Japanese Geek

All about Japan, Anime, And My World

    Pendirian Israel Modern


Berdirinya Israel modern saat ini tidak lepas dari tanah Palestina yang sudah sejak dulu sering disengketakan oleh berbagai pihak. Dulu sebelum Israel modern terbentuk  tanah palestina merupakan daerah yang dikuasai oleh Kesultanan Utsamaniyah yang meliputi wilayah Israel, Yordania, dan Palestina masa kini. Konsep pendirian  negara Israel modern berakar dari Erest Yisrael (Tanah Israel), yang  merupakan pusat wilayah kerajaan Yehuda kuno. Pasca perang Dunia 1,  LBB memutuskan  untuk memandatkan wilayah Palestina untuk kemudiaan diadministrasikan oleh Britania (1920-1948).  Baru saja Britania mendapatkan mandat atas Palestina, tiba-tiba pada 4 April – 7 April 1920 terjadi kerusuhan nabi Musa atau kerusuhan Yerusalem yang mengakibatkan ketegangan antara Arab dan juga Yahudi karena imigrasi Zionis. Akibat dari peristiwa ini adalah kekerasan terhadapa kota orang Yahudi. Britania tidak sanggup mengatasi masalah ini dan akhirnya timbul sikap ketidak percayaan terhadap berbagai pihak. Tak lama setelah kejadian itu pada tahun 1945, Britania malah ikut terlibat konflik dengan orang Yahudi, dan rupanya masalah antara Arab dan Yahudi tetap tidak dapat terselesaikan yang mengakibatkan  Britania menarik mandatnya atas Palestina pada 1947. Situasi ini kemudian mendorong PBB yang baru saja terbentuk merencanakan pembagian tanah palestian menjadi dua bagian, yaitu satu negara arab dan satu negara Yahudi. Untuk menghindari konflik PBB menetapkan Yerusalem sebagai kota Internasional –corpus Separatum- yang dikelola oleh PBB. Hal ini diterima dengan baik oleh orang Yahudi akan tetapi Arab menentang rencana pembagian ini. Alasannya dikarenakan Arab merasa tidak diuntungkan sebab  Yahudi yang populasinya hanya 30% dari penduduk di wilayah Palestina tetapi malah mendapatkan jatah wilayah lebih besar yaitu 55%. Perang pun mulai terjadi dikarenakan penyerangan oleh para komite tinggi Arab terhadap Yahudi yang mulanya yahudi bersifat defenif menjadi ofensif. Pada 14 Mei 1948 sehari sebelum mandate britania berakhir, agensi Yahudi memproklamsikan kemerdekaan dan menamakan dirinya sebagai Israel.  Hal ini membuat penyerangan oleh lima negara Arab yaitu Mesir, Suriah,Yordania, Lebanon, dan Irak terhadap Israel. Peperangan terus berlanjut selama setahun lamanya yang berakhir dengan gencatan senjata  dan deklarasi batas wilayah sementara atau garis hijau. Yordania kemudiaan menguasai wilayah tepi Barat dan Yerusalem Timur sedangkan Mesir mengkontrol Jalur Gaza.[1]

       Six Day War



Pada tahun 1949, perang akhirnya berhenti, namun masalah sengketa antara Israel dengan komunitas Arab tetap belum terselesaikan. Selama periode pasca perang tersebut, para pengungsi Arab Palestina juga mulai melakukan serangan sembunyi-sembunyi ke wilayah Israel dengan memakai wilayah negara-negara Arab di sekitar Israel sebagai markasnya, salah satunya dari wilayah Yordania. Serangan demi serangan yang dilakukan oleh para gerilyawan Palestina lantas memancing Israel untuk melakukan serangan balasan ke desa As-Samu, Yordania, pada tahun 1966. Serangan Israel ke wilayah Yordania tersebut tak pelak memancing kemarahan pemerintah Yordania, terlebih karena ada tentara Yordania yang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Maka, tak lama sesudah peristiwa serangan di As-Samu, Yordania mulai memobilisasi pasukannya di sepanjang perbatasan Yordania-Israel dan mulai meningkatkan kontak dengan negara-negara Arab lainnya kalau-kalau perang melawan Israel meletus kembali.

Selain dari Yordania, Israel juga mendapatkan serangan-serangan sporadis dari para gerilyawan Palestina yang bermukim di Suriah. Merasa kesal dengan Suriah yang dianggap sengaja menyokong para gerilyawan tersebut, pada tahun 1967 Israel mengancam akan mengambil tindakan militer bila tidak ada respon lebih lanjut dari pemerintah Suriah untuk membatasi aktivitas gerilyawan-gerilyawan Palestina di wilayahnya. Tak lama sesudah keluarnya ancaman tersebut, Suriah & sekutunya Uni Soviet memperingatkan Mesir kalau Israel berencana melakukan serangan besar-besaran ke Suriah. Karena Mesir & Suriah memiliki perjanjian militer akan saling membantu bila salah satu dari keduanya diserang, maka kabar tersebut langsung direspon Mesir dengan mulai memobilisasi pasukannya di Semenanjung Sinai, wilayah timur Mesir yang berbatasan langsung dengan Israel. Selain karena masalah solidaritas dengan Palestina & Suriah, Mesir juga memiliki dendam pribadi dengan Israel karena Israel dulu pernah menyerang wilayah Mesir bersama-sama dengan Inggris & Prancis pada tahun 1956 ketika terjadi krisis status kepemilikan Terusan Suez. Bulan Mei 1967, Mesir meminta pasukan perdamaian PBB yang beroperasi di Sinai, Mesir timur, untuk segera meninggalkan lokasi tersebut. Masih di bulan yang sama, Mesir juga melarang kapal-kapal berbendera Israel untuk beroperasi di Selat Tiran yang terletak di antara Sinai (Mesir) & Arab Saudi. Merasa khawatir dengan perkembangan tersebut, pada bulan Juni 1967 parlemen Israel setuju untuk memulai serangan lebih dulu dengan harapan bisa melumpuhkan pasukan negara-negara Arab sebelum mereka menyerang Israel lebih dulu. Dengan keluarnya keputusan tersebut, pecahnya Perang Arab-Israel episode baru pun tak terelakkan lagi.

Tanggal 5 Juni 1967 di bawah kode sandi "Operasi Fokus", pesawat-pesawat tempur Israel secara mendadak melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan udara milik Mesir. Akibat serangan tersebut, Mesir yang sebelum perang merupakan negara Arab dengan kekuatan militer terlengkap & termodern kehilangan sebagian besar pesawat tempurnya. Hancurnya pesawat-pesawat tempur Mesir di lain pihak memberikan keuntungan bagi Israel yang kini bisa mendominasi front udara di sisa Perang 6 Hari. Pada tanggal yang sama, pasukan darat Israel yang sudah disiagakan di sepanjang perbatasan Israel-Mesir juga mulai bergerak memasuki wilayah Mesir dengan harapan bisa memanfaatkan kelengahan Mesir yang masih terkaget-kaget akan serangan udara mendadak Israel. Awalnya Mesir mengira kalau Israel akan menyerang wilayah darat Mesir dari arah Sinai tengah & selatan seperti dalam konflik Suez di tahun 1956. Namun tanpa disangka-sangka, Israel ternyata melancarkan serangan dari arah Sinai utara & tengah. Pasukan Israel awalnya mengalami kesulitan saat harus bergerak lebih jauh di Sinai karena terhalang oleh pasukan Mesir yang terkonsentrasi di Abu-Ageila. Namun dengan cerdik, mula-mula Israel menerjunkan pasukan penerjun payungnya di belakang garis depan pertempuran untuk menyabotase artileri milik pasukan Mesir. Rusaknya artileri pasukan Mesir lantas diikuti dengan pergerakan pasukan darat Israel yang mulai mengepung Abu-Ageila dari segala penjuru. Pasukan Mesir di Abu-Ageila yang sudah dikeroyok dari segala arah sempat berusaha melawan sekuat tenaga. Namun setelah melalui pertempuran sengit selama 3,5 hari, pasukan Mesir akhirnya memilih untuk mundur meninggalkan Sinai & Abu-Ageila pun jatuh ke tangan Israel. Dengan mundurnya pasukan Mesir, selebihnya berjalan relatif mudah bagi Israel & pasukan Israel terus bergerak secara perlahan tapi pasti ke arah Sinai barat. Memasuki tanggal 8 Juni 1967, wilayah Semenanjung Sinai akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Israel.

Tanggal 5 Juni 1967 pagi, pasukan Yordania mulai membombardir wilayah timur Israel dengan tembakan artileri. Hujan tembakan artileri tersebut lalu diikuti oleh serangan udara oleh pasukan Yordania tak lama berselang. Israel lantas membalas serangan-serangan tersebut dengan serangkaian gelombang serangan udara & tembakan misil darat yang sukses menghancurkan beberapa pesawat tempur & stasiun radar milik Yordania. Memasuki sore hari, Israel mulai melancarkan serangan darat besar-besaran untuk merebut Yerusalem. Pertempuran berjalan sengit & pasukan Israel awalnya kesulitan untuk menembus garis pertahanan pasukan Yordania yang berpengamanan tinggi & dilengkapi dengan ranjau. Namun, pasukan Israel yang dibantu oleh serangan udara akhirnya berhasil menembus garis pertahanan tersebut & mencapai tepi Yerusalem pada tanggal 7 Juni. Salah satu kunci keberhasilan dari serangan tersebut adalah karena pesawat tempur Israel menargetkan tangki bahan bakar eksternal milik tank-tank Yordania sehingga tank-tank tersebut tak bisa lagi dioperasikan. Di daerah sekitar Yerusalem, pertempuran sengit masih tetap berlangsung. Pasukan Yordania yang masih tersisa awalnya masih sanggup bertahan & bahkan sempat berhasil menghancurkan kendaraan-kendaraan tempur Israel yang berdatangan. Namun, serangan udara besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Israel selama 2 jam akhirnya menamatkan perlawanan pasukan Yordania tersebut. Merasa tidak sanggup lagi bertahan lebih lama menghadapi gempuran pasukan Israel, pasukan Yordania akhirnya memilih untuk mundur & seluruh wilayah Tepi Barat pun jatuh ke tangan Israel.

