juga harus berani menyatakan sikapnya dengan tegas namun santun.

     Catatan 3 :

     Gereja tidak boleh melepaskan dirinya dari pergumulan bangsa Indonesia. Gereja harus mengajak umatnya untuk membawa negara Indonesia menuju masa depan yang semakin penuh tantangan.Gereja turut membentuk kader-kader yang akan duduk di pemerintahan sehingga mereka tidak menjadikan ndirinya “penguasa” tetapi abdi masyarakat yang melayani dengan hati.Seorang pemimpin Kristen adalah bukan penguasa yang memerintah,melainkan seorang’hamba yang memimpin’,karena itu seorang pejabat Kristen adalah abdi yang takut akan Tuhan.

Catatan perenungan: Prof,Dr.Sularso Sopater dalam tulisannya yang berjudul:”Upaya Bertheologi Dalam Konteks Pancasila: mengatakan :Bertheologi bukanlah monopoli dari para theolog dan civitas akademika Sekolah-sekolah Theologia saja,seperti yang diduga oleh kebanyakan orang.Dr.Eka Darmaputra menyebut secara sederhana bahwa “theologi adalah upaya untuk merumuskan penghayatan iman Kristiani dalam konteks ruang dan waktu yang tertentu”.(Konteks Bertheologi di Indonesia, Jakarta: BPK Gunung Mulia,1988,hal.9) oleh sebab itu peran para penghayat iman Kristiani sangat penting,sebagai subyek-subyek yang menghayatinya dalam ruang dan dunia secara menyeluruh.Justru disanalah,segenap warga gereja, sebagai gereja yang btersebar dalam masyarakat,menjalankan fungsi bertheologinya, yaitu merumuskan penghayatan imannya,yang memandu tindak-tanduknya dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

PERNYATAAN DAN PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Kita bersyukur bahwa ada orang-orang Kristen yang terlibat dalam kebijakan-kebijakan pemerintah.Menjadi garam dan terang di dunia,itu sudah sering kita dengan.Dan tentunya,haruslah demikian.Menjadi kepanjangan tangan Tuhan dan sekaligus sebagai pewarta tentang Kerajaan Allah.Itu bukanlah hal sepele.Apa yang ingin saudara sampaikan kepada sahabat-sahabat kita yang bekerja di dalam pemerintahan ini?

2.    Jika kita mengikuti pembacaan ini,maka Paulus tidak mengajak orang Kristen disana untuk membenci pemerintah Romawi.Ia tidak menggiring orang-orang Kristen untuk memusuhi mereka.Diskusikanlah hal-hal apa yang pernah mengecewakan atau menggembirakan saudara ketika berhubungan dengan pemerintah Indonesia berkaitan dengan urusan saudara.

3.    Diskusikanlah maksud dari perkataan ini,”pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu”:13:4a.

 

BERBEDA DENGAN DUNIA

 

Bahan Alkitab : Lukas 6:27-36

     Mengikut Yesus karena mendambakan kehidupan yang nikmat adalah salah kaprah.Membayangkan hidup bersama Yesus adalah hidup tanpa beban dan tuntutan,  selalu memberikan ketenangan ketika kita gelisah,menguatkan ketika kita lemah,menyediakan tempat di sorga satu sat nanti tidak sama dengan ajaran Yesus. Keyakinan atau asumsi yang demikian tidak ditemukan dalam ajaran Yesus.

     Dibalik keselamatan dan tebusan ,ajaran Yesus penuh dengan tuntutan, yang sulit dilaksanakan.Orang Kristen ditantang untuk mengasihi musuhnya,berbuat baik kepada orang yang membenci.Minta berkat untuk orang yang mengutuk,berdoa bagi orang yang mencaci maki.Sebuh kondisi yang jauh dari kenikmatan,tetapi riskan dan penuh tantangan.Jangan mengikut Yesus sebelum kita siap dengan banyak sekali beban dan hal-hal yang tidak menyenangkan.

 

PEMAHAMAN TEKS.

     Konteks teks ini,ialah Yesus telah memanggil murid-murid-Nya:Luk.6:12-16. Mereka akan menjadi duta Kristus di dunia,membawa khabar baik di dunia.Kepada murid-murid-Nya,inilah yang Yesus ajarkan:Bagaimanakah seharusnya menjadi pengikut Yesus yang menjalankan misi Yesus di dalam dunia.Bagaimanakah seharusnya kualitas pengikut Yesus,atau bagaimanakah integritas pembawa khabar baik.