Menyusul beredarnya informasi yang tidak akurat kalau pasukan Mesir berhasil menundukkan pasukan Israel & sedang bersiap menyerbu Tel Aviv, ibukota Israel saat itu, Suriah akhirnya memutuskan untuk mulai ikut terjun ke medan perang. Sebagai serangan pembuka, Suriah mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya untuk membombardir pemukiman Israel di Galilea, namun pesawat-pesawat tempur Israel dengan sigap mencegatnya & sukses menembak jatuh 3 pesawat tempur milik Suriah. Pada sore hari tanggal 5 Juni, Israel melancarkan serangan udara balasan ke wilayah Suriah. Pesawat-pesawat tempur mereka membombardir pangkalan-pangkalan udara milik Suriah untuk menghancurkan pesawat-pesawat tempur yang masih diparkir - meniru taktik yang mereka lakukan di hari-hari awal peperangan di front Mesir. Akibat serangan tersebut, Suriah kehilangan 30 lebih pesawat militernya & pesawat-pesawat Suriah yang masih tersisa diperintahkan untuk diparkir di wilayah Suriah yang lebih dalam. Tanggal 9 Juni dini hari, Suriah yang sejak 5 hari sebelumnya terlibat kontak senjata kecil-kecilan dengan pasukan darat Israel mengeluarkan pernyataan gencatan senjata. Namun gencatan senjata tersebut ditolak oleh Israel yang berdalih ingin "menghukum" Suriah atas keterlibatan mereka dalam Perang 6 Hari. Maka masih di tanggal yang sama, dengan modal bocoran informasi dari Eli Cohen - mata-mata Israel yang menyamar sebagai petinggi militer Suriah - pasukan Israel mulai bersiap untuk menguasai Dataran Tinggi Golan yang terletak di perbatasan Israel & Suriah. Tanggal 9 Juni pagi, Israel memulai agresinya dengan melancarkan serangan udara besar-besaran selama 2 jam yang sukses menghancurkan sejumlah meriam artileri & gudang logistik milik Suriah. Serangan udara tersebut juga memakan korban jiwa dalam jumlah besar sehingga imbasnya, moral pasukan Suriah mulai jatuh & banyak dari mereka yang mulai membelot atau kabur dari medan perang. Di lain pihak, tak lama sesudah serangan udara dilancarkan, pasukan darat Israel mulai digerakkan untuk menembus garis pertahanan yang dibangun oleh pasukan Suriah. Pertempuran darat berjalan sulit bagi kedua belah pihak, terutama karena kondisi Dataran Tinggi Golan yang berbukit-bukit. Kendati demikian, Israel masih tetap menunjukkan superioritasnya & secara perlahan tapi pasti mereka terus bergerak lebih dalam ke wilayah Suriah. Pasukan Suriah di lain pihak hanya bisa sesekali menahan serangan pasukan Israel sebelum kemudian mundur. Memasuki tanggal 10 Juni, seluruh wilayah Golan akhirnya berhasil dikuasai oleh Israel dengan sedikit usaha karena seluruh pasukan Suriah yang masih ada di Golan ternyata sudah melarikan diri pada hari itu. Dikuasainya Golan sekaligus menandai berakhirnya Perang 6 Hari dengan kemenangan telak Israel atas tetangga-tetangganya.


Pasca Perang 6 Hari, wilayah Israel bertambah luas sebagai akibat dari keberhasilannya menguasai wilayah negara-negara tetangganya selama perang. Di sebelah selatan, mereka mendapatkan Semenanjung Sinai & Jalur Gaza dari Mesir. Sementara di sebelah timur, mereka mendapatkan Tepi Barat dari Yordania & Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Bulan November 1967, PBB menginstruksikan Israel untuk mundur dari wilayah-wilayah taklukannya tersebut. Namun selain daerah Sinai & Jalur Gaza, wilayah-wilayah hasil taklukan Israel dalam Perang 6 Hari tetap dikuasai oleh Israel sehingga terus memicu sengketa hingga sekarang. Kekalahan telak yang diderita oleh negara-negara Arab dalam Perang 6 Hari tidak membuat mereka kapok untuk kembali berkonflik dengan Israel. Sejak bulan Juli 1967 alias hanya sebulan sesudah Perang 6 Hari contohnya, Mesir & Yordania terlibat pertempuran kecil-kecilan dengan Israel yang dikenal sebagai "Perang Pengurangan" (War of Attrition) hingga tahun 1970. Tahun 1973, Mesir & Suriah juga kembali terlibat perang skala besar dengan Israel dalam perang yang populer dengan nama "Perang Yom Kippur".[2]

    Perang Yom Kippur


Pada tanggal 6 Oktober 1973, dengan harapan untuk mendapatkan kembali wilayah yang hilang diduduki Israel selama perang Arab-Israel pada tahun 1967, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Israel saat Yom Kippur, hari suci dalam kalender Yahudi. Menyerang pasukan pertahanan Israel secara mengejutkan, pasukan Mesir memukul mundur pasukan Israel jauh ke Semenanjung Sinai, sementara Suriah berjuang untuk menduduki kembali Dataran Tinggi Golan yang dikuasai oleh Israel. Israel kemudian melakukan serangan balasan dan merebut kembali Dataran Tinggi Golan. Sebuah gencatan senjata akhirnya diberlakukan pada tanggal 25 Oktober 1973.

LATAR BELAKANG PERANG YOM KIPPUR 1973

Kemenangan Israel dalam Perang Enam Hari tahun 1967 mengakibatkan Israel kemudian memperluas empat kali luas wilayah yang dikuasainya. Mesir kehilangan Semenanjung Sinai dengan luas 23.200 mil persegi dan Jalur Gaza, Yordania kehilangan Tepi Barat dan Yerusalem Timur, dan Suriah kehilangan Dataran Tinggi Golan yang strategis. Ketika Anwar el-Sadat menjadi presiden Mesir pada tahun 1970, ia menyadari bahwa Mesir tidak dapat melanjutkan peperangan dengan Israel karena ekonomi negara tersebut yang sedang terpuruk. Sadat ingin meciptakan perdamaian, stabilitas dan kembalinya Semenanjung Sinai, namun setelah kemenangan Israel tahun 1967, tidak mungkin perdamaian dengan Israel akan menguntungkan Mesir. Sadat kemudian menyusun rencana berani untuk menyerang Israel lagi. Meskipun jika serangan tersebut tidak berhasil, Sadar berusaha meyakinkan orang Israel bahwa perdamaian dengan Mesir diperlukan jika tidak ingin mengalami serangan terus menerus. Pada tahun 1972, Sadat mengusir 20.000 penasihat Soviet dari Mesir dan membangun hubungan diplomatik baru dengan Washington, D.C., sebagai sekutu kunci Israel yang akan menjadi mediator penting dalam perundingan damai di masa depan. Sadat kemudian membentuk sebuah aliansi militer baru dengan Suriah, serta menyusun sebuah serangan terpadu terhadap Israel direncanakan.

PERANG YOM KIPPUR : OKTOBER 1973

Ketika perang Arab-Israel keempat dimulai pada tanggal 6 Oktober 1973, banyak tentara Israel menjauh dari pos-pos mereka yang mengawasi Yom Kippur dan tentara Arab membuat kemajuan yang mengesankan dengan persenjataan Soviet mereka lebih modern. Pasukan Irak segera bergabung dalam perang tersebut, dan Suriah mendapat sokongan dari Yordania. Setelah beberapa hari, pasukan Israel dimobilisasi sepenuhnya, dan Pasukan Pertahanan Israel mulai memukul mundur gerak maju pasukan Aliansi Arab dengan. Persenjataan A.S. membantu Israel dalam pertempuran melawan pasukan Arab dengan persenjataan buatan Soviet, namun Presiden Richard Nixon kemudian menunda bantuan militer darurat selama sepekan, secara diam-diam AS mulai bersimpati terhadap Mesir. Pada tanggal 25 Oktober, sebuah gencatan senjata Mesir-Israel dijamin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

DAMPAK PERANG YOM KIPPUR

Perang Yom Kippur kemudian dimenangkan oleh Israel, meskipun demikian Israel harus menderita kerugian yang besar. Pada bulan April 1974, PM Israel Gold Mesir mengundurkan diri setelah serangkaian kritik bahwa pemerintah kurang persiapan menghadapi pasukan Arab, sehingga mengakibatkan banyak korban jiwa dari orang-orang Israel. Meskipun Mesir telah kembali menderita kekalahan dari Israel, citra Mesir dalam pertempuran meningkatkan prestise Sadat di Timur Tengah dan memberinya kesempatan untuk mencari kedamaian. Pada tahun 1974, satu dari dua perjanjian perdamaian Mesir-Israel dilakukan mengakibatkan kembalinya bagian Sinai ke Mesir. Pada tahun 1979 Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin menandatangani perjanjian perdamaian lanjutan antara Mesir dan Israel. Pada tahun 1982, Israel memenuhi perjanjian damai 1979 dengan mengembalikan Semenanjung Sinai ke Mesir.

Bagi Suriah, Perang Yom Kippur adalah sebuah bencana. Gencatan senjata Mesir-Israel yang tak terduga mengekspos Suriah pada kekalahan militer, dan Israel merebut lebih banyak lagi wilayah di Dataran Tinggi Golan. Pada tahun 1979, Suriah kemudian mengajak dan mendukung negara-negara Arab lainnya untuk mengusir Mesir dari Liga Arab karena dianggap sebagai pengkhianat dan mementingkan diri sendiri.[3] Sesudah Perang Yom Kippur, tidak ada lagi konflik antar negara yang melibatkan Israel, namun mereka tetap terlibat pertempuran dengan milisi-milisi Palestina & Lebanon hingga sekarang.

        Ibu Kota Israel

Yerusalem

Menurut klaim dan hukum negara Israel, ibukota Israel adalah Yerusalem. Hal ini diperlihatkan dengan sikapnya yang memusatkan pemerintahan bahkan kantor Presiden di kota ini. Walaupun demikian badan PBB dan kebanyakan negara di dunia tidak mengakuinya. Hanya Republik Ceko, Taiwan, Amerika Serikat, dan Vanuatu yang mau mengakui Yerusalem sebagai ibukota. Sementara di bagian timur, Palestina juga mengklaim Jerusalem sebagai ibukota.

Tel Aviv

Tel Aviv berukuran kedua terbesar dan merupakan pusat keuangan dan teknologi di Israel. Selain itu, kedutaan besar negara lain ada di kota ini. Karena itu, secara umum ibukota Israel yang lebih dikenal dunia adalah Tel Aviv. Namun Amerika Serikat melalui pernyataan Donald Trump berupaya mengembalikan pengakuan atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan kecaman di seluruh dunia. Sidang darurat Majelis Umum PBB, Kamis 21 Desember 2017 mayoritas akhirnya menentang sikap Amerika dengan 128 suara, dengan 35 suara abstain, dan 9 lainnya mendukung Yerusalem sebagai ibukota Israel, antara lain Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall. Ancaman Donald Trump untuk mencabut dana hibah kepada negara-negara yang menentang keputusan Amerika Serikat tidak diindahkan oleh banyak negara. Bahkan sebelumnya OKI sempat mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi darurat untuk menyatukan sikap mengenai ibukota Yerusalem, yang berakibat kukuhnya keputusan negara-negara Islam di PBB dalam menghadapi klaim Amerika Serikat. [4]


Agama dan Suku bangsa yang ada di Israel serta Zionisme


Menurut data dari Israel Central Bureau of Statistics, ada hampir 9 juta warga Israel. Meskipun warga Yahudi adalah mayoritas di Negara Israel (sekitar 70%) yang membuat negara ini menjadi satu-satunya negara di dunia yang berpenduduk mayoritas Yahudi, tetapi ada sejumlah suku-bangsa lain yang mendiami kawasan ini. Misalnya, tercatat ada lebih dari 20% warga Israel adalah Arab, termasuk masyarakat Arab Yerusalem Timur dan komunitas Arab Badui Naqab. Badui Naqab (Negev Bedouins) adalah masyarakat Arab Badui pastoral-nomadik yang dalam sejarahnya mengikuti pola hidup berpindah-pindah sampai kelak di zaman Turki Usmani di abad ke-19, kelompok ini mengalami proses "sedentarisasi” dan tinggal menetap di kawasan Naqab (Negev), Israel. Konon ada sekitar 200 ribian komunitas Arab Badui Naqab ini dan mayoritas mengikuti tradisi Islam Sunni sama seperti mayoritas masyarakat Arab lain di Israel. Kelompok lain yang cukup besar di Israel adalah Druze (hampir 2%), kemudian disusul suku-bangsa Aram, Armenia, Assyria, Circassia, Samarita, dan Maronite. Data penduduk ini belum termasuk para "imigran gelap” dari sejumlah negara di Afrika.

Jadi, seperti lainnya negara pada umumnya, penduduk Israel juga sangat majemuk.Sebagaimana warga Yahudi, warga Israel non-Yahudi (khususnya Arab dan Druze) juga menduduki berbagai posisi baik di pemerintahan, parlemen, keamanan (tentara/polisi), bisnis, dan berbagai sektor publik lain. Oleh karena itu, setiap kali Israel terlibat konflik dan perseteruan dengan Palestina, bukan hanya Yahudi saja yang terlibat kekerasan ini tetapi juga Druze dan Arab Israel. Karena suku-bangsa Israel sangat beragam, maka otomatis agama pun sangat beragam. Yudaisme (agama Yahudi) tentu saja menempati posisi mayoritas di sini, tetapi Islam juga cukup kuat (sekitar 18%), kemudian disusul Kristen (2%), Druzeisme (1,6%) dan lainnya, termasuk Hindu dan Buddha. Seperti umumnya suku-bangsa lain di dunia ini, Yahudi juga sangat beragam dalam mengekspresikan keagamaan dan spiritualitas. Jelasnya, tidak semua orang Yahudi itu beragama atau memeluk "agama Yahudi” atau Yudaisme (Judaism). Banyak orang Yahudi yang memeluk agama non-Yudaisme atau bahkan tidak beragama (menjadi pengikut sekularisme, agnotisisme, atau scientology). Banyak orang Yahudi yang memilih beragama Kristen dari berbagai denominasi. Bahkan ada pula yang memeluk agama Islam yang populer dengan sebutan "Jews for Allah” dan membaca Al-Qur'an dalam Bahasa Ibrani. [5]

      PANDANGAN DUNIA TERHADAP ISRAEL


Pada masa awal berdirinya negara Yahudi yang terjadi karena adanya pembagian wilayah Palestina, negara-negara timur atau koalisi Arab memandang bahwa Israel sebagai sebuah ancaman bagi Negara mereka dimana Israel dianggap akan melakukan perluasan wilayah-nya dengan merebut daerah-daerah Arab. Berbeda pandangan dengan pihak timur, pihak barat seperti Amerika dan Inggris justru memandang Israel sebagai pemilik sah tanah palestina sehingga Israel layak didukung untuk menjadi sebuah negara. Menuju masa modern, pandangan dunia terhadap Israel tetaplah tidak bisa berada dalam satu kacamata. Pada masa pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump, ia mengklaim bahwa Yerusalem adalah ibukota sah Negara Israel. Singkatnya, amerika menjadi negara pendukung penuh Israel dan melihat bahwa bangsa yahudi mempunyai hak penuh atas Yerusalem.

 Berbeda dengan Amerika, Indonesia dan negara islam lainya memandang bahwa Amerika yang seharusnya berperan sebagai mediator perdamaian Israel-Palestina justru malah menjadi penyulut lahirnya konflik Israel-Palestina yang lebih sengit. Negara-negara Islam seperti indonesia menolak klaim atas Yerussalem ini dan melihat bahwa sikap  Amerika dan Israel akan menjadi ancaman besar bagi perdamaian negara-negara di Timur-tengah. Sampai sekarang Indonesia belum mengakui kedaulatan Israel, walaupun kedaulatan Palestina diakui meskipun daerahnya belum pasti. Mantan presiden RI Abdurrahman Wahid (1999-2001) sempat berencana akan mengakui kedaulatan Israel dan membuka hubungan diplomatik, namun mendapatkan kecaman dan penentangan dari kelompok Muslim Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tidak akan membuka hubungan dengan Israel sebelum masalah Palestina dipecahkan dan pendudukan Israel atas Palestina diakhiri. Citra israel dimata negara timur lainya juga cenderung buruk, akibat dari perang Gaza tahun 2009, Mauritania, Qatar, Bolivia, dan Venezuela menghentikan hubungan politik dan ekonomi dengan Israel. Citra negara israel dimata sebagian negara barat dan asia ditunjukan dengan adanya hubungan luar negeri Israel dengan Amerika Serikat, Turki, Jerman, Britania, dan India yang baik. Amerika Serikat merupakan negara pertama yang mengakui berdirinya Israel, diikuti oleh Uni Soviet. Amerika Serikat menganggap Israel sebagai sekutu utama Timur Tengah. Walaupun Turki dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik penuh sampai dengan tahun 1991, Turki telah melakukan kerja sama dengan Israel sejak pengakuan Turki terhadap kemerdekaan Israel pada tahun 1949. Oleh karena Turki juga berhubungan baik dengan negara-negara Arab di Timur Tengah, beberapa kali Turki mendapatkan tekanan yang besar agar Turki memutuskan hubungan dengan Israel. Hubungan kedua negara surut ketika Turki mengutuk serangan Israel ke Gaza pada tahun 2009.[6]


Daftar Pustaka
(2018, April 10). Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Israel
(2018, April 10). Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Six-Day_War
(2018, April 10). Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Origins_of_the_Six-Day_War
(2018, April 22). Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2016/03/30/08121201/Hubungan.Indonesia-Israel.Polemik.Menghangat.di.Awal.Pemerintahan.Gus.Dur
Context and Proximate Causes of the War. (2018, April 10). Retrieved from http://www.sixdaywar.co.uk/6_day_war_aftermath_prof_adler_context_pt1.htm
Donald Trump: Yerusalem adalah ibu kota Israel. (2018, April 22). Retrieved from http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42251271
Edisi Koleksi Angkasa : Perang Hizbullah-Israel. (2006). Jakarta: Pt. Gramedia.
Hubungan Indonesia Israel polemik menghangat di awal pemerintahan Gusdur. (2018, April 22). Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2016/03/30/08121201/Hubungan.Indonesia-Israel.Polemik.Menghangat.di.Awal.Pemerintahan.Gus.Dur
Israel Ibu Kota. (2018, April 10). Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Israel#Ibukota
Perang Yom Kippur 1973. (2018, April 22). Retrieved from http://www.hariansejarah.id/2017/05/perang-yom-kippur-1973.html
Qurtuby, S. A. (2018, 04 10). Sejumlah kesalahpahaman tentang Israel dan Yahudi. Retrieved from http://www.dw.com/id/sejumlah-kesalahpahaman-tentang-israel-dan-yahudi/a-41927515  Penulis: Sumanto Al Qurtuby  Dosen Antropologi Budaya dan Direktur Scientific Research in Social Sciences, King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi, serta Senior Scholar di National University of Singapore. Ia memperoleh gelar doktor dari Boston University dan pernah mendapat visiting fellowship dari University of Oxford, University of Notre Dame, dan Kyoto University. Ia telah menulis ratusan artikel ilmiah dan puluhan buku, antara lain Religious Violence and Conciliation in Indonesia (London & New York: Routledge, 2016)

Yerusalem 'ibu kota Israel': Presiden Jokowi dan para pemimpin dunia kutuk keputusan Trump. (2018, April 22). Retrieved from http://www.bbc.com/indonesia/dunia-42261446





vatican kiseki chousakan

Judul              :    Teologi dalam Perspektif Global (Sebuah Pengantar)
Pengarang      :    Stephen B. Bevans
Penerjemah    :    Yosep Maria Florisan
Penerbit         :     Ledalero, Seminari Tinggi Ladalero Maumere NTT Flores, 2013.

Teologi adalah sebuah pengetahuan mengenai Allah, namun Allah pada dasarnya tidak dapat benar-benar dijangkau oleh pengetahuan dan rasio manusia , sebab Allah adalah misteri. Keterbatasan manusia dalam memiliki pengetahuan tentang Allah itu yang melatarbelakangi timbulnya teologi negative/apofatik dan bahasa analogi dalam upaya mengungkapkan siapa sesungguhnya Allah. Semua pengetahuan yang dimiliki itu semata-mata merupakan anugerah dan rahmat dari Allah. Allah hanya dapat dikenal sebagai subjek bukan objek, oleh karena itu pengetahuan yang dimiliki manusia tentang Allah hanya bisa didapatkan dari tanggapan bebas manusia terhadap Allah yang menyingkapkan diri untuk membangun relasi dan persahabatan dengan Allah sendiri (pewahyuan). Pewahyuan Allah terhadap manusia ditemukan umumnya pada tiga tempat, diantaranya Pengalaman (Allah terasa hadir dalam dalam setiap pasang naik dan surut kehidupan manusia); Alkitab (firman Tuhan mengungkapkan misteri mengenai Allah dalam kata-kata, kisah-kisah, serta tokoh-tokoh yang sederhana); Tradisi Kristen (ajaran Kristen yang diwariskan baik masa kini maupun lampau dijadikan sebagai pedoman untuk diterapkan saat ini. Sehingga manusia dapat mengalaminya kembali yaitu pengalaman Kristen mengenai misteri). Wahyu yang diberikan oleh Allah selain menimbulkan relasi dengan Allah, juga menimbulkan pengetahuan manusia tentang Allah.  Pengetahuan ini  hanya bisa didapat jika manusia mampu menyelaraskan hati dan pikirannya.Wahyu pada dasarnya tak pernah bisa lepas dari konteks, sebab wahyu hanya bisa diterima  jika mampu  menyesuaikan dengan konteks yang ada, namun bukan berarti hal ini akan mengurangi  pemahaman iman yang asli melainkan memperkaya pemahaman segala sesuatu mengenai wahyu  dari segala konteks.