     Salah satu kualitas itu ialah pengikut Yesus adalah mereka yang mengasihi musuhnya, berbuat baik kepada oang yang membenci,memohon berkat Tuhan bagi yang mengutuk,berdoa bagi yang mencaci.Ajaran Yesus bertentangan dengan ajaran cerdik pandai Yunani. Lysias mengajarkan: adalah seharusnya seorang menghancurkan dan menyakiti  musuhnya tetapi melayani sahabatnya dengan baik.    Dikalangan Yahudi,sikap kasih sayang tidak membenci hanya terbatas bagi orang-orang sebangsa dan bukan terhadap musuh: Im.19:18.Oleh sebab itu Yesus memperkenalkan dan mengajarkan sebuah nilai yang tidak lazim pada saat itu. Tetapi,itulah identitas pengikut  Kristus,nilai itulah yang membuat pengikut Yesus berbeda dengan para cerdik pandai di dunia ini.Nilai yang menurut kita terlalu ideal,sebab dalam praktek ternyata kita lebih dekat dengan konsep orang-orang Yunani atau konsep orang-orang yahudi seperti yang ditemukan dalam Kitab Imamat

     Dengan perkataan lain,orang Kristen idealnya memiliki sesuatu atau sebuah nilai yang tidak dimiliki oleh dunia ini.Orang Kristen memiliki sesuatu yang unik,kalaun tidaak ada lagi keunikan itu,sehinggta pengikut Kristus sama saja dengan pengikut dunia ini atau barangkali orang Kristen lebih jahat dari pengikut dunia ini,maka orang Kristen telah gagal menjadi pengikut Yesus,sebab telah kehilangan identitasnya.

     Orang Kristen itu unik,itulah sebabnya teks ini mengatakan:”Mengasihi orang-orjng yang dekat dengan kita,berbuat baik kepada mereka,menolong mereka, semuanya itu tidak istimewa atau tidak luar biasa,sebab orang lain yang tidak mengenal nilai-nilai Kristiani,juga melakukan hal yang sama”.Tidak ada nilai lebih atau tidak ada keunikan dalam perbuatan seperti itu.

     Menindaklanjuti keunikan yang harus dimiliki pengikut Yesus:Yesus mengajarkan nilai-nilai itu dalam bentuk hiperbolis alias membesar-besarkan sesuatu yang tidak mungkin.”Barangsiapa menampar pipimu yang satu berikanlah pipimu yang lain Barangsiapa meminta jubahmu,berikanlah juga kepadanya bajumu”.Tentu saja apa yang diajarkan Yesus ini tidak boleh diterapkan secara harafiah.Kalau kita lakaukan itu secara harafiah,mka apa yang kita buat itu tidak wajar,tidak mungkin bahkan mungkin saja sikap seperti itu adalah sikap yang salah.Tetapi ungkapan-ungkapan hiperbolis itu mengandung makna :”Apapun yang diperbuat orang lain bagi kita, bahkan hal yang jahat sekalipun,kita tidak boleh membalas dendam,tetapi harus kita berusaha untuk tetap melakukan hal-hal yang terbaik bagi orang yang membenci dan memusuhi kita”.

     Keunikan itu jelas terlihat dalam anjuran atau perintah Tuhan yang disampaikan dalam bentuk yang positif.”Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,perbuatlah juga demikian kepada mereka”.Yesus tidak mengajarkan: ”jangan kamu perbuat apa yang kamu tidak ingin orang lain perbuat bagimu”.Jangan menabrak kendaraan orang lain kalau kamu tidak ingin ditabrak.Perintah ini gampang dilaksanakan,sebab hanya orang yang aneh yang ingin menabrak orang lain di jalan.Tetapi yang Yesus ajarkan : “Tolonglah orang lain nyang celaka di jalan,sebab andaikata kamu celaka kamu juga pasti menginginkan orang lain menolongmu”. Bukankah sikap seperti ini sulit?Imam Besar dan orang Lewi dalam perumpamaan  Orang Samaria yang Murah Hati,tidak mau melakukan hal itu karena takut najis atau karena ada urusan lain yang lebih penting.Kita juga seringkali tidak mau berurusan dengan polisi atau karena merasa bukan urusan kita.Oleh sebab itu Yesus mengatakan:”Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada mereka’.