Teologi dimulai dari pewahyuan Allah  kemudian direspons dalam iman sebagai bentuk penerimaan. Tindakan iman dibagi menjadi tiga segi berdasarkan sifatnya yakni: Afektif (mempercayakan diri dan berserah penuh, lalu ketika timbul keraguan tetap mempertanyakannya karena peduli terhadap apa yang dipercayai namun dengan berani tetap berjalan ditengah ketidakpastian); Perilaku (tindakan yang seturut dengan teladan  Allah dan dilakukan secara terus menerus hari lepas hari); Intelektual  (dipercayai dan dimengerti, manusia terus mencari pemahaman namun tetap dalam kerendahan hati jadi bukan hanya sekedar percaya). Manusia harus mampu menjaga kesatuan antara iman dan pemahaman dengan menghindari penekanan pada iman atau  fideisme  dan penekanan pada  pemahaman atau rasionalisme, sebab iman menimbulkan pemahaman (beriman untuk memahami/credo ut intelligam) begitu pula dengan pemahaman yang membuat seseorang makin beriman  (memahami untuk beriman/intelligo ut credam).

Pewahyuan didapat ketika manusia berupaya memahami imannya, dalam upaya pencarian itu diperlukan tidak hanya orang yang profesional saja tapi juga jemaat. Berteologi tidak dapat dilakukan hanya perindividu namun perlu  sebuah komunitas, sebab dari komunitas itulah  terlahir pribadi yang  memiliki jati diri dan iman jemaat dapat berkembang. Proses perkembangan tersebut tidaklah menuntut penguasaan akan isi doktrin-doktrin dan lain sebagainya melainkan perolehan sikap. Teologi juga selalu berikhtiar mencari pemahaman yang cocok dengan budaya tertentu, dan membawa perubahan bagi diri manusia itu sendiri dan juga bagi dunia. Tindakan teologi   diilhami serta mengarah pada pelayanan dan misi. Hal ini terpelihara dalam spiritualitas yang menuntut sebuah pencarian yang hasilnya menentukan segala-galanya. Teologi tidak terbatas oleh sekedar diskursif logis  tetapi lebih fleksibel karena dapat menggunakan apapun sebagai sarana memahami iman.

Eksistensi sebagai individu juga mengambil peranan penting dalam berteologi sebab perlu adanya pemahaman dalam diri , bukan sekedar pengaruh dari orang lain. Namun  perlu diingat bahwa manusia pada hakikatnya lahir sebagai individu tetapi hal ini tidak bisa dilepaskan dari fakta bahwa individu membutuhkan  kelompok, sebab seseorang  merupakan hasil dari pembentukan atau produk orang lain. Kristen sendiri menunjukan hakikatnya sebagai agama yang komunal , sebab faktanya untuk menjadi seorang Kristen diperlukan orang lain contohnya dalam hal baptisan, ekaristi, dan lain sebagainya. Kristen juga  memilki doktrin Trinitas yang menunjukan Allah sebagai yang komunal (satu sama dengan tiga dan tiga sama dengan satu) yang bersifat transenden  sebab Allah adalah misteri. Namun  intinya adalah Allah yang komunal bertujuan untuk menjalin sebuah relasi dengan manusia pada segala masa (Allah masa penciptaan,Yesus, dan roh) dalam sebuah persekutuan universal  yang membawa keselamatan – Allah yang memanggil namun juga sekaligus dalam kedalaman dirinya sebagai Allah yang menjalin relasi dan persekutuan. Kesadaran bahwa hakikat komunal pada manusia membuat pemahaman yang mulanya yaitu Gereja yang bercorak struktural/hierarki berubah menjadi komunitas yakni persekutuan orang-orang dengan Allah sebab semua orang sama martabatnya didalam Tuhan. Perasaan kaum beriman muncul ketika orang Kristen berkumpul dalam iman mencari pemahaman , disitu pula Allah hadir  dan membimbing mereka kepada misteri lewat pewahyuan yang menuntun mereka kepada iman dan pemahaman yang lebih dalam. Persekutuan dalam jemaat juga membawa orang kepada pemahaman bersama dalam cara yang lebih baru. Proses berteologi dalam persekutuan jemaat tersebut  haruslah melalui sikap terbuka kepada Allah dan firmanNya  lalu kepada orang lain dalam kelompok guna saling menantang (berani mengeluarkan pendapat, menentang, dan menerima pendapat orang lain) dan berubah. Jadi setiap pendapat haruslah dikeluarkan dalam kelompok sehingga dapat dicari solusinya lewat  refleksi bersama sesuai konteks kehidupan masing-masing dan sampai pada sesuatu pemahaman yang baru dan indah. Hal ini juga berlaku bagi teolog akademik/professional yang dapat juga menimba dari Jemaat dan orang Kristen lainnya dan terlibat dalam refleksi bersama dengan tetap mengingat bahwa teologi bukan untuk dikuasai melainkan dijadikan sebagai sebuah kegiatan yang ditekuni dalam upaya mencapai pemahaman.

Hakikat komunal teologi  sebagai sumber dan parameter, nyata dalam bentuk tradisi yang dimana pemahaman yang ada saat ini ditopang oleh kearifan di masa lampau. Tradisi tersebut oleh teolog masa kini dengan hati-hati tetap dilestarikan dengan penuh tanggung jawab kepadanya. Dalam hal ini jati diri Kristen tetap dipertahankan dalam tradisi kekristenan sehingga iman yang dimiliki saat ini adalah selalu sama dengan orang Kristen di segala masa. Tradisi kekristenan dalam Gereja diteruskan  dengan tuntunan roh dalam bentuk objektif seperti symbol, informasi, dan ungkapan oleh para leluhur yang bertujuan membawa pemahaman yang lebih dalam dan utuh contohnya terdapat dalam: Alkitab, karya Bapa dan Ibu Gereja, pujangga Gereja, liturgi, dan teks-teks magisterium (ajaran-ajaran, dokumen, dan teks lainnya yang ditulis para pimpinan Gereja). Tradisi yang diterima saat kini haruslah dijadikan sebagai patokan/parameter untuk memperdalam pemahaman dan meneruskannya kepada orang lain. Penerusan tradisi sebagai warisan iman dari Gereja dapatlah berubah dari waktu ke waktu. Sama halnya seperti kita yang selalu berkembang begitu pula dengan tradisi seberapapun sering ia berkembang ia tetaplah senantiasa hal yang sama. Tradisi tidak ada yang benar-benar murni sebab bersifat majemuk seiring dengan perkembangannya yang membuatnya menjadi rentan terhadap kesalahan doktrinal dan isu-isu yang akhirnya mendorong para teolog untuk memperbaikinya dengan menguji ulang, penafsiran baru dan  melahirkan pemikiran-pemikiran kritis. Bertanggung jawab kepada tradisi sebagai orang Kristen berarti setia pada iman dan kearifan yang diberi oleh leluhur. Kesetiaan itu bukan berarti tidak boleh meninggalkan tradisi tersebut tapi membuktikan kesetiaan tersebut dengan penafsiran baru dan kreatif yang tidak hanya meniru leluhur namun menghasilkan sesuatu yang mampu mengunggulinya. Walaupun begitu perlu diingat bahwa dengan kearifan masa lalu dalam tradisi manusia menjadi dapat lebih terbantu dalam mengatasi persoalan dan melihat problema lebih tajam dalam masa kini. Jadi intinya adalah  sebagai seorang teolog diperlukan sikap ketergantungan dan kemandirian terhadap tradisi sehingga tradisi tidak hanya dilestarikan dengan penuh tanggung jawab tapi juga dapat dibaharui pada waktuyang sama.

Hakikat komunal sebelumya telah dibahas mengenai perananannya dalam teologi dan peran individu-individu yang ada didalamnya. Peranan  menyangkut tugas dan wewenang dalam pelayanan di gereja khususnya bagian pengajaran inilah yang dikenal dalam istilah Magisterium. Dalam pelaksanaanya memang tugas pengajaran ini  pada dasarnya ditujukan kepada setiap orang Kristen namun hal ini sedikit lebih menitik beratkan pada orang-orang yang terpanggil secara khusus  dan telah ditahbiskan untuk melakukan hal ini. Magisterium bertugas dalam hal pengajaran, terkhususnya untuk mengamati  dan meluruskan kesalahpahaman dalam ajaran /doktrin dan menyesuaikan amanat dalam injil sesuai dengan konteks masa kini.  Doktrin bukanlah semata-mata sesuatu yang ilmiah atau bisa diuji keabsahannya (misalnya Yesus bangkit dari antara orang mati, tidak bisa dibuktikan saat kini kebenarannya) namun merupakan kebenaran yang menyelamatkan sehingga tidak dapat juga dipandang sebagai sesuatu yang dibatasi pada makna/ungkapan simbolik saja. Doktrin kemudian ada beberapa yang diadopsi oleh para Magisterium lalu ditetapkan secara resmi dan diajarkan sebagai kebenaran mutlak tanpa salah atau disebut dogma . Kebenaran mutlak tersebut harus diterima dalam rangka mengakui bahwa kita meyakini apa yang hendak dinyatakan dalam dogma tersebut walaupun terkadang hal itu melampaui pemahaman kita artinya dogma  menuntut persetujuan iman. Keberadaan Magisterium selalu berdampingan dengan teolog akademik  dan awam yang secara fungsi, hasil karya, maupun cara pandang berbeda sehingga tidak ada yang boleh merasa lebih tinggi satu daripada yang lainnya dan harus saling melengkapi. Karena kehidupan berdampingan ini maka seringkali ada beda pendapat atau ketidaksetujuan. Satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah dengan  saling  menghargai  bukan saling menjatuhkan, ikhtiar saling memahami  dan menerima.