MEMENGARUHI ATAU DIPENGARUHI?


Bahan Alkitab : 1 Petrus 4:7-11

PENGANTAR

   Salah satu tema yang diusung dalam surat 1 Petrus 4:7-11 adalah kehidupan umat Allah yang baru dan jemat yang dipilih sebagai bangsa yang kudus.Penulis surat ini menghendaki agar jemaat sadar bahwa mereka akan dan sedang menanggung penderitaan yang berat oleh karena identitas mereka sebagai orang Kristen. Namun, penderitaan tidak akan mampu mengalahkan mereka sebab Kristus pun telah menderita dan mati untuk menyelamatkan umat manusia dan Ia telah bangkit dan menang atas maut.Kebangkitan-Nya atas maut menjadi pertanda kebangkitan setiap orang percaya dari dosa-dosa dan menjadi umat kudus.

     Kehidupan sebagai umat Allah yang mengenakan manusia baru di dalam Kristus Yesus harus berani ditampilkan dan disaksikan dalam kehidupan sehari-hari.Petrus menasehatkan jemaat untuk tetap saling menolong dan saling menanggung beban. Tindakan kasih akan menjadi contoh yang paling jelas bagi dunia sebab kasih yang diajarkan oleh Kristus adalah kasih yang tak mengenal,pamrih.Mengasihi karena alas an Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita adalah jenis kasih sejati.Jenis kasih ini biasanya bersifat kekal sebab lahir dari hati yang memahami dirinya lahir dan berasal dari Allah

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1.    Menurut kita mengapa kita tetap bertahan dalam penderitaan bahkan selalu harus melakukan kebaikan ditengah-tengah dunia yang jahat ini?Diskusikan!

2.    Sebutkan dan daftarkan kebaikan yang dapat kita lakukan ditengh-tengah linhgkungan yang tak bersahabat atau yang jelas-jelas memusuhi kita.

3.    Ceritakan dalam kelompok diskusi tentang pengalaman pribadi masin-masing tentang prinsip “tampil beda” sebagai wujud kesaksian hidup Kristen yang berbeda dengan nilai-nilai duniawi.

 

 

 

APLIKASI DAN PENERAPAN

     Kita kenal 2 alat yang bernama termometer dan thermostat.Keduanya mempunyai nama yang agak mirip namun sungguh-sungguh sangat berbeda fungsinya. Termometer adalah alat pengukur suhu..Jika suhu dingin maka thermometer akan menunjukkan angka rendah.Sebaliknya jika suhu panas,angkanya tinggi.Berbeda dengan itu thermostat.Thermostat adalah alat pengukur suhu juga.Kita dapat mengatur suhu berdasarkan angka yang ada pada thermostat.Bila ingin suhu disekitar kita dingin maka kita dapat menurunkan angka penujuknya demikian sebaliknya.Dengan kata lain,panas dinginnya suhu dipengaruhi oleh thermostat.Jadi thermometer dipengaruhi oleh keadaan sekitar,sedangkan thermostat mempengaruhi keadaan sekitar.

     Jika menganalogikan orang Kristen dengan kedua alat yang serupa tapi tak sama ini,maka anda termasuk orang Kristen termometer ataukah orang Kristen termostat? Orang Kristen termometer,yaitu mereka yang sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi di sekitarnya.Sebaliknya orang Kristen termostat,yaitu mereka yang dapat mengatur dirinya sendiri agarvtidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi di sekitarnya.Inilah orang Kristen yang selalu berupaya hidup benar sesuai firman Tuhan, sekalipun mereka harus tinggal disekitar orang-orang yang berbuat dosa.

     Rasul Petrus menekankan tentang hidup orang Kristen yang harus mkenjadi terang di lingkungan sekitarnya.Pemahaman mereka mengenai firman Tuhan mestinya diperkatakan melalui perbuatan nyata dimana Kristus dimuliakan.Kasih kepada Allah dan  sesama tidak boleh hanya menjadi slogan semata.Tiap-tiap orang percaya seharusnya paham makna presensia atau arti kehadirannya di tengah-tengah dunia sebagai perpanjangan tangan Allah.

 MENOLAK TINGKAH LAKU YANG JAHAT

 

Bahan Alkitabg : Amsal 1:16-19

     Kitab Amsaql (Ibrani:mashal artinya “ucapan” orang bijak,peribahasa berhikmat) adalah kitab yang termasuk dalam kumpulan”sastra hokmah” di dalam PL,bersama-sama dengan kitab Ayub dan Pengkhotbah.Di dunia Timur Tengah,hikmat adalah bagian dari kehidupan rohani dan kebudayaan sastra yang sangat dihargai. Kebijaksanaan atau hikmat atau filsafat Yunani adalah terlepas dari agama.Tetapi di Israel,dasar dari kebijaksanaan itu bersifat relegious theologis,dan bersifat paedagogis,penulis sering menyebut pembacanya “anakku” atau “hai anak-anak.

     Pada umumnya sastra hokmah,termasuk kitab Amsal,tidaklah mempunya hubungan dengan sejarah Israel.Jadi disini orang tidak berbicara tentang perbuatan besar Allah dalam sejarah Israel.Yang penting dalam kitab ini adalah bagaimana orang bisa hidup sebagai orang yang baik dan saleh menurut kehendak Allah.Salomo menjadi sumber tradisi hikmat:1:1;10:1;25:1.Menurut 1 Raja-raja 4:32,Salomo menghasilkan 3000 amsal dan 1050 kidung semasa hidupnya.Penulis lain yang disebut dalam kitab ini adalah raja Lemuel:31:1-19

      Tujuan kitab ini dinyatakan dengan jelas dalam Amsal 1:2-7 yaitu memberi hikmat dan pengertian mengenai perilaku yang bijak,kebenaran,keadilan dan kejujuran:1:2-3 sehingga orang yang tidak berpengalaman dapat menjadi orang bijak:1:4,kaum muda dapat memperoleh pengetahuan dan kebijaksanaan:1:4,dan orang bijak bisa menjadi lebih bijak lagi:1:5-6.Sekalipun Amsal pada hakekatnya adalah buku pedoman hikmat untuk hidup dengaan benar dan bikaksana,landasan yang diperlukan oleh hikmat tersebut dinyatakan dengan njelas sebagai “takut akan Tuhan”:1:7.

 

PEMAHAMAN NAS

     Pembacaan ini merupakan bagian dari tema ”orang yang berdosa  dan bujukannya:1:8-19.Dan secara khusus nas bacaan kita adalah Amsal 1:15-19,yang dapat dibagi dalamm tiga pembagian ayat berikut ini:

·         Jangan melangkah di jalan orang yang jahat:1:15.Memang ada dua pilihan: melangkah ke jalan benar atau jahat.Nasehat orang tua kepada anaknya bahwa jangan mudah dan begitu saja mau diajak berbuat jahat

             Malapetaka adalah bagian orang berdosa:1:16-18.Nasehat supaya menjauhkan diri dari kawanan orang jahat.Penulis Amsal juga menjelaskan bahwa seekor burung karena kurang bijaksana,akan masuk ke dalam jaring,meskipun sudah  melihat ada jaring  yang terpasang..Dengan kata lain,penjahat akan terperangkap oleh jerat yang mereka pasang sendiri.Jadi jelaslah kalau orang njahat akan hancur oleh rencananya sendiri.Jelaslah orang jahat akan menuai apa yang ditabur.Orang yang menhadang akan dihadang.Orang yang membuat rencana jahat akan hancur oleh rencananya sendiri.Hal ini adalah berita buruk bagi mereka yang jahat,tetapi merupakan berita baik bagi yang menentang kejahatan.

·         Kesimpulan :1:19 pada akhirnya,kebaikan pasti akan mendatangkan keuntungan sedangkan kejahatan selalu menghasilkan malapetaka,bahkan kematian.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

     Setiap orang perlu mempunyai sifat hikmat atau bijak.Sifat ini lebih perlu ketika kitaa menghadapi situasi terjepit atau bila harus membuat keputusan yang sulit.