Hal-hal menarik
1.      Adanya pembedaan antara magisterium dengan teolog . Dalam hal ini Bevans menggunakan sudut pandang katolik untuk menjelaskannya, ia menggambarkan magisterium sebagai orang yang dipanggil secara khusus untuk mengajar yang hanya memiliki wibawa dalam berbicara mengenai Alkitab seperti pelayan gereja dan gembala jemaat contohnya adalah uskup. Teolog digambarkan sebagai cendekiawan atau sarjan yang  memiliki  pemahaman secara khusus atau akademis mengenai Alkitab .
Hal menarik yang saya sempat pikirkan adalah ketika ingin mencoba memasukan pemahaman akan arti magisterium kedalam konteks Kristen protestan, menurut pandangan saya pribadi dalam Protestant terdapat sedikit perbedaan, yaitu mungkin magisterium mengambil tugas rangkap juga sebagai Teolog jadi tidak hanya sekedar memiliki wibawa saja melainkan mempunyai pemahaman khusus atau akademis mengenai Alkitab.
2.      Alkitab menjadi bagian dari tradisi Kristen, sebab menjadi sebuah warisan yang  diturunkan turun temurun mengenai pengalaman iman bangsa Israel yang membantu orang memiliki iman yang membawa pemahaman dan pemahaman yang membuat seseorang makin beriman.
3.       Iman masih menyisakan ruang untuk keraguan jadi tidak hanya sekedar percaya namun tetap mempertanyakannya karena peduli terhadap apa yang dipercayai namun dengan berani tetap berjalan ditengah ketidakpastian

 Pertanyaan

1.   Mengapa Bevans dalam penulisan  bukunya mengadopsi perspektif global/ pandangan dari berbagai teolog untuk memaparkan pandangan teologisnya?
-          Yang melatar belakangi adalah kenyataan bahwa ia tidak bisa lepas dari pandangan orang lain yang beragam dalam memaparkan teologinya, karena pada dasarnya tidak ada teologi yang individual, ia memasukan banyak pandangan para teolog dengan ikhtiar  memuat pemahaman  dan menyampaikan makna yang cocok dengan berbagai paham dan budaya

2.      Mengapa  ketegangan  bisa muncul antara magisterium dengan teolog dan bagaimana menyikapinya?
-          Ketegangan tersebut timbul bukan karena penolakan namun beda pendapat atau kurang setuju, sehingga selama hal itu mengandung ikhtiar jujur , pertimbangan yang matang, dan motivasi yang benar hal itu bisa diterima. Karena keduanya bersifat saling melengkapi  dan hanya dengan keberadaan mereka berdua saja gereja/komunitas dapat benar-benar bisa bergerak maka satu-satunya jalan untuk mengatasi ketegangan adalah saling menghargai pendapat satu sama lain

3.      Mengapa tradisi sebagai warisan senantiasa berubah seiring perkembangan zaman?

-          Sebab tradisi sebagai warisan artinya tidak hanya mempertahankan aneka rumusan yang telah diberikan  nenek moyang saja melainkan mengembangkannya dalam artian kita tidak menyamakannya seperti benda yang diwariskan dan takkan pernah berubah tetapi menyamakan tradisi gereja seperti sesuatu yang hidup  seperti manusia  yang selalu berubah namun senantiasa tetap sama.

Penulis: Eirens Josua Matahine


Note: postingan ini dibuat dalam rangka mengamankan file pribadi berupa tugas kuliah penulis, jika ingin mengcopy paste atau share mohon digunakan dengan bijak, dan jangan lupa sertakan sumber.  

Hikkimori adalah sebuah penyakit sosial yang cukup krusial dikalangan anak muda. Istilah ini berasal dari bahasa  jepang yang secara harafiah berarti menarik diri. Penyandang Hikkimori menghabiskan waktunya untuk hiburan dan mengurung dirinya sepanjang hari di kamar. Penyakit ini biasanya melekat berbulan-bulan bahkan pada kasus tertentu dapat bertahun-tahun. Tercatat dalam penelitian NHK untuk acara Fukushi Network pada tahun 2005 ada sekitar 1,6 juta hikkimori dan jika dijumlahkan dengan yang semi hikkimori maka terhitung total 3 juta orang. Survei kementrian kesehatan, tenaga kerja, dan kesejahteraan Jepang menunjukan bahwa laki-laki hikkimori jumlahnya empat kali lipat dibandingkan perempuan, dengan rata-rata usia 20-29 tahun. Penyakit ini timbul karena rendahnya mentalitas seseorang, akibat beberapa faktor seperti pengaruh tekanana dari lingkungan sekitar yang menimbulkan trauma, akibat kecanduan anime dan game (perkembangan teknologi), dan sikap introvert.

Kamar seorang hikkimori di Jepang


    Tekanan dari lingkungan sekitar yang menimbulkan trauma di negara maju seperti Jepang cukup besar. Di Jepang, tuntutan kehidupan dan sosial sangat tinggi. Tingginya angka ekonomi jepang dan tuntutan keluarga yang membuat warganya menjadi seorang hikikomori. Sebuah kesalahan kecil saja dalam pekerjaan dapat menimbulkan dampak berupa kerugian bagi perusahaan atau diskriminasi yang dapat mengakibatkan turunnya mentalitas seseorang. Di Jepang masyarakatnya cenderung memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, apabila mereka melakukan sebuah kesalahan dalam pekerjaan, umumnya mereka lebih memilih untuk tidak menanggung malu. Rasa penyesalan yang besar tersebut akan berubah menjadi kepahitan yang mendorong seseorang untuk bunuh diri atau menutup dirinya dari lingkungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kejadian yang pernah dialami dulu. Dorongan-dorongan seperti itu timbul karena orang Jepang sangat menjunjung tinggi prinsip nenek moyangnya (samurai) yang melakukan harakiri/seppuku  apabila melakukan kelalaian dalam tugas, prinsip tersebut dipegang teguh hingga saat ini, hanya saja caranya sedikit diperhalus sesuai perkembangan zaman.

Perkembangan teknologi yang saat ini semakin maju membuat beberapa orang merasa malas untuk keluar dari kamarnya ,dan memilih untuk bermain game ,nonton film,dan melakukan hal-hal lainnya,dengan menggunakan PC /Laptop dan Android  yang saat ini populer dikalangan remaja. Jepang sebagai salah satu negara produsen terbesar animasi dan game serta pusat perkembangan teknologi dunia, tentu saja dengan gencarnya mengincar para kawula muda dalam negerinya sebagai target pemasaran. Dalam memproduksi hiburan tersebut, produsen selalu memuatkan konten yang menekankan pada nilai-nilai persahabatan, usaha dan kerja keras, serta hal-hal lainnya yang memotivasi anak muda. Namun tujuan tersebut kadang sulit tercapai karena banyak anak muda  yang terlena akan buaian cerita fiksi dan teknologi tersebut hingga tidak bisa membedakan realita didalam cerita dengan dunia nyata. Hal ini menjadi daya pikat sekaligus jerat yang menimbulkan kecanduan hingga sikap malas bersosialisasi.

Introvert adalah sebuah sikap yang cenderung tertutup terhadap orang lain atau penyendiri. Mengapa seorang yang berkepribadian introvert rentan akan menyandang penyakit ini?. Hal ini disebabkan sikap tertutup dan berusaha untuk memikul beban semuanya sendirian yang dapat menimbulkan stress dan kegagalan dalam pekerjaan. Ketika stress dan kegagalan terjadi mereka akan merasa sangat rendah sehingga mereka tambah menutup diri terhadap lingkungan. Selain itu perbedaan selera antara teman,keluarga, dan dirinya sendiri, yang membuat dirinya merasa untuk lebih ingin menjadi diri sendiri daripada harus mengikuti kepribadian orang lain, sehingga cenderung menutup diri terhadap orang yang dipandangnya berbeda hal ini seperti ini sering melanda pada remaja Indonesia yang terlalu fanatik dengan pop culture (anime) Jepang.

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan dan dorongan dari orang lain. Tidak ada manusia yang bisa hidup seorang diri tanpa membutuhkan bantuan dari orang lain.Oleh karena itu jika ada masalah, jangan lari dan berusaha menyembunyikan diri  di dalam zona nyaman, tetapi hadapilah masalah tersebut dengan badan yang tegap.


Bushido (Kanji: 武士道 "tata cara ksatria") adalah sebuah kode etik keksatriaan golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido berasal bushidodari nilai-nilai moral samurai, paling sering menekankan beberapa kombinasi dari kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati.


Lahir dari Neo-Konfusianisme selama masa damai Tokugawa dan mengikuti teks Konfusianisme, Bushido juga dipengaruhi oleh Shinto dan Buddhisme Zen, yang memungkinkan adanya kekerasan dari samurai yang ditempa dengan kebijaksanaan dan ketenangan.

Samurai sendiri adalah sebuah strata sosial penting dalam tatanan masyarakat feodalisme Jepang. Secara resmi, Bushido dikumandangkan dalam bentuk etika sejak zaman Shogun Tokugawa.Biasanya para samurai dan Shogun rela mempartaruhkan nyawa demi itu, Jika gagal, ia akan melakukan seppuku (harakiri).Bushido sudah dilakukan pada saat Perang Dunia II, yaitu menjadi prajurit berani mati


secara harafiah artinya nilai ksatria adalah sebuah kode etik kepahlawanan golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido berasal dari dua dasar kata, “Bushi” yang berarti kesatria dan “Do” yang berarti jalan/tata cara/kode etik. Kata “Bushi” dapat di bagi lagi menjadi kata “Bu” yang berarti untuk menghentikan, dimana definisi dari kata “Bu” ini adalah menghindari terjadinya kekerasan dan penggunaan senjata. Sementara kata “Shi” yang dapat diartikan sebagai seseorang yang mempunyai peringkat dengan cara belajar. Namun arti kata “Bushi” sepertinya untuk memberikan arti “setiap orang yang menjaga kedamaian baik secara diplomatis maupun dengan penggunaan senjata". Sehingga secara keseluruhan arti kata “Bushido” dapat berarti suatu jalan atau metode untuk menjaga perdamaian yang dilakukan secara diplomasi maupun menggunakan senjata. Bushido banyak mengadopsi nilai agama Budha, Shinto dan Konfusius.

Kode Bushido ditandai dengan tujuh kebajikan,Seorang ksatria harus paham betul tentang yang benar dan yang salah, dan berusaha keras melakukan yang benar dan menghindari yang salah. Dengan cara itulah bushido biasa hidup.Nilai ini sangat dijunjung tinggi dalam falsafah bushido, dan merupakan dasar bagi insan manusia untuk lebih mengerti tentang moral dan etika.