1.    Ungkapkan pendapat saudara saat menghadapi bujukan atau hasutan mengajak kita dalam praktek money politics, korupsi, memfitnah orang, bersekongkol dalam rencana dan tindakan jahat.

2.    Sejauh mana saudara mewujud-nyatakan keadilan,kebenaran serta kejujuran dalam keluarga,gereja dan masyarakat?

 

MAKNA DAN RELEVANSI

    Perintah untuk menolak ajakan dan bujukan yang membawa kepada kejahatan. Berbagai arus bujukan yang menyesatkan bisa muncul dari segala arah. Dari pertemanan, lingkungan,berbagai media seperti bacaan, televisi, internet, gadget dan sebagainya. Seringkali arus penyesatan ini hadir samar-samar,sehingga seringkali tidak sadar ketika mulai terseret masuk ke dalamnya.Jika kita membiarkan diri terus hanyut terseret arus seperti ini,makaa pada suatu ketika disaat kita sadar,bisa jadi kita sudah sulit melepaskan diri lagi.Begitu pentingnya hal ini ditegaskan, karena orang tua tidak ingin anaknya mengikuti jejak para pendosa yang menyia-nyiakan hidupnya yang ahkirnya akan menghancurkan hidup mereka sendiri.

     Nasehat Amsal ini,memperingatkan kita,jangan tertarik oleh bujukan orang berdosa,apalagi ikut melakukannya karena rancangan dan tindakan mereka amat jahat disertai dengaan janji-janji kosong:1:17.Semua itu mendatangkan malapetaka: 1:18, bahkan kematian bagi diri mereka sendiri

 

PRIBADI YANG BERKUALITAS

 

Bacaan Alkitab : Amsal 13:16-18

PENDAHULUAN

     Menurut Amsal 1:1 Raja Salomo adalah penulis kitab ini,tetapi tidak semua isi kitab Amsal ditulis oleh Raja Salomo.Ada beberapa bagian yang ditulis oleh orang-orang bijak yang hidup disekitar Salomo.Amsal 22 adalah salah satu contohnya.

     Kitab Amsal berisi pepatah-pepatah hikmat yang bertujuan agar pembacanya menjadi pribadi yang menjalani kehidupan dengan baik,maksudnya kehidupan yang berkualitas dalam iman dan moral.

     Dengan gaya sastra yang beraneka ragam seperti puisi, metafora, alegori, fabel, perumpamaan, dialog, khotbah dan lain-lain sebagainya,kitab Amsal ini menyampaikan nasehat-nasehat tentang apa yang baik dan buruk.Maksudnya agar dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Bacaan kita pada hari ini adalah contoh-contohnya.

 

PENJELASAN NAS

     Ayat 16 :memaparkan bahwa untuk menjalani hidup dengan baik,kita harus menjadi orang cerdik yang bertindak berdasarkan pengetahuan.Pengetahuan yang dimaksud tidaklah terbatas hanya soal kebijakan yang logis dan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga pemahaman akan moral dan hal-hal yang praktis dalam kehidupan sehar-hari.Sebaliknya,kita tidak boleh menjadi seperti orang bebal yang setiap berbicara hanya membeberkan kebodohannya semata.Ia bodoh karena selalu berbicara sebelum berpikir terlebih dahulu.

    Ayat 17 : memaparlkan bahwa untuk menjalani kehidupan dengan baik,kita harus menjadi seperti seorang duta yang setia dan bisa dipercaya oleh orang yang mengutus.Lebih jauh,membawa kesembuhan yaitu kelegaan bagi yang mengutus karena karena tersampaikannya pesan yang dipercayakann kepada alamatnya. Sebaliknya,kita tidak boleh seperti utusan orang fasik yang justru meembelokan pesan yang hendak disampaikan pengutusnyaa untuk kepentingan pribadi dan bahkan merugikan bagi yang mengutusnya.

     Ayat 18 : memaparkana bahwa untuk menjalani kehidupan dengan baik,kita harus menjadi orang yang selalu siap sedia diberi masukan,koreksi,perbaikan untuk menjadikan kita pribadi yang dihormati oleh orang lain.Sebaliknya,kita tidak boleh menjadi orang yang mengabaikan didikan.Dengan menganggap rendah masukan dari orang yang lebih berpengalaman berarti kita membuat diri kita tidak maju.Itu artinya kita tetap miskin dan tempat cemoohan orang banyak.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI.