1. Yū (勇 – Keberanian) / Berani dalam menghadapi kesulitan.

Keberanian merupakan sebuah karakter dan sikap untuk bertahan demi prinsip kebenaran yang dipercayai meski mendapat berbagai tekanan dan kesulitan. Keberanian juga merupakan ciri para samurai, mereka siap dengan risiko apapun termasuk mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan keyakinan.

"Pastikan kau menempa diri dengan latihan seribu hari, dan mengasah diri dengan latihan selama ribuan hari". (Miyamoto Musashi)

Keberanian mereka tercermin dalam prinsipnya yang menganggap hidupnya tidak lebih berharga dari sebuah bulu. Namun demikian, keberanian samurai tidak membabibuta, melainkan dilandasi latihan yang keras dan penuh disiplin.

2. Jin (仁 – Kemurahan hati) 

Bushido memiliki aspek keseimbangan antara maskulin (yin) dan feminin (yang). Jin mewakili sifat feminin yaitu mencintai. Meski berlatih ilmu pedang dan strategi berperang, para samurai harus memiliki sifat mencintai sesama, kasih sayang, dan peduli.

"Jadilah yang pertama dalam memaafkan."(Toyotomi Hideyoshi)

Kasih sayang dan kepedulian tidak hanya ditujukan pada atasan dan pimpinan namun pada kemanusiaan. Sikap ini harus tetap ditunjukan baik di siang hari yang terang benderang, maupun di kegelapan malam. Kemurahan hati juga ditunjukkan dalam hal memaafkan.

3. Rei (礼 – Menghormati) / Hormat kepada orang lain.

"Apakah kau sedang berjalan, berdiri diam, sedang duduk, atau sedang bersandar, di dalam perilaku dan sikapmulah kau membawa diri dengan cara yang benar-benar mencerminkan prajurit sejati. (Kode Etik Samurai)

Seorang Samurai tidak pernah bersikap kasar dan ceroboh, namun senantiasa menggunakan kode etiknya secara sempurna sepanjang waktu. Sikap santun dan hormat tidak saja ditujukan pada pimpinan dan orang tua, namun kepada tamu atau siap pun yang ditemui. Sikap santun meliputi cara duduk, berbicara, bahkan dalam memperlakukan benda ataupun senjata.

4. Makoto atau (信 – Shin Kejujuran) dan tulus-ikhlas / Bersikap Tulus dan Ikhlas.

"Samurai mengatakan apa yang mereka maksudkan, dan melakukan apa yang mereka katakan. Mereka membuat janji dan berani menepatinya." (Toyotomi Hideyoshi)
"Perkataan seorang samurai lebih kuat daripada besi." (Kode Etik Samurai)

Seorang Samurai senantiasa bersikap Jujur dan Tulus mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Para ksatria harus menjaga ucapannya dan selalu waspada tidak menggunjing, bahkan saat melihat atau mendengar hal-hal buruk tentang kolega.

5. Meiyo (名誉 – Kehormatan) / Menjaga kehormatan diri.

Bagi samurai cara menjaga kehormatan adalah dengan menjalankan kode bushido secara konsisten sepanjang waktu dan tidak menggunakan jalan pintas yang melanggar moralitas.

"Jika kau di depan publik, meski tidak bertugas, kau tidak boleh sembarangan bersantai. Lebih baik kau membaca, berlatih kaligrafi, mengkaji sejarah, atau tatakrama keprajuritan." (Kode Etik Samurai)

Seorang samurai memiliki harga diri yang tinggi, yang mereka jaga dengan cara perilaku terhormat. Salah satu cara mereka menjaga kehormatan adalah tidak menyia-nyiakan waktu dan menghindari perilaku yang tidak berguna.

6. Chūgo (忠義 – Loyal) / Menjaga Kesetiaan kepada satu pimpinan dan guru.

Kesetiaan ditunjukkan dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Kesetiaan seorang ksatria tidak saja saat
pimpinannya dalam keadaan sukses dan berkembang.

"Seorang ksatria mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melakukan pelayanan tugas." (Kode Etik Samurai)

Bahkan dalam keadaaan sukses dan berkembang.

"Seorang ksatria mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melakukan pelayanan tugas." (Kode Etik Samurai)

*Photo: Makam ke 47 Ronin (ronin= samurai tak bertuan, kisah mereka pernah diangkat kedalam sebuah film dikarenakan keloyalan mereka pada tuan mereka yang sudah meninggal)*

Bahkan dalam keadaaan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, pimpinan mengalami banyak beban permasalahan, seorang ksatria tetap setia pada pimpinannya dan tidak meninggalkannya. Puncak kehormatan seorang samurai adalah mati dalam menjalankan tugas dan perjuangan.

7. Tei (悌 – Menghormati Orang Tua) / Menghormati orang tua dan rendah hati.

"Tak peduli seberapa banyak kau menanamkan loyalitas dan kewajiban keluarga di dalam hati, tanpa prilaku baik untuk mengekspresikan rasa hormat dan peduli pada pimpinan dan orang tua, maka kau tak bisa dikatakan sudah menghargai cara hidup samurai." (Kode Etik Samurai)

Samurai sangat menghormati dan peduli pada orang yang lebih tua baik orang tua sendiri, pimpinan, maupun para leluhurnya. Mereka harus memahami silsilah keluarga juga asal-usulnya. Mereka fokus melayani dan tidak memikirkan jiwa dan raganya pribadi.




Jika kehidupan samurai dan anime adalah dua hal yang paling dikenal dunia dari Jepang, maka bunuh diri bisa dibilang adalah hal ketiga. Citra bunuh diri begitu lekat dengan Jepang 

Masih ingatkah kalian dengan beberapa kasus bunuh diri yang sangat menghebohkan di dunia maya?. Tentunya hal itu menjadi sesuatu yang sangat diingat apalagi banyak orang yang juga menyaksikan hal tersebut. Bunuh diri menjadi sesuatu yang trending beberapa bulan lalu, sering dibicarakan, dan menjadi suatu hal yang ditakuti.

Pria ternyata merupakan pelaku bunuh diri yang terbanyak di Jepang, apalagi di Jepang juga ada praktik bunuh diri yang disebut dengan seppuku. Namun tidak jarang seppuku juga dilakukan oleh wanita yang sudah berkeluarga. Kebanyakan pelaku bunuh diri di Jepang berkisar pada umur 50 tahun atau setengah baya, untuk remaja dan anak-anak itu relatif jarang ditemukan.

Kemungkinan yang menjadikan banyaknya pria melakukan tindakan bunuh diri karena kehilangan pekerjaannya, atau usaha yang dia jalani gulung tikar. Apalagi pria memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan wanita, dan membuat mereka semakin tertekan karena tanggung jawab yang lebih besar yang dia miliki.


Bentuk permintaan maaf gaya Jepang?

Sudah tahu tentang seppuku? Suatu bentuk kegiatan bunuh diri yang dilakukan oleh orang Jepang dengan cara merobek perut dengan menggunakan katana yang berukuran kecil. Hal ini pun terjadi di jaman dahulu dan sudah resmi dilarang sejak tahun 1873 atau pada masa Restorasi Meiji. Biasanya orang yang melakukan seppuku karena alasan harga diri, tanggung jawab karena gagal dalam tugas, kalah dalam peperangan sehingga sebelum dipermalukan karena akan ditangkap oleh pihak musuh, para pemimpinnya biasa untuk melakukan bunuh diri.

Orang yang melakukan seppuku akan melakukan ritual yang cukup panjang, namun jika terdesak dia akan melakukannya dengan cara instan. Pelaku bunuh diri dengan seppuku biasanya melakukan tindakkan tersebut dalam kondisi bersih. Mereka membersihkan badan dan setelah itu menggunakan pakaian yang serba putih.

Mungkin dari bentuk seppuku itulah banyak orang Jepang yang melakukan tidakkan bunuh diri. Bisa dibilang ini adalah suatu bentuk budaya yang pada akhirnya turun temurun dan menjadi solusi akhir bagi orang Jepang yang putus asa dengan kehidupannya.

Kayoko Ueno, Sosiolog dari University of Tokushima, menyebut bahwa Jepang memang telah lama dikenal sebagai “nation of suicide”, atau bangsa bunuh diri. Meski begitu, temuan-temuan terakhir menunjukkan bahwa asosiasi tersebut tak lagi benar-benar tepat. 

Jepang memang punya kedekatan historis yang khusus dengan bunuh diri ini. Di masa lampau, pilihan bunuh diri banyak dilakukan dengan alasan kehormatan. Misalnya saja yang dilakukan oleh samurai di masa lampau dan serdadu fasis Jepang di Perang Dunia II. 

Samurai tersebut memilih bunuh diri ketimbang ditangkap musuh --yang mungkin membuatnya tidak setia pada sang majikan. Atau pilihan serdadu Jepang di Perang Dunia II untuk menabrakkan pesawat tempurnya yang sudah usang dan tertinggal kemampuannya ke kapal perang tentara sekutu. Bunuh diri, bagi orang Jepang, adalah upaya untuk tetap terhormat hingga akhir hayat. 


Angka Bunuh Diri yang Tinggi

Dan faktanya, angka kematian akibat bunuh diri di Jepang pun memang selalu tinggi. 

Menjelang milenium kedua, Jepang mendapati kenaikan angka bunuh diri yang signifikan. Pada tahun 1998, sebanyak 32.863 orang bunuh diri, naik 34,7 persen dibanding tahun sebelumnya -- angka tertinggi bunuh diri Jepang sejak kepolisian mereka mulai mencatat budaya umum Jepang tersebut di tahun 1947. 

Catatan yang tinggi tersebut diakibatkan oleh beberapa hal. Pada tahun 1999, tingginya tingkat depresi yang diakibatkan oleh resesi ekonomi menjadi penyebab yang paling banyak ditunjuk oleh para ahli. Beberapa media lokal menyebut kondisi tersebut “darurat”. 

Ternyata, angka tersebut sempat terus meningkat. Pada tahun 2003, Jepang mencatatkan rekor angka bunuh diri paling tinggi sepanjang sejarah. Sebanyak 34.427 orang mati akibat bunuh diri pada tahun tersebut. 

Angka tersebut memang mengalami penurunan beberapa tahun setelahnya. Pada tahun 2004, jumlah bunuh diri di Jepang turun sekitar 2.000 orang, yaitu 32.325 dalam setahun. Di akhir dekade 2010, angka bunuh diri turun menjadi 31.690. Meski turun, catatan yang melebihi titik 30.000 tiap tahunnya jelas bukanlah statistik yang bisa dibanggakan.