1.    Orang harus berpikir lebih dahulu sebelum berbicara. Ceritakanlah pengalaman positif atau negatif yang saudara tahu mengenai hal ini.

2.    Ungkapkaana manfaat yang diperoleh jika kita menjadi orang yang dapat dipercaya.Jelaskanlah.

3.    Bagikan pengalaman saudara terhadap orang yang memberi kritik membangun dan kritik yang menghancurkan?Bagaimana saudara menanggapinya?

 

RELEVANSI NAS.

     Dalama menjalani kehidupaan yang penuh dinamika saat ini,bacaan kita mengajarkan agar kita menjadi pribadi yang berkualitas.Pribadi berkualitas yang dimaksudkan,adalah :

·         Pribadi yang bertindak berdasarkan pengetahuan,

·         Pribadi yang berpikir lebih dahulu sebelum berbicara,

·         Pribadi yang dapat dipercaya,sama seperti duta yang setia,

·         Pribadi yang menerima masukan dan kritikan untuk membangun dari orang lain.

 

KUJEMPUT KAU DENGAN KEMULIAAN.

 

Bahan Alkitab : Kejadian 46:5-7

PENGANTAR

     Bacaan ini dapat dikatakan sebagai ‘akhir cerita’ dari nasib seorang bapa yang kehilangan anaknya.Sejak kepada Yakob disampaikan bahwa Yusuf,anak kesayangannya itu mati,Yakub sangat berdukacita sehingga ia sangat protektif alias sangat menjaga terhadap anaknya yang lain,khususnya si bungsu,Benyamin.:37:32-35;42:36-38.Ketika Yakub tinggal bersama keluarganya di Kanaan,kelaparan hebat datang melanda seluruh muka bumi.Yakub mau atau tidak mau,harus membeli bahan makanan ke Mesir.Mesir telah lebih dahulu melakukan antisipasi dengan cara membangu lumbung persediaan makanan:41:56-42:3.Di Mesir inilah,10 anak laki-laki Yakub,kecuali Benyamin bertemu kembali dengan Yusuf yang telah menjadi mangkubumi.Inilah yang membuat 10 kakak Yusuf pada awalnya tidak mengenalnya: 42:6-7.Singkat cerita,setelah Yusuf memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya,Yusuf meminta agar ayahnya,Yakub,bersama seisi rumah dan semua orang yang ikut serta dengannya pindah ke Mesir.Maksudnya supaya mereka tidak jatuh miskin karena harus bolak balik membeli bahan makanan ke Mesir: 45:11. Setelah diyakinkan oleh anak-anaknya yang lain bahwa Yusuf masih hidup dan meminta seluruh keluarga besarnya pindah ke Mesir,Yakub pun ingin ke Mesir untuk melihatnya:45:28.

 

PEMAHAMAN TEKS.

     Yakub beserta anak-anak dan istri mereka,cucu serta seluruh keturunannya dijemput dengan menggunakan fasilitas Firaun untuk pindah ke Mesir:46:5,7.Mereka membawa juga ternak dan harta bendanya supaya tidak ada alasan bagi salah satu dari mkereka tidak ikut ke Mesir karena menjaga ternak:46:6.

 

PERENUNGAN TEKS

     Sebenarnya,Yakub tiba di Mesir dengan perasaan yang galau,ia ke Mesir bukan semat demi menyelamatkan diri dan keluarga besarnya dari bencana kelaparan,tapi karena mau bertemu dengan Yusuf,anak kesayangannya yang dikira selama ini sudah mati.Ketika Yusuf meminta mereka pindah ke Mesir dengan alasan supaya mereka tidak kehabisan uang jika harus bolak balik membeli bahan makanan di Mesir,Yakub sepertinya tidak pindah ke Mesir atasdasar  alasan itu.Bukan supaya ‘lebih murah biayanya’ jika Yakub dan seluruh keluarga besarnya tinggal di Mesir tetapi karena ia sangat rindu untuk bertemu dengan anaknya.

     Dari hal ini dapat kita melihat perbedaan cara berpikir anatara anak dan orang btua.Anak lebih memikirkan bagaimana penyelesaikan masalah dengan cara yang paling efektif dan efisien,orang tua ternyata mampu melihat adanya ‘hal lain’ dari sekadar menyelesaikan masalah,yaitu ‘hubungan antara orang tua dengan anaknya sendiri’.Zaman sekarang,perbedaan cara berpikir antara orang tua dan anak khususnya dalam menyikapi masalah atau kenyataan semakin nyata.

     Menurut anak,dengan menyediakan pengasuh atau teman bagi orang  orang tua yang sudah lansia adalah jawaban terhadap masalah kesendirian orang tua yang sudah lansia.Bagi orang tua bukan masalah ada yang menolong atau tidak,tetapi siapa yang ada mendampinginya melewati masa tua: pengasuh lansia atau anak cucu sendiri?Menurut anak,yang penting sudah menyampaikan ucapan selamat kepada orang tua sekalipun hanya lewat pesan singkat atau telepon,padahal bagi orang tua kebersamaan dalam merayakan saat-saat seperti itu adalah yang paling membahagiakan.menurut anak,menyediakan tempat tinggal dan segala sesuatu yang dibutuhkan bagi bagi orang tua adalah jawaban atas masalah kesejahteraan orang tua,padahal menurut orang tua sebagus dan secanggih apapun fasilitas yang disediakan anak,tidak dapat menggantikan keinginan untuk selalu berada dekat anak cucu.

     Ketika anak-anak diperantauan,suatu kali pulang menghantar atau menjemput orang tua dengan keberhasilan membuat orang tua bangga dan hahagia sungguh merupakan gambaran yang ideal.Namun sayang,pada kenyataannya gaambaran seperti itutidak mudah menjadi kenyataan.Seringkali masa kecil yang tidak bahagia maupun prihatin dituduh sebagai penyebab dari kegagalan.Misalnya,karena orang tua tidak mampu maka anak putus sekolah sehingga menjadi orang ‘susah’,karena dahulu pernah dijahati maka sekarang menjadi orang yang ‘jahat’,dan lain-lain. Memang apa yang kita terima sejak masa kecil sangat berpengaruh dalam pembentukan jati diri dan karakter kita sekarang maupun dalam perjuangan kita mencapai kesuksesan.Pengalaman masa kecil dapat dapat menjadi pemicu supaya kita lebih baik maupun hambatan yang membuat kita pesimis melihat masa depan .Mari belajar dari Yusuf.Sekalipun Yusuf pernah mengalami masa remaja yang kelam, yaitu ketika ia dimusuhi bahkan dijahati oleh saudara-saudaranya,namun pengalaman itu tidak membuat Yusuf pesimis.Yusuf bahkan menyimpulkan bahwa peristiwa pahit itulah yang justru menghantar ia menjadi mangkubumi di Mesir. Semua itu terjadi karena “ada Tuhan” yang setia menyertai dan memberkatinya.

 

PERTANYAAN DISKUSI

1.    Coba sebutkan sejauh mana fasilitas yang disediakan anak dapat dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan hubungan antara orang tua dengan anak?

2.    Bagaimana caranya kita menjadikan pengalaman masaa lalu,baik yang manis maupun yang pahit sebagai pemicu kita untuk lebih baik dari masa kini?

 

REFELEKSI

     Keberhasilan kita tidak terlepas dari doa restu orangb tua yang diwujud-nyatakan dalam perjuangan mereka memberikan dan menyediakan yang terbaik bagi kita semasa kita kecil.Sekarang,saatnya kita melanjutkan untuk memberi dan melakukan yang terbaik bagi anak cucu kita di masa pertumbuhan mereka.

     Kalaupun masa lalu kita tidak sedemikian ideal,tidak bisa juga kita persalahkan karena selama ada Tuhan yang mengendalikan hidup,kita pun dapat memutuskan untuk keluar dari trauma masa lalu demi membangun masa depan yang lebih baik dan berhasil di dalam dan bersama Kristus,Tuhan dan Juruselamat.

 

JANGAN MENDUKAKAN ROH KUDUS.