Angka yang luar biasa tinggi ini memaksa pemerintah Jepang berbenah. Upaya pemerintah dilakukan lewat Basic Act on Suicide Prevention yang dimulai pada 2006. Tujuannya adalah untuk mempromosikan pencegahan bunuh diri dan membantu keluarga dari orang-orang yang melakukan bunuh diri. 

Lewat upaya ini, pencegahan bunuh diri bukan lagi upaya salah satu kementerian namun menjadi tanggung jawab semua cabang pemerintahan. Semua kementerian harus awas dan berusaha untuk mencegah bunuh diri di Jepang. Lebih dari 220 juta dolar AS dihabiskan untuk upaya pencegahan yang meliputi upaya perbaikan konseling dan sistem monitoring secara online.

Hasilnya mulai terlihat pada tahun 2012. Kepolisian mencatat angka bunuh diri “hanya” mencapai jumlah 27.858 orang. Ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun angka bunuh diri di Jepang berada di bawah titik 30.000. Angka tersebut kembali turun menjadi 27.283 di tahun 2013, dan turun kembali menjadi sekitar 25.000 di tahun 2014.

Upaya pemerintah Jepang tampaknya memang berhasil. Pada tahun 2015, angka bunuh diri kembali menurun. Pemerintah Jepang menyebut bahwa bunuh diri masyarakatnya hanya menyentuh angka 24.025 orang. 

Ini adalah pertama kalinya dalam 18 tahun terakhir angka bunuh diri di Jepang berada di bawah angka 25.000 --turun 10.000 dibandingkan 10 tahun sebelumnya. Jepang tak lagi berada di urutan pertama pemegang rasio bunuh diri dengan jumlah penduduknya dalam satu tahun, yang pada 2016 dipimpin oleh Guyana dan Korea Selatan.

Cara Bertanggung Jawab

Meski begitu, Jepang tetap ada di atas sana, selalu berada dalam peringkat 10 besar pemegang rasio bunuh diri tertinggi dunia. Praktik bunuh diri yang marak di masa lampau membuatnya tak lagi tabu di masyarakat Jepang masa-masa selanjutnya. 

Wataru Nishida, psikolog dari Temple University, Jepang, menyebut bahwa ada pemaknaan yang berbeda soal bunuh diri di Jepang dan di belahan dunia lain. 
“Jepang tidak punya sejarah keagamaan yang kuat. Jadi di sini, bunuh diri bukanlah sebuah dosa,” ucap Nishida seperti dilansir BBC. “Faktanya, bunuh diri memang masih dipandang sebagai salah satu cara seseorang bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.”
Masahiro Yamada, sosiolog dari Chuo University di Tokyo, mendukung bahwa di Jepang anggapan bahwa bunuh diri menjadi salah satu cara seseorang bertanggung jawab sudah diterima.
“Kami membuatnya (budaya bunuh diri) menjadi layaknya sebuah praktik kebajikan,” ucapnya dikutip dari USAToday.
Meski begitu, permasalahan bunuh diri buat orang-orang Jepang tidak pernah sesederhana itu. Hal yang patut dipahami dari tren bunuh diri Jepang yang tetap tinggi ini adalah alasan dan bagaimana komposisi dari orang-orang yang melakukannya. 
Mengutip dari Guardian, depresi menjadi alasan utama mengapa orang Jepang melakukan bunuh diri. Satu dari lima kasus menunjukkan hal tersebut. Setelah depresi, sakit menjadi alasan lain mengapa mati dipandang bisa memotong masa penderitaan. 
Pada tahun 2008, angka lansia yang melakukan bunuh diri naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hampir 36  persen dari lebih 30.000 orang yang bunuh diri berusia lebih dari 60 tahun. Alasannya didominasi oleh perkara finansial.


Bunuh Diri yang Menguntungkan


Ken Joseph dari Japan Helpline, layanan bantuan dan konseling non-profit di Jepang, juga mencermati permasalahan tersebut. Bahkan menurutnya, tekanan untuk bunuh diri tak hanya dirasakan para pensiunan, namun juga para pekerja yang berada di usia matang. Joseph melihat adanya tren bahwa bunuh diri justru menguntungkan. 
“Sistem asuransi di Jepang sangatlah longgar ketika menghadapi masalah bunuh diri,” ucapnya dikutip dari BBC. Ia mencatat bahwa sistem asuransi justru menguntungkan bagi orang-orang yang bunuh diri. 
Menurutnya, sistem asuransi di Jepang justru dimanfaatkan oleh orang-orang yang sudah putus asa. “Jadi ketika semua cara sudah gagal, orang justru memilih untuk bunuh diri saja dan asuransi justru akan membayar Anda,” ucapnya.
Praktik ini ternyata memang kerap dilakukan. Sistem asuransi di Jepang, justru mendorong menempatkan aksi bunuh diri sebagai cara logis yang menguntungkan untuk dilakukan. Sebuah jurnal berjudul Suicide and Life Insurance karya Etsuji Okamoto mengkonfirmasi keanehan tersebut. 
Menurut Okamoto, ada korelasi yang positif antara rasio bunuh diri masyarakat Jepang dan ketersediaan pembiayaan asuransi untuk orang yang melakukan bunuh diri. Asuransi, sederhananya, akan membayar bila Anda bunuh diri.
Pada periode pascaperang, muncul tren yang dilakukan orang-orang Jepang yaitu menandatangani asuransi jiwa. Asuransi akan memberikan ahli waris Anda sejumlah uang atas kematian Anda. Masyarakat pun memanfaatkannya. Seseorang yang memang sudah punya niat bunuh diri, sebelum melakukan aksinya, terlebih dulu menyempatkan untuk membuat kontrak asuransi jiwa. 
Banyaknya praktik ini membuat perusahaan asuransi memberikan exemption time, atau masa tunggu kontrak tersebut berlaku. Perusahaan asuransi baru akan memberikan bayaran asuransi apabila orang tersebut melakukan bunuh diri satu tahun setelah kontrak ditandatangani. 
Meski demikian hasilnya sama saja. Orang-orang melakukan bunuh diri di bulan ke-13 setelah menandatangani kontrak. Ketika perusahaan asuransi menaikkan masa tunggu menjadi 2 tahun, masih saja tren bunuh diri memperlihatkan orang-orang melakukannya di bulan ke-25 setelah ia melakukan kontrak dengan perusahaan asuransi.

Sebuah film dokumenter Jepang berjudul Saving 10.000: Winning a War on Suicide in Japan mencermati praktik ini. Dalam film yang disutradarai oleh Rene Duignan tersebut, tampak bahwa bunuh diri memang menjadi pilihan yang strategis untuk menyelamatkan kehidupan orang-orang terdekat. 
Sebuah kuotasi dari film tersebut secara komprehensif menjelaskan fenomena ini: 
“Di Jepang, jika Anda kehilangan pekerjaan, Anda akan terputus dari pembiayaan dari perusahaan Anda.” 
“Namun demikian, sayangnya Anda masih punya sisa kredit berusia 20 tahun dan Anda punya anak-anak yang harus disokong biaya edukasinya. Apa yang akan Anda lakukan?” 
“Well, masalah ini sangatlah mudah. Utang-utang Anda akan dibayar. Kredit Anda akan rampung dalam sekejap. Anak-anak Anda akan bisa sekolah dengan tenang, dan Anda bisa saja masih mendapatkan 300 ribu dolar AS atau bahkan lebih.”



*di ambil  dari berbagai sumber: nihon no hikari, akiba nation, j-cul, jurusan jepang, jawa pos, kumparan 




 ODA NOBUNAGA


Pionir pemersatu Jepang.
Berada pada era 1570 - 1583
Lahir sebagai pewaris Oda Nobuhide, Nobunaga harus bersaing memperebutkan hak menjadi kepala klan dengan adik kandungnya Oda Nobuyuki. Setelah menang dalam pertempuran melawan klan Imagawa dan klan Saito, Nobunaga menjadi pengikut Ashikaga Yoshiaki dan diangkat sebagai pejabat di Kyoto. Kekuatan penentang Nobunaga seperti klan Takeda, klan Asakura, pendukung kuil Enryakuji, dan kuil Ishiyama Honganji dapat ditaklukkan berkat bantuan Ashikaga Yoshiaki. Nobunaga menjalankan kebijakan pasar bebas (rakuichi rakuza) dan melakukan survei wilayah.
Nobunaga diserang pengikutnya yang bernama Akechi Mitsuhide sehingga terpaksa melakukan bunuh diri dalam Insiden Honnoji. Nobunaga dikenal dengan kebijakan yang dianggap kontroversial seperti penolakan kekuasaan oleh klan yang sudah mapan, dan pengangkatan pengikut dari keluarga yang asal-usul keturunannya tidak jelas.
Nobunaga berhasil memenangkan banyak pertempuran di zaman Sengoku berkat penggunaan senjata api model baru. Selain itu, ia ditakuti akibat tindakannya yang sering dinilai kejam, seperti perintah membakar semua penentang yang terkepung di kuil Enryakuji, sehingga Nobunaga mendapat julukan raja iblis.

 HANZOU HATTORI 

   
Ninja legendaries pengawal Tokugawa Ieyasu.
Berada pada era 1570 - 1596
Hanzo Hattori (1542 – 1596) adalah anak dari Yasunaga Hattori seorang samurai terkenal. Yasunaga Hattori juga kepala dari kelompok Iga. Lahir dan dibesarkan di Propinsi Mikawa, Hattori adalah ninja dari Iga yang paling terkenal. Meski demikian Hattori sering kembali ke Iga untuk mengunjungi keluarganya. Hattori terkenal sebagai orang yang ahli senjata terutama pedang dan tombak. Kepiawaiannya bisa jadi tidak kalah dari samurai legendaris Miyamoto Musashi. Kemasyhurannya telah terdengar dimana-mana. Selain teknik senjata Hattori juga terkenal sebagai ahli strategi yang handal. Kemahiran dan keberaniannya sudah terlihat sejak remaja. Konon Hattori telah menjalani pertarungan pertamanya dalam usia 16 tahun. Hattori juga telah terlibat dalam perang besar di Anegawa (1570) dan Mikatagahara (1572).
Peran terbesar Hattori adalah tahun 1582 saat itu dirinya menunjukkan jalan bagi Ieyasu Tokugawa untuk meloloskan diri dari serangan Oda Nobunaga. Jalan yang ditunjukkan Hattori melewati wilayah Iga dan Koga hingga akhirnya Ieyasu berhasil selamat sampai di Propinsi Mikawa. Oda Nobunaga yang dijuluki sebagai “the evil king of sengoku” akhirnya tewas dalam kerusuhan itu. Menghargai jasa Hattori, Ieyasu yang dikemudian hari menjadi shogun mempekerjakan sekitar 200 ninja Iga menjaga istana di Yotsuya. Para ninja menjaga gerbang yang menjadi kunci masuk ke Yotsuya. Sebagai penghargaan bagi Hattori, salah satu gerbang diberi nama Gerbang Hattori karena kediaman Hattori berdekatan dengan pintu masuk itu. Ketika Yoshimune Tokugawa (1719-1745) berkuasa, ninja dari Iga diberhentikan dan diganti pengawal lokal.