 

Bahan Alkitab : Efesus 4:28030

PENGANTAR

     Setelah Paulus menyampaikan perihal hidup dalam kesatuan jemaat dan luasnya Kasih Karunia Allah,pada bagian pasal 4:17-32,Paulus menyoroti kedalaman dari Kasih Karunia Allah,yang diperuntukkan bagi manusia,yang diperhadapkan dengan pembaharuan hidup,menjadi manusia baru di dalam Kristus.

     Mengalami pembaruan di dalam Kristus,berarti menanggalkan manusi lama yang membinasakan dan menyesatkan.Bagian dan sikap hidup manusia lama sebagaimana yang disebutkan Paulus dalam ayat-ayat bacaan Alkitab saat ini: Efs. 4:28-30. Ada nasehat-nasehat seakan-akan ditujukan semata-mata bagi orang batu percaya atau baru bertobat,tetapi sesungguhnya juga bagi setiap orang percaya yang selalu perlu diperbaharui,selalu membutuhkan nasehat dan petunjuk.

 

PENDALAMAN TEKS.

     Ayat 28 : yang mau dikatakan ayat ini”orang yang mencuri,janganlah mencuri lagi..”adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan,atau yang biasa mencuri.Hal mana biasa dilakukan oleh orang-orang dari golongan apapun.Selalu akan ada yang dirugikan,dan mengambil apa yang bukan menjadi haknya.Budaya atau kebiasaan mencuri suatu yang bertentangan dengan hidup sebagai manusia baru.

     Ayat 28 : “…baiklah ia beekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik…””bahwa Allah menciptakan kita baik dan utuh,daan Ia terus berkarya dan bekerja. Dalam kasih karunia-Nya,tidaak ada kekurangan bagi kita.Karena itu, lakukanlah pekerjaan,sebagai pengakuan atas berkat keutuhan dan kebaikan hidup dari Allah untuk memenuhi atau membagikan hal yang berguna memberikan semangat hidup bagi orang yang berkekurangan.

     Ayat 29 : “… jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu…”.Mulut adalah bagian dari keutuhan ciptaan Tuhan,menjadi makluk hidup(band.Kej.2:7).Kalaau ada aperkataan yang kotor atau busuk,itu sesuatu yang membinasakan.Seperti pepatah yang mengatakan:”Karena mulut badan binasa”.

    Ayat 29 : “…pakailah perkataan yang baik untuk membangun…”,ketika Allah mencipta kita Ia melihat semuanya baik..”,sesungguhnya berarti apa yang ada pada kita termasuk mulut adalah baik.karena itu,seharusnya yang baik untuk membangun menjadi perkataan kita,sehingga dapat menghadirkan suasana yang dipenuhi kasih karunia yang adalah berkat Allah.

     Ayat 30 : “…jangan kamu mendukakan Roh Kudus Allah ...”.Dalam hal ini bukan dimaksudkan sebagai yang melawan atau menolak Roh Kudus Allah,melainkana berbuat dan berkata yang tidak yang tidak sesuai dengan kehendak Roh Kudus.Yang membuat kerugian orang lain semisal mencuri,yang dapat membinasakan alias perkataan kotor.

     Ayat 30 : “…yang memeteraikan kamu..” karena mereka telah belajar mengenal Kristus,dan mau menjadi anggota tubuh-Nya.Itu berarti ‘sah’ dimeteraikan menjadi bagian kasih karunia Allah.Dan siap menyongsong penggenapan keselamatan dalam Kristus.

 

PERTANYAAN DISKUSI

1.    Di suatu daerah ada satu tradisi menerima dan mengakui “mencuri” sebagai suatu bagian dari pengakuan bahwa,yang mencuri,adalah orang yang berani dari suatu kebanggaan.Bagaimana menyikapi pandangan seperti itu?

2.    Ada bebherapa daerah,terbiasa dalam  sapaan perjumpaan menggunakan perkataan yang bernuansa “kotor”.Ceritakan pengalaman saudara mengenai hal itu dan apa pendapat saudara?

3.    Ketika kita mendapati saudara kita atau rekan sepelayanan kita lalai atau salah dalam menjalankan pelayanannya,supaya tidak mendukakan Roh Kudus, apa yang pantas atau layak kita lakukan?

 

2 Comments

  1. Posting yang menarik, mengingatkan saya akan Yesus dan Musa, coba simak video saya di https://youtu.be/P94DbuJXO0c.

    BalasHapus