SANADA YUKIMURA


Jenderal perang pasukan Toyotomi dalam perang Sekigahara.
Berada pada era 1570 - 1615.
Sanada Yukimura adalah samurai Jepang, sangat jago pedang, anak kedua dari daimyo Sanada Masayuki pada masa perang sipil/ periode Sengoku yang mengabdi pada klan Takeda. Nama lainnya adalah Sanada Nobushige mengikuti nama adik Takeda Shingen, Takeda Nobushige yang adalah seorang prajurit yang berani dan terhormat.
Dia dan ayahnya dikenal sebagai ahli taktik militer yang sangat baik. Meskipun pasukan mereka sangat kecil, mereka memenangkan banyak pertempuran di mana mereka kalah jumlah. Melalui prestasi ini, ia akan mendapatkan ketenaran dan selamanya tempat dalam sejarah Jepang. Sanada Yukimura itu disebut "A Hero yang dapat muncul sekali dalam seratus tahun" dan "setan merah perang", dan Shimazu Tadatsune (dapat dikatakan sebagai pemain terbaik dalam invasi Korea) menjulukinya sebagai nomor satu pejuang di Jepang.
Ia menikah dengan Akihime (Chikurinin) angkat-putri Otani Yoshitsugu. Mereka punya dua putra, Daisuke (Yukimasa) dan Daihachi (Morinobu).
MIYAMOTO MUSASHI
SWORD SAINT, alias dewa pedang (samurai terhebat sepanjang masa)
Berada pada era 1580 - 1650
Miyamoto Musashi adalah tokoh historis Jepang, hidup sekitar awal abad 17 di masa permulaan kekuasaan Shogunat Tokugawa. Konon, bagi orang Jepang laki-laki ini begitu memberikan arti. Dua kapal perang terbesar kekaisaran Jepang saat PD II salah satunya dinamakan sesuai dengan namanya.
Musashi bukanlah negarawan, keturunan bangsawan ataupun seorang jenderal kenamaan. Dia sekedar pendekar pedang yang di separo akhir hidupnya kemudian mendalami seni. Sebagai pendekar dia juga tidak mempunyai tuan (daimyo) tempat mengabdi. Sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan menjadi samurai pengembara (shugyosha) yang menjelajahi seantero jepang dan tetap bebas merdeka dengan menjadi ronin (samurai tak bertuan).


SASAKI KOJIRO

Rival Miyamoto Musashi, samurai bisu dan tuli dengan kemampuan yang tidak terlalu jauh dengan Musashi. Meninggal ditangan Musashi.
Berada pada era 1580 - 1612.
Sasaki Kojiro ( disebut juga Ganryu Kojiro ) lahir tahun 1585 – 13 April 1612. Seorang samurai jepang yang lahir di daerah Fukui yang hidup dari jaman Sengoku sampai awal jaman Edo. Pertarungan dia dengan Miyamoto Musashi di Ganryu Island menjadi sejarah sampai sekarang. Sasaki Kojiro beraliran pedang Ganryu yang juga dijadikan nama sebuah dojo yang dia dirikan. Dikatakan bahwa Sasaki Kojiro belajar gaya berpedang Chujo-ryu dari Kanemaki Jisai (murid Toda Seigen).

TOKUGAWA IEYASU

Shogun terkenal jepang setelah Hideyoshi.
Berada pada era 1570 - 1616
Tokugawa Ieyasu ( 31 Januari 1543 - 1 Juni 1616) adalah pendiri dan shogun pertama Keshogunan Tokugawa dari Jepang yang memerintah dari Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600 hingga Restorasi Meiji pada 1868.
Ieyasu merebut kekuasaan pada tahun 1600, menerima penunjukan sebagai shogun pada tahun 1603, turun tahta dari jabatannya pada tahun 1605, tetapi tetap berkuasa sampai kematiannya pada tahun 1616.








Seperti pada kanji “Jepang” (日本). Memang walaupun pada umumnya golongan anak muda tahu makna kata tersebut, jika ditanyakan kepada golongan orang dewasa bagaimana mereka mengucapkannya akan terdapat beberapa perbedaan. Ada yang mengucapkannya dengan “Nihon”, “Nippon” atau bahkan mungkin ada yang menyebutnya “Yamato”, jika mereka mengetahui sejarahnya.

Kenapa ‘Japan’?

Sebelum membahas masalah Nihon/Nippon, coba pikirkan mengapa pada umumnya orang di luar Jepang mengabaikan nama asli dari negara ini dan memanggilnya “Jepang” atau “Japan”, nama yang sebenarnya memiliki makna “Ya, Roti!” (Ja – Pan, Pan berarti roti dalam bahasa Jepang).

Pengucapan ’Japan’ ini lahir pada masa Marco Polo, selama ekspedisinya ke China Utara pada Dinasti Yuan. Meskipun pada saat itu ia tidak pernah berpijak di negara Jepang yang dia dengar dari seseorang yang dia temui di China. Pada saat itu nama Jepang direpresentasikan dengan kanji (日本), dalam bahasa China dibaca Rìben.

Namun, dikarenakan dialek dari daerah tersebut, pembacaan kanji 日本 diucapkan seperti “Jipen” atau yang dituliskan oleh Marco Polo sebagai “Zipangu” selama ekspedisinya. Mulai saat itu, pengucapan tersebut menyebar ke seluruh Eropa dan lama-kelamaan pengucapan tersebut berubah menjadi ‘Japan’ hingga sekarang.

“Nippon” lebih dulu lahir
Dulu, nama ‘Japan’ dikenal sebagai “Wa” atau “Yamato” dan dengan kanji ?. Waktu berlalu dan terjadi perubahan kanji secara resmi menjadi ?? pada tahun 640. Meskipun begitu, sebutan “Yamato” masih sering digunakan oleh beberapa orang. Sekitar pertengahan abad ke-7 pembacaan kanji ?? berubah menjadi “Nippon” atau “Jippon”

Diyakini pada saat itu bahwa pengucapan “Nihon” sebagai sebutan di daerah Kanto selama periode Edo. Orang-orang banyak menghubungkan kisah mengenai perbedaan antara Nipponbashi di Osaka dan Nihonbashi di Tokyo.

“Nihon” lebih banyak dikenal
Setelah mendengar kisah tersebut, sangat kelihatan sekali bahwa “Nippon” adalah pengucapan yang benar untuk kanji 日本 karena ia muncul terlebih dahulu. Namun, sebuah survei menunjukkan bahwa 61 persen rakyat Jepang membacanya sebagai “Nihon” sedangkan 37 persen mengucapkan “Nippon”. Ini menunjukkan bahwa “Nihon” lebih lazim digunakan untuk kalangan muda. Dibandingkan pengucapan “Nippon” yang menunjukkan senioritas, “Nihon” memiliki vote yang lebih banyak.

Bagaimanapun, sebuah usaha dilakukan oleh Kementrian Pendidikan pada tahun 1934. Mereka melakukan investigasi mengenai bahasa nasional, salah satunya yang penting adalah merekomendasikan negara tersebut untuk seterusnya secara resmi diucapkan sebagai “Nippon”. Namun, pemerintah menolak tawaran ini.

Pada tahun 2009, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat melakukan sedikit tindakan liberal dan meminta permohonan kepada pemerintah untuk mengesahkan pengucapan yang kompak, entah itu “Nippon” ataupun “Nihon”. Pemerintah merespon bahwa kedua pengucapan tersebut sudah digunakan secara luas dan sepertinya tidak ada alasan untuk mempermasalahkannya.

Berikut adalah beberapa nama grup yang menggunakan “Nippon” :

Nippon Housou Kyoukai (NHK) Nippon Television Network Corporation
Nippon Broadcasting Service (NBS)
Nippon Budokan
All Nippon Airways (ANA)
Kinki Nippon Tetsudou (Kintetsu Corp.)
Nishi-Nippon Railroad Co. (Nishitetsu)
Nippon Sports Science Unviersity
Nippon Yuubin (Surat Kabar Jepang)
Dan grup lain yang menggunakan “Nihon” :

Nihon University
Nihon Koukuu (JAL)
Nihon Keizai Shimbun (The Nikkei)
Nihon Ryokaku Tetsudou (JR)
Nihon Unisys
Nihon Sumou Kyoukai (Asosiasi Sumo Jepang)
Nihon Orinpikku Iinkai (Komite Olimpiade Jepang)


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Random Thought

“Some express, some write and some just feel it"

About Me

About Me
Hi, I am Eirens Josua. Blogger and writer. I like to share my knowledge and experience. Thanks for visiting my site.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Perbedaan Teks Fiksi Dan Non Fiksi
  • Contoh Membuat Narrative Text dari Anime, Serta Penjelasannya (Noragami Review)

Archieve

  • ▼ 2021 (3)
    • ▼ Januari (3)
      • Iman Letaknya di Otak?
      • Materi Diskusi Pendalaman Alkitab Kaum Bapak
      • Wacana Posthumanism In a Nutsheel
  • ► 2018 (4)
    • ► Juli (1)
    • ► April (2)
    • ► Januari (1)
  • ► 2017 (4)
    • ► Mei (4)
  • ► 2016 (5)
    • ► Desember (2)
    • ► November (1)
    • ► September (1)
    • ► Agustus (1)

Featured Post

Iman Letaknya di Otak?

Arsip Blog

  • ▼  2021 (3)
    • ▼  Januari (3)
      • Iman Letaknya di Otak?
      • Materi Diskusi Pendalaman Alkitab Kaum Bapak
      • Wacana Posthumanism In a Nutsheel
  • ►  2018 (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (4)
    • ►  Mei (4)
  • ►  2016 (5)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)

Popular Posts

  • Perbedaan Teks Fiksi Dan Non Fiksi
  • Contoh Membuat Narrative Text dari Anime, Serta Penjelasannya (Noragami Review)

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template